Masjid Keramat Kuno
| Masjid Keramat Kuno | |
|---|---|
Pandangan dari sungai | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Cabang/tradisi | Sunni |
| Status | Aktif |
| Lokasi | |
| Lokasi | Jalan Hasanuddin, No. 92, Kampung Kajanan, Singaraja, Buleleng, Bali |
| Negara | Indonesia |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid jami |
| Gaya | Adanya unsur arsitektur Jawa |
| Didirikan | ca 1654 |
| Spesifikasi | |
| Kubah | 1 |
| Menara | 1 |
Masjid Keramat Kuno atau Masjid Kuna Singaraja adalah sebuah masjid jami bersejarah di kelurahan Kampung Kajanan, kota Singaraja, kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia. Masjid ini menandai masuknya Islam di Bali Utara. Berdasarkan tanggal yang terukir dalam huruf Arab pada ornamen kayu kuno berbentuk sengkala di atas mimbar masjid, bangunan ini dibina sekitar tahun 1654. Hal ini menjadikannya masjid tertua di Buleleng, yang berasal dari masa pemerintahan I Gusti Anglurah Panji Sakti, pendiri Kerajaan Buleleng di utara pulau. Awalnya, pedagang Muslim sebagian besar Bugis dari pulau lain menetap di sepanjang garis pantai Pelabuhan Buleleng, tetapi kemudian mulai pindah ke tanah dekat yang lebih berdaratan, di mana mereka mendapat izin untuk membangun masjid di tepi sungai Tukad Buleleng hampir muaranya. Umatnya membersihkan sepetak tanah dari semak belukar. Awalnya, masjid ini hanya berupa sekepat–tempat salat khusus bagi para saudagar yang kebetulan lewat. Kemudian, sekepat ini, oleh Sunan Prapen (menurut legenda tok), seorang penyebar Islam yang hendak pergi ke Lombok, diperbaiki dan dibangun menjadi sebuah masjid berukuran 15×15 meter dengan dingding dari tanah dan kapur.[1] Sebuah perumahan yang kebanyakan penduduk Muslim berkembang di sekitarnya. Diketahui bahwa salah satu bangsawan Bali pertama yang masuk Islam bernama I Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi yang saudara dari raja Buleleng belajar agama dari seorang imam masjid ini bernama Muhammad Yusuf Saleh pada dasawarsa 1820-an. Atap masjid bertumpu pada empat tiang palem kelapa (saka guru), dan masjid tersebut dihiasi dengan ornamen tanaman bergaya Bali. Selama rekonstruksi selanjutnya, tiang-tiang kayu diganti dengan tiang beton, dan ornamen tersebut dipertahankan pada mimbar, jendela, dan tiga pintu.[1][2][3]
Galeri
Referensi
- ^ a b Abdul Baqir Zein (1999). Dendi Irfan (ed.). Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press. hlm. 298–300. ISBN 979-561-567-X.
- ^ I Made Pageh; Tuty Maryati (24 September 2020). "Sejarah Berdirinya Masjid Keramat Kuno di Jalan Hasanuddin Kampung Kajanan, Singaraja Bali, Sebagai Sumber Belajar Sejarah di MA. At-Taufiq". Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah. 8 (2). doi:10.23887/jjps.v8i2.19098.
- ^ Muhammad Hisam; Muhammad Mujib (5 November 2022). "Masjid Kuno Keramat, dan Jejak Akulturasi Multi Etnik di Singaraja (1)". Balisharing.com.
Lihat pula
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


