Maf'ul bih
Dalam ilmu linguistik, khususnya tata bahasa Arab (Nahwu), Maf'ul Bih (bahasa Arab: المفعول به) adalah sebuah isim (kata benda) yang berfungsi sebagai objek dalam suatu kalimat transitif (fi'il muta'addi). Maf'ul bih menunjukkan entitas (benda, orang, atau konsep) yang menjadi sasaran atau terkena dampak dari perbuatan yang dilakukan oleh pelaku (fa'il).[1]
Karakteristik Sintaksis:
Dalam sistem I'rab, Maf'ul bih termasuk ke dalam golongan Manshubat al-Asma (isim-isim yang berstatus nasab). Tanda 'irab nasab yang menyertainya bervariasi tergantung pada jenis kata benda tersebut:
-» Fathah: Digunakan untuk kata benda tunggal (mufrad) dan jamak taksir.
-» Ya': Digunakan untuk kata benda ganda (mutsanna) dan jamak mudzakkar salim.
-» Kasrah: Digunakan khusus untuk jamak muannats salim.
-» Alif: Digunakan untuk Asmaul Khamsah (lima isim khusus).
Pembagian Jenis:
Maf'ul bih secara umum diklasifikasikan menjadi dua jenis utama berdasarkan bentuk penyebutannya:
1. Maf'ul Bih Zhahir: Objek yang disebutkan secara eksplisit dalam bentuk kata benda nyata. Contoh: Qara’a Zaidun al-kitāba (Zaid membaca buku).
2. Maf'ul Bih Mudmar: Objek yang dinyatakan dalam bentuk dhamir (kata ganti. Jenis ini terbagi lagi menjadi:
* Muttashil: Kata ganti yang bersambung langsung dengan kata kerja (seperti -hu, -ha, -ka).
* Munfashil: Kata ganti yang berdiri sendiri (seperti Iyyaka, Iyyahu).
Posisi dalam Kalimat:
Struktur standar kalimat verbal (Jumlah Fi'liyah) dalam bahasa Arab adalah Kata Kerja (Fi'il) + Pelaku (Fa'il) + Objek (Maf'ul Bih). Namun, dalam kaidah retorika (Balaghah) atau penekanan tertentu, Maf'ul bih dapat mendahului Fa'il atau bahkan mendahului Fi'il-nya, selama tidak menimbulkan ambiguitas makna.
Referensi
- ^ ilmualat (2025-06-08). "Maf'ul Bih Dalam Ilmu Nahwu". Belajar Bahasa Arab (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-04-01.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


