Kotabunan Induk, Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur

Kotabunan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Utara
KabupatenBolaang Mongondow Timur
KecamatanKotabunan
Kode pos
95782
Kode Kemendagri71.10.02.2001 Suntingan nilai di Wikidata
Jumlah penduduk14.000

Kotabunan Induk adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Sejarah

Kotabunan awalnya merupakan daerah akulturasi budaya antara persebaran awal suku mongondow yang bermukim di wilayah gunung garini saat ini menjadi desa bukaka dengan masyarakat pendatang asal bone dan makasar korban perang arung palaka yang sat itu mendiami pesisir pantai kotabunan jauh sebelum kedatangan Tadohe dan Inde Dou ke wilayah itu.

Terkisah dalam O'Uman (folklore lokal) saat itu suku-suku mongondow yang sudah mulai berbudaya melakukan aktivitas penambangan di wilayah Panang dan sering melakukan barter benda dan hasil bumi dengan pendatang asal bone tersebut. hingga akhirnya terjadi kawin campur antara kedua suku dan akhirnya mulai membangun wilayah sendiri dengan sebutan "Tambahan" saat ini menjadi Desa Bulawan Satu. hingga populasi meningkat dan akhirnya secara musyawarah mufakat oleh guhanga (tetua-tetua adat) dan masyarakat pada tahun April 1901 di resmikan menjadi Desa Kotabunan.

Pada zaman Kerajaan Bolaang Mongondow Kotabunan merupakan salah satu dari lima distrik tua Kerajaan dengan Inde Dou'[1] sebagai boganinya. setalah kerajaan bolaang mongondow bergabung dengan NKRI pada tahun 1955 Wilayah ini kemudian diubah menjadi Kecamatan Kotabunan, setelah mekar dari Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, kecamatan kotabunan di pecah menjadi empat kecamatan yakni; Kecamatan Kotabunan, Kecamatan Tutuyan, Kecamatan Nuangan dan Kecamatan Motongkad.

Kotabunan secara geografi mencakup seluruh wilayah pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Saat masih bersama Kabupaten Bolaang Mongondow, Desa Kotabunan mekar menjadi beberapa wilayah seperti Buyat pada 1974, Paret pada 1974, Bukaka pada 1976 dan Bulawan pada 1992 dan setelah mekar menjadi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada tahun 2008 secara Administratif Kecamatan Kotabunan telah mekar menjadi 15 Desa :

Kotabunan
Kotabunan
Desa Kotabunan
Desa Kotabunan view Pulau Kumeke
Peta Kotabunan
Peta Kecamatan Kotabunan

Kecamatan Kotabunan :

  • Kotabunan
  • Kotabunan Barat
  • Kotabunan Selatan
  • Bulawan
  • Bulawan Satu
  • Bulawan Dua
  • Paret
  • Paret Timur
  • Bukaka
  • Buyat
  • Buyat Tengah
  • Buyat 1
  • Buyat 2
  • Buyat Barat
  • Buyat Selatan

Demografi

Desa Kotabunan merupakan wilayah pesisir pantai. beriklim tropis dengan curah hujan cenderung tinggi, berjumlah penduduk ± 14.000 jiwa, dan merupaka wilayah yang penuh dengan sejarah, mulai dari sejarah peradaban awal kerajaan mongondow hingga sejarah penambangan emas VOC Belanda di wilayah Mongondow

Kontrak Belanda
Kontrak Belanda dengan Kerajaan Bolaang Mongondow

Berikut salah satu surat berharga belanda di Kotabunan

Secara harfiah berarti :

Tender Tanpa Nama

Eksplorasi dan Eksploitasi Masyarakat

Bolang Mongondow

Doup Panang
Doup Panang

hingga kini lokasi surat tersebut masih menjadi wilayah pertambangan masyarakat secara tradisional.

Doup Panang
Doup Panang

juga secara zonasi sejak 2013 masuk dalam zonasi IUP Perusahan Tambang.

Potensi

Kotabunan memiliki potensi kekayaan alam yang sangat berlimpah, mulai dari pertambangan, perikanan, perkebunan, kelautan, kehutanan dan pariwisata. Belum semua kekayaan alam tersebut dikelola dengan benar. Pemerintah Daerah dan Steck Holder terkait belum melirik kearah tersebut.

Pariwisata

Di Kotabunan terdapat beberapa objek wisata yakni:

  • Pulau Nanas (Bombuyanoi)
  • Pulau Kumeke
  • Pulau Racun
  • Snorkling & Diving Tanjung Kotabunan
  • Panang (Pertambangan Tua)
  • Kuala Bakan
  • Kuala Ongkobu
  • Air Terjun Garini / Air Terjun Kayaton

Referensi

  1. ^ admin (2022-07-07). "Perjalanan Inde Dou dan Tadohe ke Timur Totabuan Jadi Deskripsi Seminar". Lensa Sulut. Diakses tanggal 2025-08-30.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement