Masjid Riyadh Solo

Infotaula de geografia políticaMasjid Riyadh Solo
masjid Suntingan nilai di Wikidata
Halaman masuk Masjid Riyadh Solo Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 7°34′57.37246″S 110°49′47.34329″E / 7.5826034611°S 110.8298175806°E / -7.5826034611; 110.8298175806 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJawa Tengah
Kota di IndonesiaSurakarta
KecamatanPasar Kliwon
KelurahanPasarkliwon Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata


Masjid Riyadh Solo merupakan salah satu masjid terkenal yang berlokasi di Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Masjid ini mempunyai sejarah yang cukup panjang tentang perjalanan dakwah dan perkembangan Islam di wilayah Solo. Terletak di kawasan Pasar Kliwon yang dikenal sebagai Kampung Arab, Masjid Riyadh telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Solo, terutama dalam memperkuat tradisi Islam dan membangun silaturahmi umat. Pengambilan nama “Riyadh” di masjid ini pun mempunyai makna yang cukup mendalam. Dalam bahasa Arab, "Riyadh" mempunyai arti kebun atau taman. Nama ini dipilih dengan harapan agar Masjid Riyadh dapat menjadi tempat tumbuh suburnya ilmu agama dan akhlak yang baik. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Riyadh Solo juga menjadi tempat wisata religi di Kota Surakarta.

Lokasi dan akses

Masjid Riyadh Solo beralamat di Jl. Ibu Pertiwi, Ps. Kliwon, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dari Keraton Solo, Masjid Ar Riyadh berjarak kurang lebih satu kilometer ke arah tenggara. Masjid Ar Riyadh berjarak sekitar 300 meter dari Alun-Alun Kidul Solo menjadi lokasi Haul Habib Solo. Akses menuju tempat ibadah ini sangat mudah karena berada di lokasi yang strategis di tengah-tengah Kota Solo.

Para Wisatawan dari berbagai daerah menuju ke Masjid Ar Riyadh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti bus dan kereta. Bagi wisatawan yang berkunjung menggunakan kereta api, stasiun yang terdekat dari destinasi adalah Stasiun Solo Balapan. Dari stasiun, wisatawan bisa melanjutkan dengan kendaraan seperti ojek online. Wisatawan juga bisa menuju ke Masjid Ar Riyadh Solo menggunakan transportasi umum lain seperti Bus Batik Solo Trans atau angkutan feeder. Pembayaran bus dan feeder menggunakan QRIS atau e-money.[1]

Sejarah

Suasana Rouhah di Masjid Riyadh Solo

Sejarah Masjid Riyadh Solo berkaitan erat dengan penyebaran dakwah agama Islam di Nusantara, terutama di Solo. Pendakwah sekaligus ulama yang memiliki peran penting ialah Habib Alwi bin Ali Al Habsyi yang memberikan banyak kontribusi dalam penyebaran agama Islam. Masjid Riyadh Solo didirikan pada tahun 1916 oleh Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, seorang ulama kharismatik yang berasal dari Hadramaut, Yaman.

Awalnya, Habib Alwi menetap di Palembang dan Jakarta sebelum akhirnya pindah ke Solo atas ajakan temannya, Habib Muhammad bin Abdullah Al-Idrus, dan saudaranya, Habib Ahmad bin Ali Al-Habsyi. Tanah tempat masjid ini berdiri merupakan wakaf dari Habib Muhammad bin Abdullah Al-Idrus.

Selain membangun Masjid, Habib Alwi juga membangun majelis kecil atau zawiyah untuk kegiatan mengaji. Majelis ini berlokasi di sisi utara masjid dan sampai saat ini masih terus dilakukan.[2]

Masjid Riyadh Solo tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Keberadaannya menambah kekayaan sejarah dan budaya Islam di Solo, mengingat peranan para habib dalam menyebarkan agama Islam di wilayah ini sangat signifikan. Masjid ini juga menjadi saksi bisu dari banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam di Solo.

