Masjid Matahari Tengah Malam

Masjid Inuvik
Masjid pada matahari tengah malam, tahun 2015
PetaKoordinat: 68°22′6.85″N 133°44′16.51″W / 68.3685694°N 133.7379194°W / 68.3685694; -133.7379194
Agama
AfiliasiIslam
Lokasi
Lokasi29 Wolverine Road, Inuvik, Wilayah Barat Laut, Kanada
Masjid Matahari Tengah Malam di Northwest Territories
Masjid Matahari Tengah Malam
Location in Northwest Territories
Masjid Matahari Tengah Malam di Kanada
Masjid Matahari Tengah Malam
Location in Canada
Koordinat68°22′06″N 133°44′15″W / 68.3684°N 133.7375°W / 68.3684; -133.7375 (Midnight Sun Mosque)
Arsitektur
ArsitekFathallah Farjat (kubah dan menara)
GayaArsitektur Islam
Dibangun olehZubaidah Tallab Foundation
Peletakan batu pertama2010
Rampung10 November 2010
Spesifikasi
Arah fasadNNE
Kapasitas~100
Menara1
Tinggi menara10 m (33 ft)

Masjid Inuvik, juga dikenal dengan Masjid Matahari Tengah Malam atau Masjid kecil di Tundra,[1] adalah rumah ibadah muslim nondenominasi yang terletak di Inuvik, Wilayah Barat Laut, Kanada.[2] Masjid ini terletak di wilayah paling utara di Belahan Bumi Barat yang diperuntukkan bagi sekelompok masyarakat muslim di kota tersebut.[3] Masjid yang dibangun pada 2010 ini merupakan satu-satunya masjid di Amerika Utara yang berada dalam Lingkaran Arktik.[a]

Pada awalnya, masyarakat muslim Inuvik memberdayakan sebuah truk trailer yang telah dimodifikasi sebagai pusat kegiatan beribadah. Ketika jumlah jemaah meningkat pada akhir 2000-an, masyarakat muslim di sana, membeli sebidang tanah untuk mendirikan sebuah masjid di atasnya. Namun, karena biaya pembangunannya yang terlalu besar, sebuah badan amal yang berpusat di Winnipeg, mendanai pembangunan masjid prafabrikasi, yang diangkut dengan truk melalui Sungai Hay, lalu dibawa menggunakan tongkang menyeberangi Danau Great Slave, kemudian menyusuri sungai Mackenzie menuju Inuvik[7] hingga lokasinya dipindahkan ke tepi utara kota.

Meskipun kegiatan keagamaan terbuka untuk semua umat Muslim, masjid tersebut menjalankan tradisi Sunni, yang telah membuat beberapa penyesuaian terhadap wilayah Kutub Utara, termasuk penyesuaian terhadap ibadah puasa Ramadan karena terjadinya fenomena malam kutub dan peristiwa matahari tengah malam.

Masjid ini juga sebagai bank makanan halal yang berasal dari sumbangan daerah-daerah lain di Kanada, yang melayani ratusan keluarga di wilayah tersebut. Makanan ini tersedia bagi semua orang tanpa memandang agama. Umat Islam di tempat lain juga menyumbangkan hewan kurban pada hari raya Iduladha.

Bangunan

Masjid ini memiliki total luas interior lantai sebesar 144,4 m2 yang terdiri dari ruang solat utama, perpustakaan, dapur. Masjid ini juga terdapat area khusus untuk arena bermain anak-anak. Ruang solat utama di masjid ini, memiliki ruang solat khusus yang dipisah bagi pria dan wanita.[1]

Sejarah

Muslim di Inuvik

Umat muslim telah berada di wilayah Inuvik sejak kota tersebut didirikan sebagai pusat administrasi pada 1960-an atau setidaknya sejak kedatangan Peter Baker, seorang pemburu minyak keturunan Lebanon-Kanada yang datang ke sana. Ia mendirikan perusahaan di Edmonton yang bergerak di bidang perdagangan dalam penyediaan pasokan barang-barang bagi para penambang minyak yang bekerja di wilayah delta Sungai Mackenzie.[8] Peter kemudian terpilih sebagai anggota Majelis Legislatif Wilayah Barat Laut pada 1964. Diketahui ia sebagai seorang muslim pertama yang terpilih untuk menduduki jabatan di Kanada.[9]

Umat muslim berdatangan ke lokasi tersebut ketika maraknya demam eksplorasi minyak Arktik pada pertengahan tahun 1970-an, karena eksplorasi tersebut menciptakan lapangan kerja baru. Demam tersebut berakhir ketika jatuhnya harga minyak pada 1986.[10] Diketahui terdapat seratusan populasi muslim di Inuvik yang sebagian besar terdiri dari populasi Sunni yang datang dari Mesir, Lebanon dan Sudan.[11] Mereka bekerja sebagai arsitek, insinyur dan pengusaha, termasuk secara umum yang bekerja sebagai pengemudi taksi di kota tersebut.[12][b] Banyak di antara mereka adalah para pendatang pria yang membiarkan keluarganya tetap tinggal di Kanada bagian selatan,[8] agar anak-anak mereka tetap memperoleh pendidikan yang sesuai dengan keyakinan mereka, terutama pendidikan keagamaan.[1]

Para pria tersebut beribadah di sebuah gereja Katolik Roma yang bernama Gereja Our Lady of Victory di pusat kota Inuvik.[14] Sejak 2000, umat muslim di sana beribadah di sebuah truk trailer yang telah dimodifikasi hingga dapat menampung sekitar 20 orang jemaah.[15]

Pembangunan masjid

Seorang Imam dari Mesir yang berkunjung ke sana pada 2008, terkesan dengan keberadaan komunitas Islam di kota tersebut. Ia menyarankan agar masyarakat dapat mendirikan perkumpulan nirlaba yang bertujuan agar dapat membangun masjid secara resmi. Setelahnya, Asosiasi Muslim Inuvik didirikan.[16] Untuk mendukung upaya pembangunan masjid, seorang pengemudi taksi asal Sudan yang termasuk sebagai salah satu muslim pertama di kota tersebut, membeli dua bidang tanah senilai $90.000.[15]

Membangun masjid di Inuvik merupakan tantangan tersendiri, meskipun harga tanah di wilayah tersebut dapat terjangkau karena letaknya di daerah terpencil, tetapi biaya konstruksinya sangat tinggi. Bangunan masjid sederhana diperkirakan dapat menelan biaya hingga setengah juta dolar Kanada. Seorang pengusaha asal Saudi yang bernama Hussain Guisti, yang telah membangun sebuah masjid di kota terpencil di Thompson, Manitoba, dapat mengatasi biaya kontruksi yang tinggi dengan membangun masjid prafabrikasi di Winnipeg dan mengangkutnya dengan truk sejauh 750 kilometer ke Thompson.[16]

Ketika anggota komunitas muslim di Inuvik menghubunginya, Guisti belum pernah mendengar tentang Inuvik sebelumnya. Ia memutuskan untuk membangun masjid di Inuvik karena meyakini (secara keliru) bahwa masjid yang akan ia bangun, akan tercatat dalam sejarah sebagai masjid paling utara yang pernah didirikan. Guisti mengajukan tiga syarat dalam pembangunan masjid di Inuvik. Pertama, meskipun masjid tersebut terbuka untuk seluruh umat muslim, masjid tersebut akan menjalankan tradisi Sunni. Kedua, masjid tersebut harus mandiri secara finansial setelah pembukaannya. Ketiga, Guisti sendiri yang akan melakukan azan pertama kali di masjid tersebut.[17]

Awal tahun 2010, Yayasan Zubaidah Tallab (ZTF) yang didirikan oleh Guisti, mendanai pembangunan masjid di Inuvik.[7] ZTF menyadari bahwa pembangunan masjid tersebut akan lebih murah jika dibangun secara prafabrikasi di Winnipeg.[17] Masjid prafabrikasi yang terdiri dari dua bagian tersebut, selesai dibangun pada September 2010, kemudian diangkut sejauh 4.000 km menggunakan truk[15] dan tongkang melalui sungai ke lokasi yang berada saat ini.[17]

Masjid Inuvik dibuka secara resmi pada 10 November 2010,[15] ditandai dengan Azan pertama yang dilakukan oleh Guisti.[7] Kemudian, masjid tersebut mengadakan acara gelar griya berupa acara makan malam yang terbuka bagi seluruh warga Inuvik.[15]

Bank makanan

Setelah pembangunan masjid selesai, sebuah lembaga amal bernama Pusat Kesejahteraan Muslim (MWC) yang berbasis di Toronto, menyumbangkan dana untuk membeli perangkat dan barang terkait dengan pembentukan "Bank Makanan Arktik". Lembaga ini menyalurkan bahan kebutuhan pokok bagi warga kota dan kini menjadi lembaga amal terbesar di Inuvik.[13]

Ramadan

Sebagaimana masjid-masjid lain yang berada dalam lingkar Arktik dan Subarktik ketika panjang hari dalam setahun sangat bervariasi, yang memengaruhi praktik ibadah puasa di bulan Ramadan, yang ditentukan berdasakan terbit dan terbenamnya matahari. Sejak masjid tersebut dibuka, dalam beberapa tahun, Ramadan terjadi selama periode fenomena matahari tengah malam yang berlangsung antara bulan Mei dan Juli. Hal ini pula yang menjadi muasal penamaan masjid tersebut. Diperkirakan sekitar tahun 2030, Ramadan akan terjadi sekitar bulan Desember dan Januari selama periode malam kutub, ketika matahari tidak akan terbit.[3][18]

Selama berlangsungnya kedua periode tersebut, menjalankan ibadah puasa berdasarkan pergerakan matahari tidaklah menjadi praktis dan memengaruhi kesehatan, sehingga banyak umat muslim di atas lingkaran Arktik, menjalankan ibadah puasa berdasakan waktu di Makkah atau mengacu berdasarkan waktu di beberapa kota di selatan dengan siklus waktu diurnal yang lebih teratur. Para jemaah Masjid Inuvik memutuskan untuk menggunakan waktu puasa berdasarkan terbit dan terbenamnya matahari di Mekkah, tetapi dalam Zona Waktu Pegunungan Amerika Utara di Inuvik, karena waktu Mekkah sembilan jam lebih maju dari waktu setempat, waktu puasa dapat berlangsung kira-kira 13 jam, yang dimulai sejak pukul 5 pagi hingga 6:30 sore.[3]

Selama bulan Ramadan, bank makanan memperoleh daging kurban berupa daging domba, kambing dan sapi yang wajib disumbangkan oleh umat muslim yang mampu, untuk dibagikan kepada yang pihak yang membutuhkan dalam rangka hari raya Iduladha. Masjid Inuvik juga menerima hewan rusa kutub atau rusa besar, tetapi hanya jika hewan-hewan tersebut disembelih sesuai dengan syariat dzabihah. Para nelayan di Inuvik juga menyumbangkan sejumlah besar ikan Forel dan ikan Tombak pada musim panas.[19]

Lihat pula

Catatan

  1. ^ Di Kanada Utara, masjid-masjid telah dibangun di Iqaluit, Yellowknife[4] dan di Whitehorse,[5] di selatan Lingkar Arktik secara berturut-turut di 63º, 62º and 60º Utara. Masjid pertama yang ada di negara bagian Alaska disebut dengan Pusat Komunitas Islam Anchorage Alaska,[6] yang juga terletak di selatan Lingkar Arktik pada 61º Utara.
  2. ^ Berdasarkan data Kementerian Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan Kanada, lebih dari separuh para imigran tersebut datang ke Inuvik karena alasan ekonomi. Jumlah ini mencakup 7% dari total populasi kota. Porsi terbesar dari para imigran tersebut datang dari wilayah Asia, khususnya Filipina.[13]

Referensi

  1. ^ a b c "'Little mosque on the tundra' opens". CBC News (dalam bahasa American English). 10 November 2010. Diakses tanggal 16 Desember 2021.
  2. ^ "Midnight Sun Mosque". www.inuvik.ca (dalam bahasa Inggris). 19 Agustus 2019. Diakses tanggal 17 Desember 2021.
  3. ^ a b c Martin, Andrew (10 Juli 2015). "Celebrating Ramadan in the Arctic". The Washington Post (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  4. ^ "Arctic Ramadan: fasting in land of midnight sun comes with a challenge". The Guardian (dalam bahasa Inggris). 3 Juli 2016. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  5. ^ "Yukon's 1st mosque a milestone for Canada, founders say". CBC News. 29 September 2018. Diakses tanggal 17 Januari 2022.
  6. ^ Julia O'Malley (5 Desember 2014). "Alaskan Muslims raising the roof of state's first mosque". Aljazeera. Diakses tanggal 17 Januari 2022.
  7. ^ a b c Guisti, Hussain (2 Februari 2012). "Western Hemisphere's most northern mosque sent to Canadian Arctic". Manitoba Islamic Association (dalam bahasa Inggris). Manitoba Islamic Association. Diakses tanggal 30 Juli 2020.
  8. ^ a b Mouallem 2021, hlm. 279.
  9. ^ Mazigh, Monia (8 Juli 2021). "What Canadians can learn from the early Muslim-immigrant experience". Rabble.ca (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 Desember 2021.
  10. ^ Detlor, T. (Juli 1989). "History" (dalam bahasa Inggris). Town of Inuvik. Diakses tanggal 4 Januari 2022.
  11. ^ "Canadian Muslims erect first mosque in Arctic". Egypt Independent (dalam bahasa Inggris). 28 Oktober 2010. Diakses tanggal 30 Juli 2020.
  12. ^ Sanders, Carol (15 April 2010). "Mosque being shipped to Inuvik". Winnipeg Free Press (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 Desember 2021.
  13. ^ a b "Immigration Matters—Tackling food insecurity in Canada's North". Immigration, Refugees and Citizenship Canada. 1 Agustus 2019. Diakses tanggal 13 Januari 2022.
  14. ^ Mouallem 2021, hlm. 279-280.
  15. ^ a b c d e Gaitskell, Victoria; Atkinson, Edward (2011). New Polar Mosque (dalam bahasa Inggris) (Edisi Mei/Juni). Above & Beyond. hlm. 49–52. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ^ a b Mouallem 2021, hlm. 280.
  17. ^ a b c Mouallem 2021, hlm. 280-281.
  18. ^ "Sun Graph for Inuvik". TimeAndDate.com (dalam bahasa Inggris). 1995–2021. Diakses tanggal 26 Desember 2021.
  19. ^ Mouallem 2021, hlm. 288.

Pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement