Lagu Bungong Seulanga


Bungong Seulanga (secara harfiah “bunga kenanga” dalam bahasa Aceh) adalah sebuah lagu daerah Aceh yang mengandung nilai estetika dan simbolisme kuat dalam budaya Aceh serta sering diajarkan di sekolah-sekolah daerah. Lagu ini mengadaptasi nama bunga kenanga (Cananga odorata), yang dalam liriknya sering digunakan sebagai metafora untuk gadis muda, keindahan, dan harapan akan pertumbuhan dan keharmonisan dalam masyarakat.[1] Lagu ini diciptakan oleh Da Manua dan Anzip Lamnyong. Lirik lagu Aceh Bungong Selanga ini kemudian dinyanyikan oleh Safira Amalia.[2]

Sejarah

Bunga Selanga memiliki peran yang sangat penting dalam setiap upacara adat atau acara lainnya. Misalnya dalam acara pernikahan, Seulanga sebagai pelengkap Ranup Seulaseh (sirih junjung) atau Ranup Meuh (sirih Hias) dan bunga penutup sanggul pengantin perempuan di Aceh. Seulanga di Aceh dijadikan sebagai penghias bate ranup (tempat sirih) yang merupakan lambang memuliakan tamu bagi masyarakat Aceh.

Zaman dulu, Seulanga dijadikan sebagai pengharum kamar atau ruangan. Tidak hanya itu, Seulanga juga bisa dijadikan pengganti parfum bagi seorang pengantin. Bahkan, pada zaman modern ini sudah dibuat parfum yang berbau Seulanga. Bunga ini sebagai bentuk kemegahan dan kemewahan wanita Aceh dalam menggunakan pakaian adatnya. Sehingga, lagu Bungong Seulanga memiliki akar tradisional yang telah dikembangkan dalam kesenian Aceh dan sering dibawakan dalam pertunjukan seni tari Aceh dan diajarkan dalam kurikulum sekolah di Aceh.

Daftar Referensi

  1. ^ Permana, Munzir (28 Jun 2024). "Bungong Seulanga, Filosofi Kelembutan dan Kasih Sayang". https://www.rri.co.id/daerah/786519/bungong-seulanga-filosofi-kelembutan-dan-kasih-sayang. Diakses tanggal 17 Juni 2025.
  2. ^ "BUNGONG SEULANGA | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2025-06-17.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement