Karya Mukti, Sungai Melayu Rayak, Ketapang
Karya Mukti | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Barat | ||||
| Kabupaten | Ketapang | ||||
| Kecamatan | Sungai Melayu Rayak | ||||
| Kode pos | 78874 | ||||
| Kode Kemendagri | 61.04.25.2004 | ||||
| Luas | 192540 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 1470 jiwa | ||||
| Kepadatan | kurang lebih 42 jiwa/km² | ||||
| |||||
Karya Mukti adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia. Desa ini merupakan salah satu desa penghasil buah kelapa sawit di kabupaten Ketapang sehingga sumber penghasilan sebagian besar penduduknya adalah kelapa sawit.
Demografi
Komposisi demografis desa ini menunjukkan tingkat heterogenitas yang cukup tinggi sebagai dampak dari pelaksanaan program transmigrasi. Populasi desa terdiri atas berbagai kelompok etnis, antara lain Suku Melayu, Jawa, dan Sunda. Meskipun terdapat keragaman etnis dan budaya, masyarakat desa mampu mempertahankan tingkat kerukunan sosial dan toleransi yang baik antar-warga
Sejarah
Sejarah berdirinya Desa Karya Mukti tidak dapat dipisahkan dari masa kejayaan Kerajaan Matan (Tanjungpura), salah satu kerajaan besar yang pernah berpengaruh di wilayah Kalimantan Barat bagian selatan. Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, cikal bakal Desa Karya Mukti bermula dari kawasan Kalan Jaring, yang pada masa lalu menjadi pusat aktivitas penduduk dan kini termasuk dalam wilayah perkebunan kelapa sawit milik PT BGA Region Sungai Melayu.
Pada masa ketika pusat Kerajaan Matan dipindahkan ke Sukadana, wilayah yang kini menjadi Desa Karya Mukti memiliki cakupan yang cukup luas. Daerah ini membentang di sepanjang Sungai Pemahan, Sungai Kedang, hingga berbatasan dengan Sungai Pesaguan, dengan Kalan Jaring sebagai titik pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Namun, seiring berjalannya waktu, lokasi pemukiman di Kalan Jaring mengalami gangguan keamanan akibat seringnya serangan perompak yang datang melalui Sungai Pawan dan kemudian bergerak ke arah hulu Kayong hingga mencapai kawasan Pemahan. Untuk menghindari ancaman tersebut, masyarakat setempat memutuskan untuk memindahkan pusat permukiman ke wilayah yang lebih aman, yang oleh penduduk kala itu disebut sebagai “Tanah Bekake”.
Wilayah inilah yang kemudian berkembang menjadi Desa Karya Mukti seperti yang dikenal saat ini. Proses perpindahan dan pembentukan desa tersebut mencerminkan dinamika sosial-historis masyarakat lokal dalam merespons perubahan politik dan kondisi keamanan pada masa lampau.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



