Kasai Bisa

Kasai Bisa atau Bedak Dingin (Banjar: Pupur Basah) adalah masker wajah tradisional suku Dayak di Kalimantan Tengah yang, terbuat dari tepung beras dan bahan lainnya yang berbentuk bulat-bulat kecil yang menjadi pasta ketika akan digunakan. Karya budaya ini secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2025.[1]

Kasai Bisa di Kalimantan Tengah digunakan dalam berbagai aktivitas dan dengan tujuan seperti untuk kecantikan, pengobatan, atau pun tradisi pernikahan dan memberikan sensasi dingin saat digunakan. Masyarakat Dayak dan Banjar biasanya menggunakannya sebagai pelindung dari sinar matahari selama bercocok tanam.[2]

Terdapat berbagai jenis Kasai Bisa yang bisa ditemukan, tergantung dengan tujuan pembuatan dan bahan yang digunakan. Misalnya Kasai Bisa Taya, Kasai Bisa Bengkoang, Kasai Bisa Bawang Dayak, Kasai Bisa untuk pengantin, dan Kasai Bisa Panarung (bertujuan menimbulkan daya tarik terhadap lawan jenis).[3]

Bahan dan cara membuat

Bahan

Bedak tradisional ini terbuat dari bahan-bahan berupa tepung beras, kunyit, kencur, jahe, cengkeh, kayu manis. Bahan-bahan tersebut digiling dan diolah menjadi bubuk halus, untuk selanjutnya dicetak menjadi butiran sebesar kelereng atau dibuat pipih seperti koin yang kemudian dikeringkan. Bedak ini akan dicampur air atau air mawar menjadi pasta untuk masker wajah dan tubuh.[3] Selain itu, beberapa resep juga menggunakan jalungkap, kulit raya, temugiring, dan buah pinang.[4] Sedangkan Suku Dayak Tunjung di wilayah Kalimantan Timur menggunakan daun kokang dengan tujuan mengobati kulit dan jerawat.[2]

Terdapat kepercayaan dalam proses pembuatan Kasai Bisa, dimana bagian tanaman yang akan digunakan harus diambil sebelum sore hari dan tidak boleh tertutup oleh bayangan orang yang mengambilnya.[3]

Pembuatan

Adapun proses pembuatan bedak dingin memerlukan waktu 14 hari, mulai dari proses merendam beras, mencampur dengan rempah, mengeringkan, sampai pengemasan.[4]

Referensi

  1. ^ Yulfia, Marits (2025-10-11). "Selamat: Mandau Dohong & Kasai Bisa Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025". palangkaraya.go.id. Diakses tanggal 2026-01-14.
  2. ^ a b Trinovita, Elsa; Fatmaria, Fatmaria; Frethernety, Agnes; Alexandra, Francisca Diana; Ysrafil, Ysrafil (2023-05-15). "Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Aplikatif Bahan Alam Sebagai Kosmetika Tradisional di Kelurahan Panarung, Palangka Raya". Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul). 2 (4): 723–728. doi:10.20527/ilung.v2i4.8009. ISSN 2798-0065.
  3. ^ a b c Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah. "KASAI BISA: MASKER KECANTIKAN ALAMI SUKU DAYAK KALIMANTAN TENGAH". visit.kalteng.go.id. Diakses tanggal 2026-01-14.
  4. ^ a b Administrator. "Resep Bedak Basah Olahan Friska Pernah Ditawar Rp15 Juta". Kaltengpos.jawapos.com. Diakses tanggal 2026-01-14.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement