Langenharjo, Grogol, Sukoharjo
Langenharjo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Kantor Desa Langenharjo | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Sukoharjo | ||||
| Kecamatan | Grogol | ||||
| Kode pos | 57552 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.11.09.2005 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Langenharjo (bahasa Jawa: Langenharja, Aksara Jawa: ꦭꦤ꧀ꦒꦺꦤ꧀ꦲꦂꦗꦺꦴ) adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia. Kata Langenharjo berasal dari dua kata, yaitu Pangangen yang artinya keinginan, dan Harjo yang berarti makmur.
Sejarah
Pesanggrahan Langenharjo
Pesanggrahan Langenharjo dibangun pada tahun 1870 masehi atas prakarsa dari Sri Susuhunan Pakubuwono Kaping IX sekaligus menjadi saksi bisu jejak peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta di Kabupaten Sukoharjo, sisi selatan Kota Surakarta.[1] Pembangunan Pesanggrahan ini selesai pada tanggal 15 Juli 1931 pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono Kaping X. Lokasi Pesanggrahan Langenharjo terletak di sisi Utara sungai Bengawan Solo dan berjarak sekitar 10 km dari Keraton Surakarta. Beberapa ruangan yang terdapat dalam Pesanggrahan Langenharjo diantaranya Pendopo Prabasana, Kuncungan, Ndalem Ageng, Pendopo Pangkuran, gudang senjata, ruang tamu, keputren, dan kesatrian.[1]
Kyai Rojomolo

Pesanggrahan Langenharjo terdapat serpihan kayu yang berasal dari perahu yang digunakan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono IX saat melaksanakan "Tapa Ngeli". Konon, seusai Tapa Ngeli, PB IX menemukan daerah yang kemudian hari dibangun pesanggrahan ini. Hal lain disebutkan bahwa perahu yang dinaiki PB IX adalah milik Jaka Tingkir yang bergelar bergelar Sultan Hadiwijaya (1549-1582 Masehi), penguasa Kesultanan Pajang yang merupakan cikal bakal dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Hiasan yang terdapat pada kepala perahu itu kemudian diketahui bernama Kyai Rojomolo.
Pariwisata dan religi
Pemandian Air Hangat
Terdapat bagian dari Pesanggrahan Langenharjo yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber air hangat, tepatnya di depan pendopo Pungkuran. Ada satu sumber air panas yang dulunya mengalir sangat deras dan airnya hangat, banyak digunakan oleh masyarakat umum untuk pengobatan karena mengandung belerang. Sayangnya saat ini sumber airnya sudah tidak panas lagi karena sudah tertutup banyak lumpur bahkan tidak keluar air. Serta debit airnya juga berkurang sehingga perlu menggunakan pompa. Ada delapan kamar mandi yang disediakan tetapi kondisinya tidak terawat.[2]
Monumen Jembatan Bacem
Jembatan Bacem atau dikenal juga dengan Kreteg Bacem merupakan salah satu simbol kekuasaan PB X. Tugu monumen tersebut terletak di kolong jembatan. Tugu monumen tersebut sempat mau dihancurkan bersamaan dibangunnya jembatan baru. Namun, karena terpengaruh sesuatu hal mistis, kegiatan tersebut urung dilakukan.[3]
Pada masa penjajahan, Jembatan Bacem memiliki peran penting karena menjadi penghubung roda kendaraan militer yang melintas, baik militer dari penjajah (Agresi Belanda dan Pendudukan Jepang) ataupun prajurit pribumi. Jembatan yang baru pun diresmikan pada tahun 2000.[3]
Masjid Cipto Sidi Langenharjo
Masjid ini merupakan tempat ibadah umat Islam yang dibangun sejak era Sri Susuhunan Pakubuwono IX. Terdapat beduk, mimbar khatib, tulisan simbol PB X dan bentuk bangunan sedari Sunan Pakubuwono X. Sampai saat ini, Beduk tersebut masih sering dibunyikan untuk memberikan tanda waktu azan masuk. Diketahui bangunan ini sudah ada sejak tahun 1879 Masehi dan sudah diakui sebagai Cagar Budaya.[4]
Makam Kyai Khasan Mukmin
Kyai Khasan Mukmin merupakan seorang guru dari Sri Susuhunan Pakubuwono IX dan X. Sampai saat ini, makam tersebut masih sering didatangi oleh peziarah bahkan ada yang datang dari luar kota.
Pembagian wilayah
Desa Langenharjo terdiri dari beberapa dukuh, antara lain:[5]
- Bacem
- Jati
- Langenharjo
- Pepe
- Tegalan
- Sengon
- Tegalsari
- Tlobong
Kepala desa
Sri Sunarwan, S.E (saat ini)
Pendidikan
Lembaga pendidikan formal di Desa Langenharjo, antara lain:[6]
- TK Bustanul Athfal 09
- SD Negeri Langenharjo 01
- SD Negeri Langenharjo 02
- SD Negeri Langenharjo 03
- SD Islam Terpadu Darul Falah
- SD Kristen Pratama
- SD Singapore Piaget Academy
- SMP Singapore Piaget Academy
- PPTQ AL-Fath
Organisasi masyarakat
- Muhammadiyah
- Nahdlatul Ulama
- Majelis Tafsir Al-Quran
- Lembaga Dakwah Islam Indonesia
- Salafiyah
- Persaudaraan Setia Hati Teratai
- Pemuda Pancasila
- Banser NU
Referensi
- ^ a b "Pesanggrahan Langenharjo, Jejak Sejarah Raja Keraton Solo PB IX". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-01-03.
- ^ author, author (2022-05-22). "Pemandian Air Panas Peninggalan Raja Keraton Solo Nasibmu Kini, Dibiarkan Merana". INEWS. Diakses tanggal 2025-01-05.
- ^ a b "Sejarah Berdirinya Jembatan Bacem: Lambang Kekuasaan Pakubuwono X". TribunSolo Wiki. Diakses tanggal 2025-01-03.
- ^ author, author (2022-04-18). "Masjid Ciptosidi Peninggalan PB IX dan PB X di Sukoharjo, Sudah Masuk Menjadi Cagar Budaya". Tribun. Diakses tanggal 2025-01-03.
- ^ "Nama Dukuh di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo". printilan.com. 20 Januari 2024. Diakses tanggal 12 Mei 2024.
- ^ "Data Referensi Kemendikdasmen". referensi.data.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-06-08.
Pranala luar
- (Indonesia) Data Referensi Pendidikan Kecamatan Grogol Diarsipkan 2021-06-15 di Wayback Machine.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



