Kintau Lingga
Kintau Lingga adalah kerajinan tangan anyaman bambu atau buluh tali yang umum digunakan oleh masyarakat nelayan dan pekebun di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kintau berfungsi sebagai wadah untuk membawa dan menyimpan hasil tangkapan ikan atau sayuran, yang memiliki makna ketekunan, kehati-hatian, dan kesabaran dalam pembuatannya.[1][2]
Sejarah Kintau
Kintau merupakan raga (keranjang) orang Tiong Hua yang ukurannya besar dan rendah serta diberi tiga helai tali sebagai tangkainya (pemegang). Seiring dengan masuknya orang-orang Cina di masa Kesultanan Riau-Lingga maka pengaruh kebiasaan orang cina sudah membudaya di daerah Kesultanan Riau-Lingga. Kintau sudah berkembang dari dahulu serta digunakan oleh nelayan dan pekebun. Terutama banyak digunakan oleh nelayan. Kegunan kintau untuk memudahkan membawa, mengisi ikan, sperti ikan tamban, bilis (teri) dan sayur-sayuran. Kintau Mempunyai makna ketekunan, kehati-hatian, serta kesabaran dalam bekerja.[1]
Pembuatan Kintau
Kintau berbentuk keranjang besar dan rendah dengan tiga tali sebagai pegangan. Bahan baku untuk membuat Kintau yaitu bambu. Bambu yang dipilih adalah bambu tali karena ruasnya panjang dan lurus-lurus. Motifnya seperti keranjang besar dengan dinding rendah dan berlubang-lubang bulat.[3]
Wilayah perajin kintau berada di kelurahan Pancur dan Desa Kelumu. Di Pancur pembuatan kintau dilakukan orang-orang Tionghua dan di Desa Kelumu oleh Orang Laut dari suku Mantang.[2]
Cara membuat Kintau
Cara membuat Kintau diawali dengan mengambil buluh (bambu) yang dipotong sesuai ukuran yang diingi. Kemudian bambu di celis (bilah) tipis-tipis. Bambu yang sudah dibilah lalu hiraut hingga tipis dan lembut. Langkah terakhir kemudian dianyam sesuai dengan bentuknya.[1]
Fungsi Kintau
Kintau merupakan kerajinan tangan anyaman yang berbahan buluh tali. Bahan yang digunakan dibeli dari para penjual. Kintau digunakan para nelayan untuk mengangkut hasil tangkapan ikan yang didapat seperti ikan tamban dan bilis. Ikan yang baru didapatkan tersebut seterusnya diisi ke dalam kintau untuk dibawa ketempat perebusan atau dimasukkan ke dalam tempat penampungan. Tidak hanya itu Kintau juga digunakan oleh pekebun untuk membawa sayuran. Kintau melambangkan nilai ketekunan, kehati-hatian, dan kesabaran dalam bekerja.[2]
Pelestarian
Kintau Lingga ditetapkan oleh kemendikbud melalui SK Peneteapan No : 372/M/2021 Tanggal SK : 2021.[4]
Referensi
- ^ a b c "KINTAU LINGGA". disbud.keproprov.go.id. 28-01-2022. Diakses tanggal 16-11-2025.
- ^ a b c "SiAPIK KEPRI". siapik.kepriprov.go.id. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ^ Nindya, Annisa. "Asal Usul Kintau Lingga Keranjang Tradisional Bawaan Bangsa Tionghoa - Ayo Indonesia". Asal Usul Kintau Lingga Keranjang Tradisional Bawaan Bangsa Tionghoa - Ayo Indonesia. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ^ budaya.data.kemendikbud.go.id https://budaya.data.kemdikbud.go.id/wbtb/objek/AA001357. Diakses tanggal 16-11-2025. ;
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


