Khanduri Jrat
Khanduri Jrat (atau Kenduri Jeurat/Jirat) adalah tradisi adat dan ritus keagamaan masyarakat Aceh yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal. Secara etimologis, istilah ini berasal dari bahasa Aceh, di mana "khanduri" berarti kenduri atau perjamuan, dan "jrat" atau "jeurat" berarti makam/kuburan. Tradisi ini bukan sekadar ziarah kubur individual, melainkan sebuah ritus komunal yang melibatkan seluruh masyarakat gampong (desa) untuk mendoakan para leluhur dan sanak saudara yang telah meninggal dunia.[1][2]
Pelaksanaan
Pelaksanaan Khanduri Jrat diawali dengan tahap persiapan melalui musyawarah gampong (desa). Sebelum hari pelaksanaan, perangkat desa seperti Keuchik (kepala desa), Tuha Peut, Teungku Imum, dan tokoh adat mengadakan rapat untuk menentukan jadwal kegiatan, yang umumnya jatuh pada momen-momen sakral seperti hari kedua hingga ketujuh Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha, serta pada bulan Syakban menjelang Ramadan.[3][1][2] Di beberapa wilayah seperti Aceh Selatan, pelaksanaannya bahkan bisa berlangsung selama satu hari satu malam yang diawali dengan pembentukan panitia untuk memastikan kelancaran acara.[1]
Rangkaian kegiatan fisik dan spiritual dimulai dengan gotong royong massal yang disebut meuseuraya. Seluruh masyarakat gampong, baik laki-laki maupun perempuan, berbondong-bondong menuju kompleks pemakaman umum membawa peralatan kebersihan seperti cangkul dan parang.[3][4] Mereka membersihkan makam sanak saudara dan area sekitarnya dari semak belukar, memperbaiki gundukan tanah, mengecat nisan, serta menanami bunga atau pohon jarak dan menyiramkan air wangi atau air bunga di atas pusara.[4][5][6][1][3] Kegiatan fisik ini kemudian dilanjutkan dengan ritual keagamaan yang dipimpin oleh seorang Teungku atau Imam Gampong, meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur'an (seperti Surat Yasin), zikir, tahlil, dan samadiah (doa bersama yang dikhususkan untuk ahli kubur), serta ditutup dengan doa bersama dan terkadang diselingi dengan tausiyah atau nasihat kubur.[1][2][6][3][4]
Puncak dari tradisi ini adalah perjamuan makan bersama atau kenduri di area pemakaman atau meunasah terdekat, yang menjadi simbol kuat ikatan sosial masyarakat Aceh. Warga membawa hidangan dari rumah masing-masing, yang seringkali berupa menu khas seperti Bu Kulah (nasi yang dibungkus daun pisang berbentuk limas) dan lauk pauk seperti Kuah Beulangong (kari daging) atau kue-kue tradisional.[1][3][2][6][7] Di beberapa tempat, terdapat tradisi unik di mana makanan yang dibawa dikumpulkan terlebih dahulu lalu ditukar atau dibagikan secara acak (tukar rantang), sehingga warga dapat mencicipi masakan tetangganya, yang bertujuan mempererat silaturahmi, menghilangkan sekat sosial, dan memuliakan tamu serta perantau yang pulang kampung.[3][2][6]
Referensi
- ^ a b c d e f Afrida, Nurul; Nurdin, Ambia; Rahayu, Dian; Khairuman, Khairuman (2025-02-26). "Kenduri Jirat Pada Masyarakat Gampong (Studi Kasus Di Gampong Baro Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan)". Public Health Journal (dalam bahasa Inggris). 2 (1). doi:10.62710/rqtbsq85. ISSN 3048-3581.
- ^ a b c d e "Mengenal Tradisi Kenduri Jeurat, Ziarah Makam Setelah Lebaran". Tempo. 1 Mei 2022 | 14.47 WIB. Diakses tanggal 2026-02-06.
- ^ a b c d e f Aceh, Budaya. "Cagar Budaya Aceh". Budaya Aceh. Diakses tanggal 2026-02-06.
- ^ a b c Faisal, Faisal; Jamaluddin, Jamaluddin; Jumadiah, Jumadiah; M. Rasyid, Laila; Herinawati, Herinawati; Chairuddin, Nanda Amalia (2016-12-01). Sulaiman, Sulaiman; Manfarisyah, Manfarisyah (ed.). Adat dan Hukum Adat Nagan Raya (dalam bahasa Inggris). Lhokseumawe: Unimal Press. ISBN 978-602-1373-77-4.
- ^ "Mapesa Gelar Khanduri Jeurat di Pidie, Tradisi di Aceh yang Hampir Punah". Serambinews.com. Diakses tanggal 2026-02-06.
- ^ a b c d "Kenduri Jeurat, Tradisi Masyarakat Aceh Saat Lebaran" (dalam bahasa American English). 2017-07-03. Diakses tanggal 2026-02-06.
- ^ MariNews. "Mengenal 'Bu Kulah', Hidangan Tradisi Aceh di Acara Spesial". Mengenal ‘Bu Kulah’, Hidangan Tradisi Aceh di Acara Spesial (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-06.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


