Kopi godog


Kopi godog dikenal juga sebagai kopi golodog merupakan minuman tradisional khas dari Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.[1] Minuman ini memiliki keunikan tersendiri karena tidak disajikan setiap hari, melainkan hanya pada acara-acara tertentu, khususnya kegiatan adat seperti Hajat Bumi Cariu di Desa Sukadana. Dalam perayaan tersebut, kopi godog disuguhkan kepada masyarakat dan para tamu yang hadir sebagai bagian dari tradisi kebersamaan.[2]

Sejarah

Kopi godog telah dikenal sejak abad ke-17, pada masa pemerintahan Kanjeng Dalem Cakradita, pemimpin wilayah Sukadana pada waktu itu. Kopi ini disebut sebagai minuman favorit Kanjeng Dalem Cakradita, yang kini dimakamkan di Situs Keramat Lengkong Sukadana. Tradisi penyajian kopi godog kemudian diwariskan secara turun-temurun dan tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sukadana.[2]

Sumber lain menerangkan asal-usul kopi godog yang secara pasti belum diketahui. Namun, berdasarkan penuturan masyarakat setempat, minuman ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Pada masa lampau, hampir setiap warga yang mengadakan hajatan atau menjelang masa panen selalu membuat kopi godog sebagai bagian dari tradisi mereka. Dalam berbagai upacara adat di situs-situs keramat, kopi godog juga kerap disajikan berdampingan dengan sesaji. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut mulai ditinggalkan. Kini, tradisi penyajian Kopi Godog hanya masih dilestarikan di Situs Lengkong, Sukadana, terutama pada acara mupunjung (ritual penghormatan terhadap leluhur).[3]

Ciri khas

Ciri khas kopi godog atau golodog terletak pada rasa dan cara menikmatinya. Minuman ini memiliki perpaduan cita rasa manis dan gurih, dengan sensasi pahit khas dari biji kopi yang masih utuh. Dalam penyajiannya, biji kopi tidak sepenuhnya disaring, sehingga penikmatnya dapat mengunyah biji kopi saat menyeruput minuman tersebut suatu pengalaman yang menjadi ciri khas kopi godog atau golodog[2].

Selain itu, tradisi minum kopi godog merupakan kebiasaan masyarakat Sukadana yang dilakukan setelah berziarah ke makam leluhur. Seusai kegiatan ziarah, warga secara bersama-sama menyiapkan dan menyeduh kopi godog, kemudian menikmatinya bersama di area makam keramat sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi turun-temurun.[4]

Warisan budaya tak benda

Kopi Godog khas Ciamis telah masuk ke dalam kategori Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Penetapan ini menunjukkan bahwa Kopi Godog bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Ciamis.[5][6]

Referensi

  1. ^ inewsid. "Mengenal Kopi Golodog Khas Ciamis". https://ciamisraya.inews.id/. Diakses tanggal 2025-11-02.
  2. ^ a b c Hermansyah, Dadang. "Uniknya Kopi Godog Ciamis, Nyeruput Sambil Ngunyah Biji Kopi". detikjabar. Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ^ Rizky Fauzi, Ahmad; Fauzian, Yudi (2023). "Kopi Godog Sebagai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Mupunjung Situs Lengkong Desa Sukadana Kabupaten Ciamis". Bihari: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah. 6 (2).
  4. ^ "Produk Wisata Kopi Godog Atau Kopi Golodog". jadesta.kemenpar.go.id. Diakses tanggal 2025-11-02.
  5. ^ Editor2 (2025-01-17). "Pemprov Jabar Tetapkan Kopi Godog dan Peuyeum Koroto Sebagai Warisan Budaya Tak Benda". JAPOSCO. Diakses tanggal 2025-11-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  6. ^ Riza, Irfansyah (2025-01-13). "Peuyeum Koroto dan Kopi Godog, Warisan Budaya Tak Benda Ciamis". Fokus Jabar. Diakses tanggal 2025-11-02.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement