Labyrinth (film 2011)
| Labyrinth | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop Turki | |
| Sutradara | Tolga Örnek |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Tolga Örnek |
| Pemeran | |
| Penata musik | |
| Sinematografer | Burak Kanbir |
| Penyunting | Oguz Celik |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Tiglon |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 123 menit |
| Negara |
|
| Bahasa |
|
Pendapatan kotor | 2,4 juta Lira Turki |
Labyrinth (Turki: Labirent) adalah film aksi triler mata-mata Turki tahun 2011 yang disutradarai dan ditulis oleh Tolga Örnek serta dibintangi oleh Timuçin Esen, Meltem Cumbul, Sarp Akkaya dan Rıza Kocaoğlu. Ceritanya mengikuti agen intelijen Turki dalam memburu jaringan teroris berbahaya sambil menghadapi trauma pribadi dan dilema moral.
Labyrinth ini ditayangkan di bioskop Turki pada 23 Desember 2011, dan berhasil menghasilkan pendapatan sebesar 2.486.131 Lira Turki.
Plot
Hasan Nur Khan, seorang teroris berusia 25 tahun melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan bom di depan sebuah gedung di Istanbul. Puluhan orang menjadi korban termasuk 30 warga Amerika dan 5 warga Inggris. Organisasi teroris El Wahid mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Di kantor Organisasi Intelijen Nasional (MIT), Istanbul, Fikret memimpin penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Di saat yang sama, aset mereka BK-144 yang berada di Jerman diculik dan dibunuh oleh jaringan teroris El Wahid. Dalam penyelidikan, terungkap bahwa Hasan Nur Khan menggunakan paspor Inggris dengan visa pelajar untuk masuk ke Istanbul. Dia merupakan alumni dari universitas yang sama dengan Rasim, salah satu aset Fikret yang berasal dari Gaza. MIT berhasil menemukan rumah tempat para teroris tinggal mengumpulkan barang-barang bukti sebagai petunjuk. Dari analisa yang dilakukan, disimpulkan bahwa akan ada rencana besar berikutnya yang akan dilakukan oleh kelompok teroris tersebut. Mereka menemukan bahwa anggota teroris yang teridentifikasi adalah Hasan Nur Khan, Yahya Atuf dan Mahmut Tütüncü. Fikret kemudian bertemu Hugh Spencer, kepala SIS Istanbul, dan mengungkap bahwa Hasan Nur Khan adalah mantan anggota SIS yang masuk ke dalam kamp pelatihan kelompok teroris di Pakistan 2 tahun lalu. Sejak mendarat di Pakistan, SIS kehilangan kontak dengannya. Hugh menduga bahwa penyamarannya terbongkar sehingga dibunuh.
Di Frankfurt, polisi menggrebek salah satu kediaman jaringan teroris yang membuat mereka mendapatkan informasi bahwa Yahya Atuf dan Mahmut Tütüncü kini sedang bersembunyi di Irak Utara. Fikret dan rekannya, Reyhan menemui Sekretaris Jenderal, untuk meminta tambahan personel, analisa dan dana setelah meyakini bahwa serangan bom Hasan hanyalah serangan uji coba dari sesuatu yang lebih besar. Meskipun mempertimbangkan masih harus berhadapan dengan banyak organisasi berbahaya lain seperti IBDA-C, PKK, Tevhid-i Selam, Sekretaris Jendral tetap menyuruh Fikret untuk mengirimkan memo tertulis mengenai semua permintaannya.
Fikret memperkenalkan Rasim kepada Reyhan, dan mendapatkan informasi bahwa kelompok teroris El Wahid akan beroperasi di Mardin. Mereka secara diam-diam mengawasi pergerakan kelompok tersebut, dan mendapatkan nama pemimpin kelompok El Wahid yaitu Abu Hamza, atau juga dikenal dengan Yousuf Zawas. Dia adalah anak seorang dokter asal Arab Saudi dan ibunya adalah orang Suriah. Dia menempuh pendidikan kedokteran dan tinggal di Amerika Serikat serta pernah masuk dalam jaringan Jihad Islam, Hamas dan Al—Qaeda. Fikret mendapat informasi dari Spencer mengenai Yahya yang akan bergabung bersama Mahmut di Irak Utara. Dengan bantuan badan intelijen beberapa negara, sebuah tim dikerahkan untuk menggebrek rumah persembunyian teroris di Irak Utara dan membunuh Yabya serta melukai Mahmut hingga sekarat. Tim intelijen mencoba menginterogasi Mahmut tapi tidak berhasil mendapatkan informasi mengenai lokasi serangan berikutnya.
Di Frankfurt, terjadi serangan bom yang menewaskan lebih dari 100 orang. El Wahid mengirim siaran pers kepada Al-Jazeera yang mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab pada serangan tersebut. Salah satu pelaku bom bunuh diri, Zait Yilmaz yang merupakan saudara dari Rasim, mengalami dilema moral ketika akan meledakkan bom, sehingga batal melakukannya. Fikret mendapatkan informasi dari Hugh bahwa ada sejumlah besar C-4 yang hilang di Irak Utara dan serangan selanjutnya akan dilakukan di London. Hugh juga menuntut Rasim agar bisa segera menangkap saudaranya.
Di masa lalu, Fikret pernah memiliki aset yang dilatihnya untuk melacak pergerakan organisasi teroris El-Tekfir di Yemen. Aset tersebut akhirnya tertangkap dan dikuliti hidup-hidup, membuat Fikret merasa bersalah. Ia juga kehilangan salah satu temannya, Uğur Şener, yang diculik bersama dengan aset tersebut. Dalam pertemuannya dengan Hugh, Hugh mengetahui keberadaan Uğur Şener dan akan memberikan informasi tersebut dengan Rasim sebagai gantinya. Fikret yang trauma dengan kematian asetnya di masa lalu, tidak ingin nasib Rasim berakhir sama, sehingga mengancam Hugh untuk menjauhinya. Zait menemui Rasim, dan meminta Rasim untuk membantunya karena saat ini dirinya tengah diburu oleh kelompok El Wahid yang menganggapnya sebagai pengkhianat.
Penggrebekan dilakukan oleh MIT di sebuah kompleks apartemen di Kartal. Pada saat terdesak, salah satu teroris mengaktifkan bom sehingga membunuh semua agen yang masuk ke dalam ruangan. Hal itu mengguncang dan menimbulkan kesedihan mendalam bagi Fikret dan Reyhan. Hugh mendatangi Fikret untuk berdamai dan memberikan foto Yousuf Zawas kepadanya, serta memberitahu bahwa Uğur akan kembali ke Istanbul dalam dua minggu. Setelah berhasil memecahkan enkripsi dari sebuah data, Fikret menyadari bahwa serangan selanjutnya akan dilakukan pada 24 Agustus jam 17:45. Di tempat lain, Zait datang menemui Reyhan untuk memberikan informasi mengenai serangan selanjutnya. Tidak lama setelah Zait tiba, kelompok El Wahid datang menggrebek dan menangkap mereka berdua. Zait dibunuh dan Reyhan disiksa supaya mengungkap siapa penyusup yang selama ini selalu memberikan informasi kepada MIT. Di tempat lain, terungkap bahwa Serdar, atasan Fikret ternyata adalah pejabat kotor yang bertanggung jawab atas kebocoran informasi yang membuat para agen terbunuh. MIT berhasil menemukan markas kelompok El Wahid dan berhasil menyelamatkan Reyhan tepat pada waktunya. MIT berhasil melacak tiga mobil penuh bom yang sedang melakukan perjalanan menuju ke target peledakan. Saat ketiga mobil tersebut berhenti di Jembatan Fatih Sultan Mehmet, tim lapangan MIT berhasil melumpuhkan para pelaku pemboman dengan menembak mereka di tempat. Di tempat lain, Fikret dan Reyhan tiba di rumah tempat persembunyian Yousuf Zawas. Setelah sempat terjadi baku tembak, mereka akhirnya berhasil membunuh Yousuf Zawas dan tangan kanannya, tetapi Fikret juga tertembak. Fikret akhirnya meninggal di dalam pelukan Reyhan.
Reyhan mendapatkan penghargaan, sementara Sendar ditangkap atas dugaan korupsi. Uğur tiba di Istanbul dan hanya bisa menangis mengetahui bahwa Fikret telah tiada. Beberapa waktu kemudian, Reyhan mengunjungi makam Fikret dan menaruh selembar potongan koran bertuliskan namanya di atasnya. Rasim muncul, dan Reyhan memberikannya 3 buku paspor yang pernah dijanjikan oleh Fikret kepadanya.
Pemeran
- Timuçin Esen sebagai Fikret Kozlu, agen MIT yang memimpin operasi kontra terorisme
- Meltem Cumbul sebagai Reyhan, rekan Fikret di MIT
- Sarp Akkaya sebagai Bülent, agen MIT
- Rıza Kocaoğlu sebagai Haluk, agen MIT
- Ozan Bilen sebagai Rasim, aset Fikret yang menyusup di organisasi El Wahid
- Umut Kurt sebagai Zait Yilmaz, saudara Rasim, anggota kelompok terorisme El Wahid
- Altan Gördüm sebagai Yousuf Zawas (Abu Hamza), pemimpin El Wahid
- Martin Turner sebagai Hugh Spencer, Kepala SIS cabang Istanbul
- Alptekin Serdengeçti sebagai Rıfat Akyıldız
- Numan Acar sebagai Ajan Bk-144, aset MIT di Frankfurt
- Melike Güner sebagai Bahar
- Erdal Küçükkömürcü sebagai Serdar, atasan Fikret
- Cem Bender sebagai Uğur
- Emre Melemez sebagai Aziz
- Aslıhan Gürbüz sebagai Ayla
- Giray Altınok sebagai Ahmet
- Yurdaer Okur sebagai İsmet
- Amith Rahman sebagai Hasan Nur Khan
- Alize Gördüm sebagai Ayşe
- Burhan Türk sebagai Abdullah Kurtuluş
- Muzaffer Saygın Üngör sebagai Memur
- Ulvi Yiğit sebagai Hasan
- Yurtşen Fidan sebagai Reyhan'ın Annesi
- Hakan Karaca sebagai Bekir
- Eyüp Bahşi sebagai Mahmud Tütüncü
- Burhan Türk sebagai Abdullah Kurtuluş
- Ulvi Yiğit sebagai Hasan
Produksi
Film ini disutradarai, ditulis sekaligus diproduseri oleh Tolga Örnek, dan merupakan produksi bersama Turki–Jerman.[1] Proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi internasional, terutama Istanbul, Mardin, dan Frankfurt, yang mencerminkan cakupan cerita yang lintas negara.[2] Syuting telah selesai sekitar September 2011, dengan sebagian adegan terakhir diselesaikan di Mardin, sementara proses pascaproduksi dilakukan di Turki dan Jerman.[3]
Film ini juga mendapat dukungan dari lembaga seperti Kementerian Kebudayaan Turki dan Eurimages, yang menunjukkan skala produksi yang cukup besar untuk film aksi-politik regional.[3]
Penayangan
Film ini dirilis di bioskop Turki pada 23 Desember 2011. Distribusi domestiknya ditangani oleh perusahaan lokal Tiglon/Kast Media, dan film ini juga diputar di beberapa negara lain sebagai bagian dari distribusi internasional terbatas.[1]
Referensi
- ^ a b "Labirent". www.dfi.dk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-18.
- ^ yandex.com.tr https://yandex.com.tr/yaensiklopedia/film/Labirent/0oCgp0cncyNDY2MzcyGARInF5m. Diakses tanggal 2026-03-18.
- ^ a b Beyazperde (2011-09-08). "'Labirent'in Çekimleri Tamamlandı!". Beyazperde (dalam bahasa Turki). Diakses tanggal 2026-03-18.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


