Keracunan kobalt

Keracunan kobalt
Nama lainCobaltism
Kobalt
SpesialisasiToksikologi

Kobaltisme atau keracunan kobalt kondisi keracunan yang disebabkan oleh peningkatan kadar kobalt di dalam tubuh hingga melebihi ambang fisiologis. Kobalt merupakan unsur jejak esensial bagi organisme hewan karena berperan sebagai komponen struktural vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan gangguan hematologis berat, termasuk anemia pernisiosa.[1]

Paparan kobalt dalam bentuk debu logam umumnya terjadi pada kegiatan industri yang melibatkan proses fabrikasi wolfram karbida.[2] Selain itu, pelepasan partikel kobalt dapat terjadi dari keausan komponen prostesis pinggul jenis metal-on-metal, sehingga meningkatkan kadar kobalt dalam jaringan tubuh.[3]

Menurut penilaian Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), kobalt logam yang dikombinasikan dengan tungsten karbida dikategorikan sebagai “mungkin bersifat karsinogenik pada manusia” (Grup 2A) berdasarkan bukti terbatas pada manusia dan bukti cukup pada hewan percobaan yang menunjukkan potensi hubungan antara paparan material tersebut dan peningkatan risiko kanker. Sementara itu kobalt logam tanpa tungsten karbida dimasukkan dalam kategori “kemungkinan bersifat karsinogenik pada manusia” (Grup 2B), yang menggambarkan tingkat kepastian ilmiah lebih rendah karena bukti pada manusia dinilai tidak memadai dan bukti pada hewan lebih terbatas.Keberadaan tungsten karbida dalam campuran logam kobalt diasosiasikan dengan indikasi risiko karsinogenik yang lebih kuat dibandingkan kobalt murni.[4]

Garam kobalt

Garam kobalt yang bersifat mudah larut memiliki nilai LD50 yang diperkirakan berada pada kisaran 150–500 mg/kg. Pada individu dengan berat badan sekitar 100 kg, nilai LD50 diproyeksikan mencapai sekitar 20 gram. Garam kobalt bervalensi dua yang larut dalam air termasuk dalam kategori “kemungkinan bersifat karsinogenik pada manusia” menurut IARC (Grup 2B).[1]

Kardiomiopati peminum bir

Kasus kardiomiopati yang berkaitan dengan paparan kobalt dilaporkan di Kota Quebec pada tahun 1965. Dalam kurun delapan bulan, lima puluh satu kasus teridentifikasi, dengan dua puluh kasus berujung fatal. Seluruh kasus terjadi pada individu dengan konsumsi bir berat, terutama bir merek Dow.[5] Investigasi epidemiologi menunjukkan bahwa kobalt sulfat ditambahkan ke dalam bir tersebut untuk meningkatkan kestabilan busa sejak Juli 1965. Konsentrasi kobalt yang digunakan di fasilitas produksi Quebec tercatat lebih tinggi daripada fasilitas di Montreal, dan tidak ditemukan kasus serupa di wilayah Montreal.[6][7] Publikasi ilmiah tahun 1972 melaporkan temuan tambahan kasus dengan pola serupa di Omaha, Minneapolis, dan Belgia.[8]

Kobalt di lingkungan

Konsentrasi kobalt yang tinggi di lingkungan dapat memengaruhi organisme tanaman, hewan, dan manusia. Pada tumbuhan, proses penyerapan dan distribusi kobalt bersifat spesifik terhadap spesies.[9] Akumulasi kobalt berlebih pada beberapa spesies dapat mengakibatkan defisiensi besi, gangguan pertumbuhan, dan kerontokan daun, yang secara keseluruhan menurunkan kapasitas fotosintesis.[9] Eksperimen pada tanaman tomat menunjukkan bahwa peningkatan kadar kobalt dalam tanah berkorelasi dengan nekrosis daun, kegagalan pembentukan buah, dan kematian tanaman.[10]

Referensi

  1. ^ a b Donaldson, John D.; Beyersmann, Detmar (2005). "Cobalt and Cobalt Compounds". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Weinheim: Wiley-VCH. doi:10.1002/14356007.a07_281.pub2. ISBN 3527306730.
  2. ^ Leyssens L, Vinck B, Van Der Straeten C, Wuyts F, Maes L (15 July 2017). "Cobalt toxicity in humans—A review of the potential sources and systemic health effects". Toxicology. 387: 43–56. doi:10.1016/j.tox.2017.05.015. PMID 28572025.
  3. ^ Zywiel, MG; Cherian, JJ; Banerjee, S; Cheung, AC; Wong, F; Butany, J; Gilbert, C; Overgaard, C; Syed, K (January 2016). "Systemic cobalt toxicity from total hip arthroplasties: review of a rare condition Part 2. measurement, risk factors, and step-wise approach to treatment". The Bone & Joint Journal. 98-B (1): 14–20. doi:10.1302/0301-620X.98B1.36712. PMID 26733510.
  4. ^ IARC Working Group on the Identification of Carcinogenic Hazards to Humans (2023). Cobalt, Antimony Compounds, and Weapons-Grade Tungsten Alloy. IARC Monographs on the Identification of Carcinogenic Hazards to Humans. Lyon (FR): International Agency for Research on Cancer. ISBN 978-92-832-0171-7. PMID 38109325.
  5. ^ Morin, Y.L.; Foley, A.R.; Martineau, G.; Roussel, J. (1967). "Quebec beer-drinkers' cardiomyopathy: forty-eight cases". Canadian Medical Association Journal. 97 (15): 881–883. PMC 1923396. PMID 6051256.
  6. ^ "How Quebec beer and TV's Dr. House solved a medical mystery". CBC News. February 6, 2014. Diakses tanggal February 7, 2014.
  7. ^ Morin Y, Têtu A, Mercier G (1969). "Quebec beer-drinkers' cardiomyopathy: Clinical and hemodynamic aspects]". Ann N Y Acad Sci. 156 (1): 566–576. Bibcode:1969NYASA.156..566M. doi:10.1111/j.1749-6632.1969.tb16751.x. PMID 5291148.
  8. ^ Alexander, Carl S. (October 1972). "Cobalt-beer cardiomyopathy". The American Journal of Medicine. 53 (4): 395–417. doi:10.1016/0002-9343(72)90136-2. PMID 4263183.
  9. ^ a b Palit, S.; Sharma, A.; Talukder, G. (1994). "Effects of cobalt on plants". Bot. Rev. 60 (2): 149–181. doi:10.1007/BF02856575. JSTOR 4354226.
  10. ^ Gopal, R.; Dube, B.K.; Sinha, P.; Chatterjee, C. (2003). "Cobalt Toxicity Effects on Growth and Metabolism of Tomato". Communications in Soil Science and Plant Analysis. 34 (5–6): 619–628. doi:10.1081/CSS-120018963.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement