Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Nunukan 2026

Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Nunukan 2026
Evakuasi pesawat Pelita Air PK-PAA oleh prajurit Kodam VI/Mulawarman dan warga di pegunungan Pa’ Ramayo, Krayan Timur.
Ringkasan kecelakaan
Tanggal19 Februari 2026 (2026-02-19)
RingkasanJatuh di hutan pegunungan saat rute kembali setelah pengantaran kargo BBM
LokasiGunung Pa' Ramayo, Desa Pa' Bettung, Krayan Timur, Nunukan, Kalimantan Utara
3°53′53″N 115°52′43″E / 3.8980556°N 115.8786111°E / 3.8980556; 115.8786111
Orang dalam pesawat1
Penumpang0
Awak1
Cedera0
Tewas1
Hilang0
Selamat0
Jenis pesawatAir Tractor AT-802
OperatorPelita Air Service
RegistrasiPK-PAA
AsalBandar Udara Yuvai Semaring, Long Bawan
TujuanBandar Udara Internasional Juwata, Tarakan

Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Nunukan 2026 adalah kecelakaan penerbangan yang terjadi pada 19 Februari 2026 di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pesawat yang terlibat merupakan pesawat kargo jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA yang dioperasikan oleh Pelita Air Service untuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) dalam program BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan.[1]

Pesawat jatuh saat melakukan penerbangan dari Bandar Udara Yuvai Semaring, Long Bawan, menuju Bandar Udara Juwata, Tarakan. Pesawat diawaki oleh satu orang pilot dan tidak membawa penumpang. Pilot dilaporkan meninggal dunia.[2]

Latar belakang

Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah Air Tractor AT-802, nomor seri 802-0494, tahun pembuatan 2013. Pesawat bermesin tunggal tersebut dioperasikan sebagai armada carter khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil dan wilayah perbatasan.

Menurut keterangan perusahaan, pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani distribusi BBM Satu Harga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pada hari kejadian, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi BBM di Long Bawan dan dalam perjalanan kembali menuju Tarakan.

Kronologi

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, pesawat berangkat dari Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) dengan estimasi tiba di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).[3]

Pada pukul 04.12 UTC (12.12 WITA), pilot menyampaikan perkiraan waktu lintas untuk rute Long Bawan–Tarakan. Namun, pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.

Saksi mata di Desa Pa’ Bettung dan wilayah sekitar melaporkan melihat pesawat melintas sambil mengeluarkan asap hitam pekat sebelum akhirnya menukik dan terdengar dentuman sekitar pukul 12.33 WITA. Titik jatuh pesawat dilaporkan berada di kawasan Gunung Pa’ Ramayo dan Pa’ Belaban, Kecamatan Krayan Timur.

Beberapa laporan awal menyebutkan adanya dugaan pilot sempat menggunakan parasut sebelum pesawat menghantam tanah. Namun, berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, pilot kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Cuaca di wilayah Krayan saat kejadian dilaporkan dalam kondisi berawan.

Korban

Pesawat hanya diawaki oleh satu orang pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Jenazah korban ditemukan dalam kondisi terbakar dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan di Long Bawan.[4]

Tanggapan dan investigasi

Kepala Divisi Humas Polri menyatakan bahwa tim gabungan telah diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal. Lokasi kecelakaan berada di wilayah Gunung Pa’ Ramayo, Desa Pa’ Bettung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan.

Pelita Air Service melalui Corporate Secretary menyatakan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak terkait masih berlangsung. Perusahaan menyampaikan bahwa informasi resmi dan perkembangan terbaru akan diumumkan melalui kanal komunikasi resmi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Hingga laporan awal dirilis, belum terdapat pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut.[5]

Pesawat

Pesawat yang terlibat adalah Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Pesawat ini merupakan pesawat bermesin tunggal yang umumnya digunakan untuk misi khusus seperti penyemprotan udara dan pengangkutan logistik di wilayah terpencil.

Dalam operasionalnya bersama Pelita Air Service, pesawat tersebut dikonfigurasi untuk pengangkutan bahan bakar minyak dan dioperasikan oleh satu pilot tanpa awak kabin maupun penumpang.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Purnomo, Heri. "Pelita Air Masih Investigasi soal Pesawat Angkut BBM Jatuh di Nunukan". detiknews. Diakses tanggal 2026-02-19.
  2. ^ Agency, ANTARA News. "Pelita Air konfirmasi pesawat yang jatuh di Nunukan adalah armada kargo BBM". ANTARA News Bengkulu. Diakses tanggal 2026-02-19.
  3. ^ Kamalina, Annasa Rizki (2026-02-19). "Kronologi Pesawat Pelita Air Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Kaltara". Bisnis.com. Diakses tanggal 2026-02-19.
  4. ^ Agency, ANTARA News. "Kemenhub: Pilot pesawat "carter" Pelita jatuh di Nunukan meninggal". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2026-02-19.
  5. ^ Liputan6.com (2026-02-19). "Pelita Air Buka Suara Terkait Pesawat Angkut BBM Jatuh di Krayan Nunukan". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-02-19. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement