Komunikasi defensif

Komunikasi defensif adalah perilaku komunikasi yang terjadi dalam hubungan interpersonal, lingkungan kerja, dan kelompok sosial.[1][2] ketika seseorang bereaksi secara defensif terhadap kelemahan yang ia sadari sendiri atau terhadap ancaman dari luar.[3][4] Respons defensif dapat dipicu oleh peristiwa eksternal maupun oleh perasaan cemas, tidak aman, dan sensitif,[3] serta sering muncul ketika individu merasa dinilai secara negatif, dikendalikan, atau dipersuasi oleh orang lain.[3] Sigmund Freud merupakan salah satu ilmuwan pertama yang meneliti topik komunikasi defensif secara mendalam dalam pengembangan teori psikodinamik.[2] Sikap defensif dapat menciptakan komunikasi yang tidak efisien dan merusak dalam interaksi sosial, terutama ketika individu menyangkal kelemahannya, memproyeksikan kekurangan pada orang lain, atau menggunakan gaya komunikasi yang menghakimi.[2][3]

Sejarah

Teori Psikodinamik

Psikodinamika adalah studi tentang kekuatan psikologis yang mendasari perilaku manusia. Karya Sigmund Freud tentang teori psikodinamik menjadi dasar penelitian tentang komunikasi defensif.[4] Freud dan rekan-rekannya berpendapat bahwa emosi internal seperti kecemasan, rasa bersalah, dan ketidakamanan dapat memicu reaksi defensif.[2][4] Para ahli teori psikodinamik juga percaya bahwa sikap defensif merupakan respon perlindungan diri terhadap ancaman eksternal.[2]

Teori Komunikasi Suportif dan Defensif Jack Gibb

Teori ini menjelaskan bahwa perilaku defensif muncul ketika seseorang merasa terancam dalam suatu proses komunikasi dan merasa perlu untuk membela diri. Jack Gibb dikenal sebagai salah satu ilmuwan pertama yang meneliti perilaku komunikasi secara spesifik.[9] Dalam beberapa percakapan, komunikasi defensif mungkin tampak normal di permukaan, tetapi di dalam diri individu yang bersangkutan terdapat perasaan marah dan terancam.[5]

Konseptualisasi Iklim Defensif

Pada tahun 1961, Jack Gibb mengembangkan kerangka kerja konseptual untuk mengelompokkan komunikasi menjadi dua kategori besar: perilaku defensif dan perilaku suportif.[3]

  • Perilaku defensif mencakup evaluasi, kontrol, strategi, netralitas, superioritas, dan kepastian.
  • Sedangkan perilaku suportif meliputi deskripsi, orientasi pemecahan masalah, spontanitas, empati, kesetaraan, dan provisionalisme.[3]

Individu dapat merespons secara defensif atau suportif tergantung pada persepsinya terhadap iklim komunikasi. Misalnya, komunikasi yang dirasakan bersifat evaluatif akan meningkatkan defensivitas karena pendengar merasa dihakimi oleh komunikator. Sebaliknya, komunikasi yang bersifat deskriptif seperti permintaan informasi yang dirasakan tulus, tidak memicu respons defensif yang sama.[3]

Defensivitas dalam Interaksi Sosial

Komunikasi defensif dalam interaksi sosial diduga berkaitan dengan kelemahan diri yang dirasakan, serangan dari orang lain, atau fokus terhadap kelemahan orang lain.[4] Berdasarkan hipotesis yang menggabungkan pandangan teori psikodinamik dan konsep iklim defensif Gibb, reaksi defensif dapat dipicu oleh kekuatan internal maupun eksternal.

  • Secara internal, persepsi terhadap kelemahan pribadi (misalnya sifat atau karakter tertentu) dapat menimbulkan reaksi defensif.
  • Secara eksternal, komunikasi defensif muncul ketika seseorang merasa diserang atau terancam.[4]

Komunikasi defensif dianggap sebagai konstruksi relasional, yaitu pandangan subjektif yang timbul dari persepsi individu terhadap situasi komunikasi.[5]

Referensi

  1. ^ Becker, Jennifer A. H.; Halbesleben, Jonathon R. B.; Dan O'Hair, H. (2005-06). "Defensive Communication and Burnout in the Workplace: The Mediating Role of Leader–Member Exchange". Communication Research Reports (dalam bahasa Inggris). 22 (2): 143–150. doi:10.1080/00036810500130653. ISSN 0882-4096.
  2. ^ a b c d e Becker, Jennifer A. H.; Ellevold, Barbara; Stamp, Glen H. (2008-03). "The Creation of Defensiveness in Social Interaction II: A Model of Defensive Communication among Romantic Couples". Communication Monographs (dalam bahasa Inggris). 75 (1): 86–110. doi:10.1080/03637750701885415. ISSN 0363-7751.
  3. ^ a b c d e f g Gibb, Jack R. (1961-09-01). Defensive Communication. Journal of Communication. ISBN ISSN 0021-9916. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b c d e Stamp, Glen H.; Vangelisti, Anita L.; Daly, John A. (1992-03). "The creation of defensiveness in social interaction". Communication Quarterly (dalam bahasa Inggris). 40 (2): 177–190. doi:10.1080/01463379209369832. ISSN 0146-3373.
  5. ^ a b Baker, W. H. (1980-04-01). "Defensiveness in Communication: Its Causes, Effects, and Cures". Journal of Business Communication (dalam bahasa Inggris). 17 (3): 33–43. doi:10.1177/002194368001700304. ISSN 0021-9436.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement