Kesamben, Blitar
Kesamben | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Blitar | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Heri Widyatmoko, S.Pt | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 54.680 jiwa | ||||
| Kode pos | 66191 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.05.19 | ||||
| Kode BPS | 3505110 | ||||
| Luas | 56,96 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 10 | ||||
| |||||
Kesamben adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Blitar yang terletak di timur dan berbatasan dengan Sungai Brantas di selatan. Kesamben berada di perlintasan jalan nasional penghubung Blitar dengan Malang. Pusat kecamatannya berada di Desa Kesamben yang cukup ramai, terdapat pasar, Terminal Kesamben, Stasiun Kesamben, hingga rumah sakit.[1] Kesamben berada di kaki dan lereng Gunung Kawi dan memiliki kawasan hutan terkenal, misalnya hutan jati Brongkos dan hutan pinus Gogoniti. Hutan jati Brongkos berada di sekitar pertigaan Brongkos di jalan nasional yang juga dikenal dengan pasar buahnya.[2] Sedangkan hutan pinus Gogoniti merupakan salah satu wisata alam populer di Blitar dan letaknya jauh ke utara di lereng Kawi.[3]
Ikon lain dari Kecamatan Kesamben adalah situs padepokan dan pertapaan Eyang Djugo / Kyai Zakaria di Desa Jugo. Eyang Djugo adalah tokoh spiritual dan pengembara legendaris yang kemudian menetap di di Desa Jugo. Dalam beberapa riwayat, beliau merupakan pengikut dari Pangeran Diponegoro, kemudian setelah perang usai beliau mengembara ke Desa Jugo dan menyembuhkan wabah di sana. Lokasi padepokannya kemudian menjadi tempat ziarah yang ramai terutama di bulan Suro dan malam Jumat Legi. Sedangkan tiap Minggu Legi di Bulan Selo diadakan kirab pusaka untuk memperingati haul Eyang Djugo.[4][5]
Geografi

(Kesamben terletak di timur)
Kesamben adalah kecamatan di Blitar timur yang berada di kaki dan lereng Gunung Kawi serta dibatasi Sungai Brantas di selatan. Bagian selatan Kesamben dilintasi jalan nasional Blitar-Malang. Di jalan tersebut terdapat Pertigaan Brongkos yang terdapat jalan menuju arah Blitar selatan seperti Binangun dan Wates. Pertigaan Brongkos berada di dekat kawasan hutan jati yang luas dan ramai dengan adanya Pasar Buah Brongkos.[2] Selain itu, pertigaan ini juga rawan macet karena banyaknya truk tebu yang menuju ke pabrik gula RMI di Binangun.[6] Jalan nasional Blitar-Malang di Kesamben memang terkenal sempit dan berkelok-kelok sehingga menyebabkan kemacetan. Oleh karena itu, pemerintah melakukan proyek pelurusan jalan raya di berbagai titik, salah satunya di Jembatan Kali Tuwuh dan Kali Bambang.[7] Bagian utara Kesamben berada di lereng Gunung Kawi dengan ujung utaranya adalah Desa Kemirigede dan Bumirejo. Di Kemirigede terdapat salah satu tempat wisata populer di Blitar yaitu Hutan Pinus Gogoniti.[3]
Batas wilayah Kecamatan Kesamben adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | Kecamatan Doko dan Kecamatan Selopuro |
| Timur | Kecamatan Selorejo |
| Selatan | Kecamatan Binangun, Sungai Brantas, dan |
| Barat | Kecamatan Selopuro |
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Kesamben terdiri dari 10 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[1]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bumirejo | Bumirejo, Bangunrejo, Sukorejo, Sumberbendo, Sumberjo | [1] |
| 2 | Jugo | Jugo, Jajagan, Plampangan, Sanan, Sanggrahan, Tanjung, Trobandung | [1] |
| 3 | Kemirigede | Kemirigede, Sumbersari | [1] |
| 4 | Kesamben | Kesamben, Kampung Baru, Kauman, Morogaten, Santren, Tuwuhrejo | [1] |
| 5 | Pagergunung | Pagergunung, Dawuhan, Pehlumbu, Recobanteng, Sebeng, Sembung, Sumbernanas, Tambak, Tanggung | [1] |
| 6 | Pagerwojo | Dawung, Jirakkerep, Kebon, Koripan, Krajan, Sumber Kendi, Tegalrejo | [1] |
| 7 | Siraman | Siraman, Bambang, Brongkos, Cimpling, Karangsono | [1] |
| 8 | Sukoanyar | Sukoanyar, Bangunrejo, Curah Jero, Ngresap, Sumbernongko | [1] |
| 9 | Tapakrejo | Tapakrejo, Bumiayu, Mangkurejo, Sumbermangku, Wonosuko | [1] |
| 10 | Tepas | Tepas, Dawung, Jenggrik, Randuasri, Rembang, Sumberkalong, Sumber Manggis, Wotlemah, Wotsiti | [1] |
Tempat terkenal

- Pasar Kesamben
- Pasar Buah Brongkos
- Pasar Dawung di Desa Pagerwojo
- Stasiun Kesamben
- Terminal Kesamben
- Hutan Pinus dan Taman Ayu Gogoniti
- Lembah Gogoniti - wisata edukasi tanaman dan kolam renang
- Padepokan dan Pertapaan Eyang Djugo di Desa Jugo
- Masjid At-Thoowimu Arsyiil Muaawadah - masjid dengan arsitektur unik di Desa Jugo
- Candi Tepas
- RS Wava Husada
- Kolam renang Tirto Agung
- Wisata Ondo Sewu Bukit Kajang
- Bendungan Sumbersari
Galeri
-
Terminal Kesamben -
Stasiun Kesamben
Referensi
- ^ a b c d e f g h i j k l m Kabupaten Blitar Dalam Angka 2012. BPS Kabupaten Blitar. 2012-08-16.
- ^ a b Inna Dewi Fatimah (2024-04-30). "Rekomendasi Lapak Buah Lengkap dan Oleh-Oleh, Pasar Buah Brongkos Blitar". KORAN MEMO.
- ^ a b Aunur Rofiq (2025-07-28). "Sempat Diwarnai Penolakan, Hutan Pinus Gogoniti Kini Angkat Ekonomi Warga". MALANG TIMES.
- ^ Aunur Rofiq (2025-05-05). "Haul Eyang Djugo: Titik Temu Doa, Budaya, dan Ekonomi di Kesamben Blitar". BONDOWOSO TIMES.
- ^ "Pemerintah Desa Jugo Selenggarakan Haul Eyang Jugo Ke -155". blitarkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Blitar. 2025-05-04.
- ^ "Antrean Truk Pengangkut Tebu Pabrik Gula RMI Akibatkan Kemacetan Puluhan Kilometer". LENTERA.co. 2020-06-19.
- ^ Hari Wibowo BT (2025-01-07). "Ada Pemindahan Makam di Kesamben Blitar, Dampak Pembangunan Proyek Pelurusan Jalan Ini". BLITAR TERKINI.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



