Komunikasi pertanian


Komunikasi Pertanian atau agricultural communication adalah bidang yang memfokuskan pada penyampaian informasi terkait pertanian di antara para pemangku kepentingan pertanian, serta antara pemangku kepentingan pertanian dan non-pertanian. Bidang ini merupakan bagian dari disiplin yang lebih luas,[1] yaitu Kepemimpinan Pertanian, Edukasi, dan Komunikasi, yang biasanya berada dalam fakultas pertanian dan berdampingan dengan subdisiplin lain seperti Pendidikan Pertanian (Agricultural Education) dan Kepemimpinan Pertanian (Agricultural Leadership).[2] Dalam konteks komunikasi pertanian, istilah "pertanian" tidak hanya merujuk pada praktik bertani, tetapi juga mencakup sektor pangan, serat (misalnya kapas), hewan, isu-isu pedesaan, dan sumber daya alam.[3]

Komunikasi pertanian dilakukan baik secara formal maupun informal oleh penyuluh pertanian, guru pendidikan pertanian, serta komunikator swasta.[4] Meskipun beberapa pihak mengaitkannya dengan komunikasi sains, komunikasi pertanian merupakan bidang profesional yang telah ada sebelum studi formal komunikasi sains dikembangkan.[5]

Seorang komunikator pertanian adalah komunikator sains yang secara eksklusif menangani sains terapan dan aspek bisnis dalam pertanian. Profesi ini menuntut tingkat pengetahuan khusus dalam bidang pertanian yang biasanya tidak diwajibkan bagi komunikator massa (mass communicator).[6] Bidang ini mencakup seluruh topik yang berkaitan dengan usaha kompleks di sektor pangan, pakan, serat, energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, pengembangan pedesaan, dan aspek terkait lainnya, mulai dari tingkat lokal hingga global. Komunikasi pertanian juga mencakup seluruh pihak terkait, mulai dari ilmuwan hingga konsumen, dan seluruh tahap proses, mulai dari penelitian pertanian dan produksi hingga pengolahan, pemasaran, konsumsi, nutrisi, dan kesehatan.

Pertumbuhan permintaan terhadap jurnalis dan penyiar yang berfokus pada sektor pertanian mendorong pembentukan disiplin akademik jurnalistik pertanian dan komunikasi pertanian.

Peluang kerja bagi komunikator pertanian meliputi:

  • Penyiar pertanian (farm broadcasting)
  • Jurnalis dan editor majalah atau surat kabar pertanian/pedesaan
  • Spesialis komunikasi atau praktisi hubungan masyarakat di organisasi komoditas pertanian, bisnis, atau organisasi nirlaba
  • Perwakilan penjualan di sektor bisnis pertanian
  • Jurnalis sains
  • Spesialis komunikasi di universitas berbasis land-grant
  • Praktisi hubungan masyarakat atau periklanan untuk perusahaan yang bergerak di bidang pertanian atau memiliki klien pertanian

Sejarah

Bidang akademik komunikasi pertanian berkembang dari mata kuliah komunikasi yang mengajarkan mahasiswa ilmu pertanian cara menyampaikan informasi secara efektif. Pada awalnya, jurnalis pertanian dibutuhkan untuk melaporkan berita pertanian kepada audiens yang lebih luas di daerah pedesaan. Namun, seiring urbanisasi dan perpindahan masyarakat dari pedesaan ke kota dan pinggiran kota, semakin banyak orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai pertanian yang terbatas.[7]

Meskipun kebutuhan akan jurnalis pertanian tetap ada, kebutuhan akan komunikator pertanian justru menjadi sama besar atau bahkan lebih besar. Komunikator pertanian berperan sebagai penghubung antara industri pertanian, yang memiliki tradisi dan nilai yang kuat, dengan publik yang memiliki sedikit atau bahkan tidak sama sekali pemahaman tentang cara kerja pertanian dan alasan di balik praktik-praktik yang dijalankan.[7]

Jurnalistik pertanian

Jurnalistik pertanian adalah cabang jurnalistik yang berfokus pada berbagai aspek pertanian, termasuk bisnis pertanian (agribusiness), praktik terbaik, dan perubahan kondisi dalam sektor pertanian. Jurnalistik pertanian merupakan bagian dari bidang komunikasi pertanian, yang secara akademik dan profesional menekankan praktik-praktik terbaik dalam penyampaian informasi pertanian. Bidang ini tidak hanya menyajikan perspektif para praktisi pertanian dalam berita besar, seperti cuaca atau ekonomi, tetapi juga mentransfer pengetahuan dari pemangku kepentingan, pembuat kebijakan, dan peneliti kepada produsen pertanian dan pihak lain yang terlibat dalam produksi atau pengolahan pangan.[8]

Jurnalistik pertanian berakar dari bentuk-bentuk jurnalistik pedesaan pada pertengahan abad ke-19.[8] Di Amerika Serikat, jurnalistik pertanian menjadi bagian penting dari masyarakat pedesaan dan telah menjadi sumber material historis bagi peneliti ekonomi dan studi masyarakat pedesaan.[9][10] Menjelang akhir abad ke-20, sektor ini menghadapi tekanan komersial yang meningkat dan penurunan jumlah media yang mengkhususkan diri pada pertanian.[11] Meskipun demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa petani, terutama di negara-negara Global South, mengadopsi teknologi dan metodologi baru melalui media jurnalistik pertanian.[12]

Secara global, terdapat berbagai surat kabar dan majalah pertanian, serta program radio yang digunakan untuk komunikasi pertanian. Farm Radio International adalah salah satu organisasi terkemuka yang menyediakan program radio pertanian untuk negara-negara berkembang. Selain itu, terdapat lebih dari 55 organisasi profesional di bidang ini, seperti National American Agricultural Journalists di Amerika Serikat. Sebagian besar organisasi tersebut tergabung dalam federasi internasional, yaitu International Federation of Agricultural Journalists, yang didirikan pada 1933.[8] Organisasi-organisasi ini berperan dalam meningkatkan standar, koordinasi, dan pelatihan di bidang jurnalistik pertanian.[13]

Referensi

  1. ^ Harder, Amy; Roberts, Grady; Lindner, James R. (2021-03-28). "Commonly Accepted Theories, Models, and Philosophies: The Subjective Norms of Our Discipline". Journal of Agricultural Education (dalam bahasa Inggris). 62 (1): 196–211. doi:10.5032/jae.2021.01196. ISSN 1042-0541.
  2. ^ Velez, Jonathan J.; Moore, Lori L.; Bruce, Jacklyn A.; Stephens, Carrie A. (2014). "Agricultural Leadership Education: Past History, Present Reality, and Future Directions". Journal of Leadership Studies (dalam bahasa Inggris). 7 (4): 65–70. doi:10.1002/jls.21312. ISSN 1935-262X.
  3. ^ Doerfert, D. L. (2011). "National research agenda: American Association for Agricultural Education's research priority areas for 2011-2015". Lubbock, TX: Texas Tech University, Department of Agricultural Education and Communications.
  4. ^ Treise, D., & Weigold, M. F. (2002.). "Advancing science communication: A survey of science communicators". Science Communication,. 23(3): , 310-322. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ^ Irani, Tracy; Doerfert, David (2013-04-01). "Preparing for the Next 150 Years of Agricultural Communications". Journal of Applied Communications. 97 (2). doi:10.4148/1051-0834.1109. ISSN 1051-0834.
  6. ^ Boone, K., Meisenbach, T., & Tucker, M. (2000). "Agricultural communications: Changes and challenges,". Iowa State University Press. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  7. ^ a b Evans, J. (2008). "Agricultural Communication Oral History Project". Agricultural Communications Documentation Center.
  8. ^ a b c Nelson, William; Doerfert, David L.; Meyers, Courtney; Baker, Matt; Akers, Cindy; Yamada, Masaru; Nanseki, Teruaki; Roberts, Owen (2014-12-01). "An Examination of the International Federation of Agricultural Journalists' Involvement in Agriculture Knowledge Mobilization". Journal of Applied Communications (dalam bahasa Inggris). 98 (4). doi:10.4148/1051-0834.1095. ISSN 1051-0834.
  9. ^ Scruggs, C. G.; Moseley, Smith W. (1979). "Correction". Agricultural History. 84 (2). doi:10.1215/00021482-84.2.v. ISSN 0002-1482. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  10. ^ Shulman, Stuart W. (1999-04). "The Progressive Era Farm Press: A Primer on a Neglected Source of Journalism History". Journalism History (dalam bahasa Inggris). 25 (1): 26–35. doi:10.1080/00947679.1999.12062507. ISSN 0094-7679.
  11. ^ Reisner, Ann; Walter, Gerry (1994-09). "Journalists' views of advertiser pressures on agricultural news". Journal of Agricultural and Environmental Ethics (dalam bahasa Inggris). 7 (2): 157–172. doi:10.1007/BF02349035. ISSN 1187-7863.
  12. ^ Bassey, Offiong (2021-01-01). https://www.academia.edu/49360066/AGRICULTURAL_JOURNALISM_AN_IMPERATIVE_FOR_SUSTAINABLE_AGRICULTURAL_DEVELOPMENT_IN_NIGERIA_1. ;
  13. ^ North American Agricultural Journalists. . https://www.naaj.net/. Diakses tanggal 2025-11-06.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement