Kunyung

Kunyung (racun anak panah) yang dipamerkan di Museum Tjilik Riwut, dalam regional Museum Balanga Kalimantan Tengah.

Kunyung adalah racun yang diracik oleh suku Dayak untuk melumuri anak sumpit atau damek.[1] Aktivitas berburu dengan menggunakan sumpit (sipet) sendiri dikenal sebagai sebutan manyipet.

Kunyung adalah racun atau bisa dari hewan seperti ular, kalajengking atau kodok hijau.[2] Racun kunyung juga bisa berasal dari getah pohon dan ramuan-ramuan tumbuhan atau ipoh/ipuh.[3]

Efek yang ditimbulkan kunyung akan langsung terasa hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Sasaran yang terkena sipet berlumur kunyung bisa lumpuh atau kehilangan nyawa.[3] Binatang buruan atau musuh yang tertancap di ujung damek dipastikan akan mati dalam waktu 30 detik hingga 3 menit.[1]

Maka dari itu, bagian daging di sekitar damek yang menancap akan berwarna biru dan harus dibuang karena berbahaya jika dimakan.[1]

Cara Pembuatan

Ada beberapa tahapan pembuatan racun kunyung yang menyesuaikan dengan bahan yang tersedia di alam.

Ada buah yang disebut lumu atau lipu oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Buah ini menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat, bahkan tidak akan hilang walau digaruk sampai kulit terkelupas. Pada zaman dulu, buah lumu atau lipu ini digunakan sebagai pengusir monyet yang menjadi hama tanaman masyarakat.[4]

Kemudian, ada pohon ipuh yang getahnya memiliki kekuatan racun berbeda-beda sesuai dengan tipe pohon. Jika getah ipuh terkena kulit, rasanya seperti tersiram air panas.[4]

Bahan baku yang berasal dari hewan biasanya menggunakan kodok beraku. Kodok jenis ini memang merupakan hewan beracun di tanah Kalimantan. Salah satu ciri yang bisa dilihat, kulit kodok beraku terdapat bintik-bintik berwarna hitam tempat racun bersarang. Bagian inilah yang diambil untuk pembuatan kunyung atau racun damek.[4]

Ketiga bahan tersebut lalu dimasak dengan cara khusus (hanya ahlinya yang tahu) di luar rumah. Kombinasi bahan-bahan tersebut membentuk cairan hitam kebiruan. Ekstrak buah lumu mempercepat proses penyerapan racun oleh tubuh. Sasaran pun menjadi kejang-kejang dengan badan kebiruan. Kekuatan racun ini disebut-sebut lebih kuat dari bisa ular kobra.[4]

Referensi

  1. ^ a b c "Senjata Sakti Suku Dayak yang Mematikan selain Mandau - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 2025-06-20.
  2. ^ "Sumpit Dilaburi Kunyung, Senjata Tradisional Suku Dayak yang Mematikan Saat Perang". Tribunkalteng.com. Diakses tanggal 2025-06-20.
  3. ^ a b "Mengenal Sumpit, Senjata Andalan Suku Dayak". kumparan. Diakses tanggal 2025-06-20.
  4. ^ a b c d "Buah-Buahan dan Kodok, Bahan Racun Damek yang Mematikan » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-06-20.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement