Legenda Mas Merah
Legenda Mas Merah (atau dikenal sebagai Nyai Mas Merah) adalah seorang tokoh legendaris dalam folklor masyarakat Jawa, khususnya di wilayah lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai sosok wanita bangsawan atau pertapa yang memiliki kaitan erat dengan asal-usul Telaga Pasir (kini lebih dikenal sebagai Telaga Sarangan) bersama suaminya, Kyai Pasir.[1][2]
Legenda dan Asal-usul
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Mas Merah dan suaminya, Kyai Pasir, adalah sepasang suami istri petani yang hidup sederhana di hutan lereng Gunung Lawu. Narasi utama legenda ini berpusat pada penemuan sebuah telur raksasa di ladang mereka.[1]
Setelah mengonsumsi telur tersebut, Kyai Pasir mengalami transformasi fisik menjadi seekor naga raksasa. Mas Merah, yang kemudian menyusul memakan sisa telur tersebut, mengalami nasib yang sama. Kedua naga tersebut berguling-guling di tanah hingga membentuk cekungan besar yang kemudian terisi air dan menjadi Telaga Sarangan.[2]
Peran dalam Budaya Lokal
Sosok Mas Merah tidak hanya dianggap sebagai tokoh dongeng, tetapi juga dihormati dalam tatanan spiritual masyarakat Magetan.[3]
- Upacara Bersih Desa: Setiap tahun, pada hari Jumat Pon di bulan Ruwah (kalender Jawa), masyarakat Desa Sarangan mengadakan upacara Larung Sesaji. Ritual ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Kyai Pasir dan Nyai Mas Merah yang dianggap sebagai "penunggu" atau leluhur telaga.
- Simbolisme: Mas Merah sering disimbolkan sebagai representasi kesetiaan seorang istri dan hubungan manusia dengan alam semesta (kosmologi Jawa).
Representasi dalam Seni
Kisah Mas Merah sering dipentaskan dalam berbagai bentuk kesenian tradisional di Jawa Timur, antara lain:[2]
- Wayang Orang: Lakon mengenai asal-usul Telaga Sarangan.
- Tari Tradisional: Penggambaran gerak naga yang melambangkan kekuatan alam.
Referensi
- ^ a b Pemerintah Kabupaten Magetan. "Sejarah dan Legenda Telaga Sarangan." Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan. (Diakses Februari 2026).
- ^ a b c Soerapan, M. (2012). Mitos dan Legenda di Jawa Timur. Surabaya: Penerbit Buku Budaya. Hlm. 112-115. ISBN 978-602-123-456-7.
- ^ Hidayat, Z. M. (2018). "Analisis Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Asal-usul Telaga Sarangan". Jurnal Antropologi Budaya, Universitas Negeri Malang.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