Hubungan dengan Kota Seiwun

Hubungan antara Masjid Riyadh Solo dengan Masjid Riyadh Kota Seiwun, Yaman ialah namanya yang sama. Masjid Riyadh di Kota Seiwun didirikan oleh Habib Ali al-habsy. Sementara Masjid Riyadh di Kota Solo didirikan oleh putranya, yakni Habib Alwi bin Ali al-habsy.[3]

Wisata religi

area makam Habaib

Dari banyaknya opsi wisata religi di Kota Solo, Masjid Riyadh merupakan salah satu yang kerap dikunjungi oleh wisatawan. Salah satu daya tarik utama Masjid Riyadh Solo adalah adanya makam keturunan Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di kompleks masjid. Makam ini sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah yang ingin memberikan penghormatan dan berdoa. Keberadaan tiga makam keturunan Habib Ali, yaitu Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, Habib Ahmad bin Alwi Al Habsyi, dan Habib Anies bin Alwi Al Habsyi.[2]

Haul Solo

Setiap tahunnya, Masjid Riyadh Solo mengadakan acara Haul Solo, sebuah peringatan untuk mengenang wafatnya dan jasa-jasa Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, serta keturunannya dalam menyebarkan agama Islam di Solo. Sebagai informasi, Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi merupakan pengarang Kitab Maulid Simtudduror. Salah satu alasan kenapa haul dari ulama besar ini diperingati di Solo, karena putranya yaitu Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi menetap di Solo. Acara ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai kota dan menjadi momen penting dalam kalender kegiatan sosial keagamaan di Kota Solo. Setiap tahunnya diperkirakan 250 ribu orang datang dari berbagai daerah dan penjuru.[4]

Rangkaian kegiatan pada acara Haul Solo meliputi Rauhan (kajian Islam), mengaji, khatam Al-Qur'an, pembacaan kitab salaf, tausiyah. Sementara di acara puncak haul terdapat tahlil, pembacaan biografi Habib Ali al-habsy, sholawatan, dan pembacaan kitab maulid Simtudduror.[4]

Jemaah yang hadir di peringatan ini tidak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia saja. Beberapa di antaranya merupakan jamaah yang datang jauh-jauh dari luar negeri seperti Yaman, Singapura, hingga Afrika. Hal tersebut sebenarnya tidak heran karena Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi merupakan salah satu ulama karismatik di dunia sekaligus ulama yang berasal dari Yaman.[5]

Haul Solo membuat warga sekitar solo, terutama warga daerah Pasar Kliwon ikut kecipratan rezeki dari para pendatang dan sekaligus membuka rumahnya untuk penginapan para pengunjung haul.[6]

Galeri

Pranala

Ali bin Abdurrahman Alhabsyi

Anis bin Alwi al-Habsyi

Ba 'Alwi

Hadramaut

Habib Alwi bin Anis bin Alwi al-Habsy

Rabithah Alawiyah

Referensi

  1. ^ "Masjid Ar Riyadh Solo dekat Stasiun Apa? Ini Panduan Lengkapnya untuk Wisatawan". kumparan. Diakses tanggal 2025-02-16.
  2. ^ a b "Sejarah Masjid Riyadh Solo dan Daya Tarik Wisatanya". kumparan. Diakses tanggal 2025-02-16.
  3. ^ Siswanto, Dwi. "Masjid Riyadh yang Didirikan Habib Ali Solo juga Terkenal di Seiwun, Yaman. - Halo Jember". Masjid Riyadh yang Didirikan Habib Ali Solo juga Terkenal di Seiwun, Yaman. - Halo Jember. Diakses tanggal 2025-02-16.
  4. ^ a b tribratanewssura (2024-10-23). "Pastikan Haul Habib Ali di Masjid Riyadh Pasar Kliwon Berlangsung Aman dan Lancar, Wakapolresta Surakarta Bersama Kabagops Terjun Langsung ke Lapangan". Tribratanews Polresta Surakarta. Diakses tanggal 2025-02-16.
  5. ^ "Sejarah Haul Solo yang Jadi Agenda Tahunan untuk Wisata Religi". kumparan. Diakses tanggal 2025-02-16.
  6. ^ Kurnia, Ardian Dwi. "Kisah Warga Pasar Kliwon Siapkan Rumah untuk Menginap Pengunjung Haul Solo". detikjateng. Diakses tanggal 2025-02-16.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement