Knach Noor Ajie

Knach Noor Ajie
H. K. Noor Ajie saat menjabat Bupati Tapin Periode Kedua
Bupati Tapin
Masa jabatan
1993–2003
GubernurMuhammad Said
Gusti Hasan Aman
Sjachriel Darham
Informasi pribadi
Lahir(1941-09-06)6 September 1941
Rantau, Hindia Belanda
Meninggal26 Oktober 2018(2018-10-26) (umur 77)
Suami/istriLena Hierasanti
Anak3
AlmamaterUniversitas Lambung Mangkurat
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Knach Noor Ajie (6 September 1941 – 26 Oktober 2018)[1] adalah seorang birokrat dan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapin selama dua periode pada 1993–1998 dan 1998–2003.[2]

Pendidikan

Karier

Staf Sekwilda Kota Banjarmasin (1970), Kepala Inspektorat Kota Banjarmasin(1970-1971), Kepala Bagian Urusan DPRD Kota Banjarmasin(1970-1971), Kepala Biro DPRD/BPH Kota Banjarmasin, (1971), Ketua Panitia Perumahan/Tim Hukum Pemerintah Kota Dati II Banjarmasin (1971-1975), Kabag Hukum Pemko Dati II Banjarmasin (1975-1979), Kepala Sub Dit Perekonomian Pemkodati II Banjarmasin (1975-1979), Ketua Bappeda Kota Dati II Banjarmasin (1981-1985), Sekretaris Wilayah/Daerah Pemkodati II Banjarmasin (1985-1987), Kabid Sosbud Bappeda Prop. Dati I Kalimantan Selatan (1987-1988), Kepala Biro Hukum Sekwilda Tk. I Kalimantan Selatan (1988-1993), Ketua PUPN Kalimantan Selatan/Tengah (1989-1993), Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tapin (1993-2003).

Organisasi

Ketua Ikatan Siswa SMA Negeri Kandangan, Sekretaris Ikatan Keluarga Pemuda Tapin, Anggota Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Anggota Kokar Mendagri Banjarmasin, Ketua Kopri Unit Gabungan Kota Banjarmasin, Ketua Kopri Kota Banjarmasin, Anggota Partai Golkar (1970-1998).

Penghargaan

Peniti Emas atas Jasa dan Kerjasama dengan Pers dan Media Massa dari IPWI-Kalsel (1991), Lencana Pancawarsa dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1996), Piagam Penghargaan Pembinaan dan Pengembangan Program Kemandirian Koperasi Serta Pengembangan Usaha Kecil dari menteri Koperasi dan PPK (1996), Tanda Jasa Satya Lencana Ksatria Bakti Husada dari Menteri Kesehatan RI (1996), Adipura I sebagai Supremasi Kebersihan dan Keindahan Kota Rantau dari Presiden RI (1997), Piagam Penghargaan Upakarti dari Presiden RI (1997), Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI (1997), Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI (1997), Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI (1997).

Kehidupan awal

Putra dari Aini Rasul dan Hi. Acil ini, sejak kecil dikenal se bagai orang yang enerjik dan suka berteman. Ajie, melalui masa kecil dan remajanya sebagai anak yang dekat de-ngan pendidikan agama. Bapak-ibunya mengajarkan agar rajin belajar, kerja keras dan selalu berdoa kepada Allah SWT. Dibesarkan dalam lingkungan agamis ini, membuat Ajie kini dekat dengan para Ulama. Masa remajanya diawali dengan memasuki pendidikan SMP di Rantau (1956) dan dilanjutkan dengan SMA di Kandangan, Banjarmasin. Pendidikan agama yang ditanamkan keluarganya membuat Ajie tumbuh dewasa menjadi anak yang berpendirian teguh, suka bergaul dan bercita-cita tinggi. Semangat belajar ini, membuat Ajie meneruskan pendidikan tingginya di Fakulas Hukum Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin dan lulus pada 1969. Dalam hidup, Bupati Tapin ini mempunyai motto: Bekerjalah dengan sebaik-baiknya, maka semua masalah Insya Allah dapat teratasi. Prinsip ini mendorongnya bekerja keras bersama-sama masyarakat setempat untuk memajukan daerah Tapin. Tak lupa Ajie juga menggalang kerjasama dengan semua jajaran Pem-da dan DPRD Kabupaten Tapin untuk menyukseskan pembangunan daerahnya. Ajie sangat memperhatikan kehidupan masyarakat kecil. la kini mendorong terus berkembangnya pertanian dan kerajinan tangan di daerahnya. Tapin, memang juga dikenal sebagai masyarakat pertanian, sehingga daerah itu dinamai sebagai Lumbung Padi oleh daerah-daerah sekitarnya. Karena itu, Ajie sangat memperhatikan kesejahteraan petani dan mendorong berkembangnya pertanian baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Referensi

  1. ^ Ashabirin, Ibrahim (27 Oktober 2018). "Mantan Bupati Tapin Tutup Usia, Disalatkan Usai Shalat Zuhur di Masjid Al-Jihad Banjarmasin". Banjarmasin Post. Diakses tanggal 4 Agustus 2025.
  2. ^ Pemimpin pemerintahan Indonesia era otonomi: profil gubernur & bupati. IIP Press. 2002.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement