Liken sklerosis

Liken sklerosis
Nama lainLichen sclerosus, balanitis xerotica obliterans, lichen sclerosus et atrophicus, kraurosis vulvae[1]
Gambar liken sklerisis di daerah perineum
SpesialisasiGinekologi
GejalaBiasanya di kulit sekitaran kelamin berkilat, dengan bercak putih yang berkerut dikelilingi area keunguan, gatal, kulit menipis, tergoresa[1]
Komplikasidysuria, enggan buang air besar, masalah seksual, phimosis, <5% risiko berkembang menjadi squamous cell skin cancer[1]
Awitan umumSebelum pubertas, setelah menopause[1]
DurasiJangka panjang[1]
PenyebabTidak diketahui[1]
Faktor risikoTransplantasi sumsum tulang belakang[1]
Metode diagnostikEksaminasi, biopsi kulit[1]
Diagnosis bandingGuttate morphea, lichen planus, lichen simplex chronicus[1]
PengobatanSteroid oles[1]
ObatObat oles: clobetasol, tacrolimus, pimecrolimus[1]
Frekuensi1.7% dari perempuan dewasaref name=Andrew2020/>

Licken sklerosis, atau dikenal juga dengan nama Lichen sclerosus ( LS ), adalah penyakit kulit inflamasi jangka panjang yang terutama menyerang daerah genital .[1] Penyakit ini biasanya bermula sebagai benjolan kecil tidak beraturan dengan permukaan datar yang berubah menjadi bercak putih pucat mengilap, sedikit keriput, dan dikelilingi area berwarna ungu.[1] Benjolan ini sangat gatal dan menggaruknya dapat menyebabkan penipisan kulit dengan luka kecil dan jaringan parut.[1] Pembuluh darah kecil mungkin terlihat di vulva atau penis .[2] Hilangnya pigmentasi umum terjadi pada penis.[1] Kondisi ini jarang terjadi di tempat lain, meskipun bisa saja terjadi di punggung atas atau payudara.[1] Kadang-kadang malah tidak menunjukkan gejala.[1] Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil, keluarnya cairan vagina, keengganan untuk buang air besar, masalah dengan seks, dan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kulit .[2]

Penyebab liken sklerosis tidak diketahui.[2] KOndisi ini mungkin dipicu oleh infeksi, trauma, dan kecenderungan area genital menjadi lembap.[2] Transplantasi sumsum tulang juga bisa menjadi pemicunya.[1] Pada orang transgender, hal ini dapat terjadi di bekas lokasi operasi.[1]

Diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan.[2] Kondisi ini dapat dikonfirmasi dengan biopsi kulit, yang menunjukkan kolagen kulit tebal dan epidermis tipis.[2] Liken sklerosis mungkin tampak mirip dengan guttate morphea, liken planus, dan liken simpleks kronikus .[1] Pengobatannya melibatkan steroid topikal yang kuat.[2] Kadang-kadang, terutama pada anak-anak, kondisi ini membaik tanpa pengobatan lebih lanjut.[2]

Lichen sclerosus memengaruhi sekitar 1,7% wanita dewasa.[1] Kondisi ini biasanya terjadi sebelum masa pubertas dan setelah menopause .[2] Pada pria, hal ini dapat terjadi pada usia berapa pun.[2] Orang Afrika Amerika lebih jarang terkena dampaknya.[1] Hingga sepertiga wanita memiliki penyakit autoimun lainnya yang mengiringi kondisi [1] Hingga 17% menderita psoriasis .[1] Lichen sclerosus et atrophicus pertama kali dijelaskan pada tahun 1887 oleh Dr. Hallopeau.[3]

Referensi

[4]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x James, William D.; Elston, Dirk; Treat, James R.; Rosenbach, Misha A.; Neuhaus, Isaac (2020). "11. Pityriasis rosea, pityriasis rubra pilares, and other papulosquamous and hyperkeratotic diseases". Andrews' Diseases of the Skin: Clinical Dermatology (dalam bahasa Inggris) (Edisi 13th). Edinburgh: Elsevier. hlm. 227–229. ISBN 978-0-323-54753-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-09. Diakses tanggal 2023-07-07.James, William D.; Elston, Dirk; Treat, James R.; Rosenbach, Misha A.; Neuhaus, Isaac (2020). "11. Pityriasis rosea, pityriasis rubra pilares, and other papulosquamous and hyperkeratotic diseases". Andrews' Diseases of the Skin: Clinical Dermatology (13th ed.). Edinburgh: Elsevier. pp. 227–229. ISBN 978-0-323-54753-6. Archived from the original on 2023-07-09. Retrieved 2023-07-07.
  2. ^ a b c d e f g h i j Wakelin, Sarah H. (2020). "22. Dermatology". Dalam Feather, Adam; Randall, David; Waterhouse, Mona (ed.). Kumar and Clark's Clinical Medicine (dalam bahasa Inggris) (Edisi 10th). Elsevier. hlm. 667–668. ISBN 978-0-7020-7870-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-11. Diakses tanggal 2021-12-11.Wakelin, Sarah H. (2020). "22. Dermatology". In Feather, Adam; Randall, David; Waterhouse, Mona (eds.). Kumar and Clark's Clinical Medicine (10th ed.). Elsevier. pp. 667–668. ISBN 978-0-7020-7870-5. Archived from the original on 2021-12-11. Retrieved 2021-12-11.
  3. ^ Hallopeau, H (1887). "Du lichen plan et particulièrement de sa forme atrophique: lichen plan scléreux". Ann Dermatol Syphiligr (Paris) (8): 790–791.
  4. ^ Fistarol, Susanna K (2013). "Diagnosis and treatment of lichen sclerosus: an update". Journal of the American Academy of Dermatology. 14 (1): 27–47. doi:10.1007/s40257-012-0006-4. PMC 3691475. PMID 23329078.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement