Kompleks Jaya Sabha
| Kompleks Jaya Sabha | |
|---|---|
ᬓᭀᬫ᭄ᬧ᭄ᬮᬾᬓ᭄ᬲ᭄ᬚᬬᬲᬪ | |
Tampak depan Kompleks Jaya Sabha | |
![]() | |
| Nama sebelumnya | Puri Denpasar |
| Informasi umum | |
| Jenis | Kediaman resmi |
| Gaya arsitektur | Bali |
| Lokasi | Jalan Surapati, Dangin Puri, Denpasar Timur, Denpasar,Bali, Indonesia |
| Koordinat | 8°39′20″S 115°13′04″E / 8.65549°S 115.21775°E |
| Penyewa sekarang | Gubernur Bali |
| Mulai dibangun | 1788 |
| Desain dan konstruksi | |
| Arsitek | I Gusti Ngurah Made Pemecutan |
Kompleks Jaya Sabha (Aksara Bali: ᬓᭀᬫ᭄ᬧ᭄ᬮᬾᬓ᭄ᬲ᭄ᬚᬬᬲᬪ) atau hanya Jaya Sabha merupakan rumah dinas Gubernur Bali yang berlokasi di Denpasar Timur, timur laut Catus Patha (patung Catur Muka), titik 0 Kota Denpasar. Tempat ini tepat berada di lapangan Puputan I Gusti Made Agung yang merupakan bekas Puri Agung Denpasar.[1]
Dulunya bernama Puri Denpasar, tempat ini dihancurkan oleh pasukan Belanda selama Perang Puputan tahun 1906.[1]
Sejarah

Kompleks Jaya Sabha memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan Denpasar. Dahulu, Denpasar merupakan sebutan untuk taman kesayangan Raja Badung, Kyai Jambe Ksatrya yang tinggal di Puri Satria. Raja Badung sangat menyukai keindahan alam, sehingga ia membuat taman di bawah pohon beringin. Taman ini terletak di sisi utara pasar dan selatan Puri Satria. Bentuk tanaman ini unik karena dijadikan tempat sabung ayam. Taman Denpasar ini menjadi cikal bakal kompleks Puri Denpasar yang dibangun pada tahun 1788 oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan. Setelah kompleks Puri Denpasar selesai dibangun, pusat pemerintahan kerajaan Badung pindah ke Puri Denpasar. Pada masa Hindia Belanda, Puri Denpasar dihancurkan oleh Belanda. Peristiwa ini terjadi pada masa perang Puputan pada tahun 1906. Belanda kemudian menggunakannya sebagai pusat pemerintahan Bali Selatan. Pada masa penjajahan Belanda, bangunan ini tidak mengalami perubahan bentuk dan penempatan sama sekali di dalam istana. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah menggunakannya sebagai kantor dan kediaman resmi Gubernur Bali.[1]

Peninggalan
Peninggalan yang tersisa adalah pura keluarga Pemrajan Alit yang terletak di sudut Kaja Kangin atau timur laut kawasan Jaya Sabha. Selain itu peninggalan Rencana Puri Agung Denpasar lainnya masih tercatat dalam bentuk sketsa dan kini menjadi koleksi Museum Bali di Denpasar.[2]
Lihat juga
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



