Lumbis, Nunukan
Lumbis | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Utara | ||||
| Kabupaten | Nunukan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | ... | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 6,875 jiwa (2.024) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 65.03.04 | ||||
| Kode BPS | 6504040 | ||||
| Luas | 290,23 km² | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 28/- | ||||
| |||||
Lumbis adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia.
Kecamatan Lumbis merupakan kecamatan dengan wilayah terluas kedua di Kabupaten Nunukan, terdiri dari 28 desa (setelah pemekaran kecamatan Lumbis Ogong) dengan total penduduk 6.875 jiwa,[1] yang sebagiannya merupakan penduduk asli yaitu Suku Dayak Tenggalan. Berpusat pemerintahan di Desa Mansalong.
Potensi daerah ini ialah pertanian, perkebunan, kehutanan dan peternakan.[1] Masyarakat di daerah di Kecamatan Lumbis mengenal Iluy sebagai makanan pokok. Makanan ini terbuat dari tanaman ubi kayu.[2]
Meskipun termasuk wilayah pedalaman Kalimantan yang harus dicapai berjam-jam dari kecamatan Nunukan melalui transportasi sungai dan darat, tetapi daerah ini memiliki segenap fasilitas umum dan sosial yang cukup memadai dan relatif lebih lengkap dibandingkan dengan ibu kota-ibu kota kecamatan lain yang terletak di pedalaman Kalimantan.[3]
Batas wilayah
Batas-batas wilayah kecamatan Lumbis adalah sebagai berikut:[4]
| Utara | Kecamatan Lumbis Ogong dan Kecamatan Sebuku |
| Timur | Kecamatan Sembakung Atulai |
| Selatan | Kabupaten Malinau |
| Barat | Kabupaten Malinau |
Referensi
- ^ a b Nunukan, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kecamatan Lumbis Dalam Angka 2024". nunukankab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-02-03.
- ^ Tim Muri (2022-07-12). "Sajian Masakan Iluy dalam Kuali Terbanyak". Muri.org. Diakses tanggal 2025-02-03.
- ^ Kabupaten Nunukan per kecamatan[pranala nonaktif permanen]
- ^ "PERATURAN DAERAH KABUPATEN NUNUKAN NOMOR 2 TAHUN 2019" (PDF). bpk.go.id. 2019. Diakses tanggal 2025-02-04.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



