Legenda Meriam Tegak

Legenda Meriam Tegak adalah sebuah legenda yang berasal dari Desa Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, tentang sebuah meriam kuno yang tertanam di dalam tanah dan tidak bisa dipindahkan. Ada dua versi cerita utama, satu tentang seorang istri bernama Encik Walek yang marah, dan satu lagi menceritakan tentang kesaktian sang putri dari Kerajaan Riau-Lingga. Meriam tersebut posisinya tidak lazim sehingga oleh masyarakat sekitar disebut meriam tegak. Sebagian masyarakat percaya meriam tegak mempunyai kekuatan ghaib yang menyebabkan meriam tidak bisa dipindahkan ke tempat yang lain walau pun menggunakan alat berat.[1]

Pelestarian Meriam Tegak

Di tepian Jalan Batu Berdaun, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Terdapat Separuh batang meriam yang tertancap di dalam tanah dengan posisi moncong berdiri tegak lurus menatap langit. Pemkab Lingga menetapkannya sebagai benda cagar budaya yang diberi nama 'Meriam Tegak'. Jejak keberadaan meriam ini menjadi bukti warisan budaya bagi masyarakat Lingga. Lokasi meriam tersebut berjarak 5 kilometer dari pusat Kota Dabo, ibukota kecamatan, yang dapat ditempuh perjalanan 10 menit menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Meriam Tegak telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) pada Kamis 31 Agustus 2023.[2][3][4] Pemerintah Kabupaten Lingga pernah beberapa kali berupaya memindahkan meriam tegak ke lokasi yang aman. Tetapi meriam tersebut tidak dapat dipindahkan. Bahkan kendaraan alat berat yang dikerahkan ke lokasi pun kewalahan dan menyerah. Hingga kini, letak meriam tegak tak bergeser. Pemerintah setempat tetap menjaga dan melestarikan dengan membangun lantai marmer, memasang pagar yang mengelilingi meriam serta membalut batang meriam tersebut dengan kain kuning.[2][5]

Cerita Rakyat tentang Meriam Tegak

Dalam cerita rakyat meriam tegak dicacak oleh Encik Walek seorang perempuan sakti. Menurut cerita rakyat pada zaman dahulu kala di dekat Pantai Batu Berdaun hidup sepasang suami istri. Suaminya bernama Encik Nuh dan isterinya bernama Encik Walek. Pada suatu hari Encik Walek sakit demam. Karena sedang sakit, Encik Walek minta suaminya Encik Nuh mengambil buah mangga. Walau pun telah berulang kali diminta, Encik Nuh tidak menghiraukan permintaan Encik Walek. Karena Encik Nuh tidak hirau sama sekali, Encik Nuh yang sedang demam naik darah marah. Encik Walik sangat marah dan turun ke tanah untuk menunjukkan seberapa kuat dirinya dengan mengangkat meriam yang ada di tepi pantai, supaya suaminya sadar bahwa mengambil mangga itu pekerajaan mudah, dibandingkan mengangkat meriam. Encik Walek pun ingin menunjukkan kalau dia bukan perempuan sembarangan yang boleh diremehkan. Di tengah demam panas, Encik Walek berjalan menuju meriam, lalu ditentengnya seperti menenteng raga lalu dengan marah dicacaknya ke bumi pangkal meriam sehingga terbenam di dalam tanah. Meriam yang dicacak menjadi tegak dengan moncong menghadap ke langit.[1]

Melihat isterinya marah mencacak meriam, Encik Nuh terkejut bukan kepalang. Dia baru tahu kalau isterinya orang kuat. Encik Nuh teringat Encik Walek keturunan Orang Kaya Mepar golongan orang kuat dan sakti. Encik Nuh pun malu kepada isterinya, untuk menutup malu dia pun menampar batang pohon mempelam. Karena Encik Nuh orang sakti, pohon mempelam yang ditampar bergegar hebat, dahan dan rantingnya berlipat-lipat seperti dihantam angin topan . Seluruh daun dan buah berguguran. Setelah kejadian itu Encik Walek dan suaminya Encik Nuh hidup rukun dan damai. Kemudian mereka pindah ke Pulau Lalang yang terletak di sebelah selatan Pulau Singkep. Di Pulau Lalang Encik Walek dan Encik Nuh mempunyai keturunan. Sampai kini masih dapat ditemukan keturunan Encik Walek dan Encik Nuh di Pulau Singkep. Encik Walek dan Encik Nuh meninggal di Pulau Lalang dan dimakamkan di sana.[6]

Cerita lain tentang Meriam Tegak

Dalam cerita lain diceritakan bahwa Cik Walek adalah seorang Putri Raja dari Kerajaan Riau-Lingga. Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Putri Raja bernama Encek Walek. Suatu hari, Sang Putri sedang terlibat perkelahian hebat dengan seorang Pangeran terkenal. Lalu mengangkat dan menancapkan meriam itu ke dalam tanah. Setelah meriam tertancap ke dalam tanah, Putri Encek Walek menantang Pangeran untuk dapat melawan dan melanjutkan perkelahian. Syaratnya, Pangeran harus bisa mencabut meriam tersebut dari dalam tanah. Namun, ternyata, Pangeran tidak dapat mencabut meriam yang ditancapkan oleh Putri Encek Walek. Hal tersebut membuat Pangeran kalah dari Putri Encek Walek. Pangeran pun menerima kekalahannya, lalu memutuskan untuk pergi.[4]

Filosofi Meriam Tegak

Cerita Meriam Tegak di Desa Batu Berdaun dipercaya oleh sebagian masyarakat Lingga, sehingga mereka takut dan tidak berani untuk berbuat sesuatu yang bisa merusak keberadaan meriam. Di sebalik cerita meriam tegak, terdapat pesan dalam dunia Melayu, kaum perempuan tidak selalu dianggap sebagai kaum yang lemah tetapi juga mempunyai kemampuan-kemampuan yang setara laki-laki dan tentunya berhubungan dengan persamaan hak-hak perempuan dalam masyarakat modern masa kini. Meriam tegak yang mengandung cerita rakyat atau legenda telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya Kabupaten Lingga yang dilindungi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.[1]

Referensi

  1. ^ a b c admin (2022-02-10). "LEGENDA MERIAM TEGAK". Diakses tanggal 2025-11-17.
  2. ^ a b Gandapurnama, Baban. "Ada Meriam Tegak di Kepri, Begini Penampakannya". detikTravel. Diakses tanggal 2025-11-17.
  3. ^ "Kisah Supranatural Encik Walek dan Legenda Meriam Tegak di Kepri yang Mirip Cerita Drama Korea". Tribunjogja.com. Diakses tanggal 2025-11-17.
  4. ^ a b "Kisah Supranatural Encik Walek dan Legenda Meriam Tegak di Kepri yang Mirip Cerita Drama Korea". Tribunjogja.com. Diakses tanggal 2025-11-17.
  5. ^ Akok, Ambok (2018-09-18). "Sejarah Meriam Tegak "Sumpahnya Tuan Putri Raja Terhadap Pangeran"". Radarsatu. Diakses tanggal 2025-11-17.
  6. ^ "Kisah Supranatural Encik Walek dan Legenda Meriam Tegak di Kepri yang Mirip Cerita Drama Korea". Tribunjogja.com. Diakses tanggal 2025-11-17.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement