Ma'iwuu

Maiwuu, ritual pengobatan tradisional masyarakat Dayak Balangan Halong.
Maiwuu, ritual pengobatan tradisional masyarakat Dayak Balangan Halong.

Ma'iwuu adalah adalah pengobatan tradisional dari suku Dayak Balangan Halong. Ma'iwuu menjadi warisan budaya tak benda provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2019 dengan nomor registrasi 201901050. Upacara pengobatan suku ini berbeda untuk pasien bayi atau anak-anak dan orang dewasa. Ma'iwuu merupakan nama pengobatan untuk orang dewasa.

Pengobatan untuk Anak-Anak

Pengobatan untuk bayi atau anak-anak yang sakit adalah dengan membuat patung kecil sesuai dengan jenis kelamin anak tersebut. Patung kecil berfungsi sebagai media transformasi penyakit. Patung tersebut dalam konsep pengobatan ini diyakini sebagai pengganti fisik pasien.

Sesajian dalam pengobatan ini berupa bubur putih dan kuning serta ayam panggang yang dibelah dadanya (parapah). Sesajian ini disajikan agar roh-roh tidak menganggu Balian selama prosesi pengobatan. Balian adalah rohaniawan dalam agama Kaharingan.

Proses selanjutnya Balian membaca mantra-mantra sambil menari diiringi oleh patati (pembantu balian) yang selalu menjaga balian supaya tidak terancul (kesurupan).

Selama berlangsung ritual pengobatan, di depan rumah diberi tanda di depan daun sawang kambat atau rinjuang yang digantung di teras rumah sebagai tanda berpantang tidak menerima tamu selama pengobatan berlangsung. Ini karena kedatangan tamu akan mengganggu proses penyembuhan. Apabila ada orang yang bertamu di rumah bertanda akan terkena denda adat karena telah melanggar pantang.

Pengobatan untuk Dewasa

Bagi orang dewasa, tahap pengobatan diawali dengan memeriksa tubuh pasien (iyahantar) lalu dilanjutkan dengan tahap italanjak, yaitu Balian memeriksa lebih lanjut pasiennya. Italanjak biasanya dilakukan untuk penyakit mendadak atau darurat seperti kena wisa atau racun.

Pasien yang belum sembuh akan mengikuti ma'iwuu, yaitu upacara yang dilakukan Balian disertai sesaji berupa parapah (ayam panggang) dalam mangkuk dan perangkat pengobatan berupa dua patung kecil berwujud laki-laki dan perempuan. Penderita yang sembuh setelah ma'iwuu harus membayar.

Upacara ma'iwuu dipimpin oleh Balian dengan iringan gamelan (bagamal) dilengkapi dengan saron, babon, maupun hanya dengan gendang saja.

Sesajinya berupa ayam atau kambing. Kambing tidak harus dipotong tetapi cukup ditandai oleh Balian dan dapat dipotong pada waktu aruh baharin sebagai tanda syukur yang kuasa. Upacara pengobatan untuk sakit yang berat disertai dengan niat bila sembuh akan melakukan aruh adat.[1]

Referensi

  1. ^ "Ma'iwuu, upacara pengobatan anak-anak". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. 2 November 2019. Diakses tanggal 2025-06-14.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement