Kadalan mentawai


Kadalan mentawai
Phaenicophaeus oeneicaudus Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN22725431 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KelasAves
OrdoCuculiformes
FamiliCuculidae
GenusPhaenicophaeus
SpesiesPhaenicophaeus oeneicaudus Suntingan nilai di Wikidata
Distribusi
EndemikKepulauan Mentawai Suntingan nilai di Wikidata

Kadalan mentawai (Phaenicophaeus oeneicaudus) adalah spesies burung kadalan berukuran besar dalam famili Cuculidae.[1][2] Burung ini endemik di Kepulauan Mentawai, Indonesia. Meskipun jangkauannya terbatas, burung kadalan masih cukup umum di hutan, tepi hutan, dan pertumbuhan kedua dan saat ini masih diperlakukan sebagai spesies risiko rendah menurut IUCN.[3]

Taksonomi

Kadalan mentawai dideskripsikan secara resmi pada tahun 1855 oleh naturalis Prancis Jules dan Édouard Verreaux dengan nama binomial saat ini, Phaenicophaeus oeneicaudus. Mereka meyakini bahwa spesimen mereka berasal dari Ceylon (sekarang Sri Lanka).[4] Ahli zoologi Italia, Tommaso Salvadori, menyadari bahwa ini adalah kesalahan dan spesimen tersebut pasti berasal dari Kepulauan Mentawai yang terletak di Samudra Hindia, sekitar 150 km (93 mil) di lepas pantai barat Sumatra.[5][6] Nama genus Phaenicophaeus berasal dari bahasa Yunani Kuno φοινικοφαης (phoinikophaēs) yang berarti "berpenampilan merah tua" atau "berkilau merah". Julukan spesifik oeneicaudus menggabungkan bahasa Latin oenoo yang berarti "anggur" dan cauda yang berarti "ekor".[7] Kadalan Mentawai sebelumnya dianggap sebagai subspesies dari kadalan dada kastanye (Phaenicophaeus curvirostris). Status spesiesnya kemudian ditingkatkan berdasarkan perbedaan morfologi.[8]

Deskripsi

Kadalan mentawai adalah burung berukuran sedang.[2] Sebuah sumber menyebut ukurannya sebesar ayam dengan panjang mencapai 30 sentimeter.[9] Spesies ini disebut unik karena merupakan satu-satunya burung kadalan di wilayahnya, dan memiliki wajah merah cerah, mata pucat mencolok, dan paruh dua warna yang besar.[3]

Sebaran dan habitat

Burung ini ditemukan di wilayah geografisnya yang kecil, yang meliputi tiga pulau, yakni Siberut, Masokut, dan Sipora di lepas pantai barat Sumatera, Indonesia.[3] Mereka terdapat di hutan primer dan sekunder serta di hutan bakau di dataran rendah, dapat menoleransi habitat yang dimodifikasi manusia seperti perkebunan dan vegetasi sekunder yang lebat seperti halnya pada P. curvirostris yang berkerabat dekat.[10]

Status konservasi dan ancaman

Berdasarkan penilaian IUCN yang dirilis pada 28 Mei 2025, burung ini dikategorikan sebagai spesies risiko rendah. Dilaporkan bahwa hilangnya tutupan hutan di wilayah sebarannya terjadi sangat lambat selama tiga generasi terakhir dan jika tidak ada ancaman lain yang terjadi, tren populasi dianggap stabil.[10] Namun demikian, di salah satu wilayahnya di hutan Toloulaggok, Siberut barat daya, Kepulauan Mentawai, burung ini terancam oleh penebangan ilegal. Pohon-pohon besar dikabarkan ditebang secara ilegal dan digunakan sebagai bahan baku pembangunan resor dan perkemahan peselancar (surf camp) yang didirikan di pulau-pulau kecil di sekitar sana.[9]

Daftar rujukan

  1. ^ Oiseaux.net. "Malcoha des Mentawai - Phaenicophaeus oeneicaudus - Mentawai Malkoha". www.oiseaux.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  2. ^ a b "Mentawai Malkoha - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-06. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ a b c Kirwan, Guy M.; Payne, Robert B.; del Hoyo, Josep; Collar, Nigel (2024). "Mentawai Malkoha (Phaenicophaeus oeneicaudus), version 1.0". Birds of the World (dalam bahasa Inggris). doi:10.2173/bow.chbmal3.01. ISSN 2771-3105.
  4. ^ Guérin-Méneville, F.-É.; Guérin-Méneville, F.-É; Cuvierienne, Société (1855). Revue et magasin de zoologie pure et appliquée. Vol. sér.2:t.7 (1855). Paris: Bureau de la Revue et Magasin de Zoologie.
  5. ^ Museo civico di storia naturale di Genova (Italy); Genova (Italy), Museo civico di storia naturale di (1894). Annali del Museo civico di storia naturale di Genova. Vol. ser.2:v.34 (1894). Genova: Tip. del R. Istituto Sordo-Muti.
  6. ^ Cottrell, G. William,; Cottrell, G. William; Greenway, James C.; Mayr, Ernst; Paynter, Raymond A.; Peters, James Lee; Traylor, Melvin A.; University, Harvard (1940). Check-list of birds of the world. Vol. v.4 (1940). Cambridge: Harvard University Press. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  7. ^ "The Key to Scientific Names - Birds of the World". birdsoftheworld.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  8. ^ "Turacos, bustards, cuckoos, mesites, sandgrouse – IOC World Bird List". www.worldbirdnames.org. Diakses tanggal 2025-11-06.
  9. ^ a b Febrianti (2023-05-06). "Bertemu Primata Langka Siberut yang Paling Terancam di Dunia". Jurnalistravel.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  10. ^ a b "Mentawai Malkoha Phaenicophaeus Oeneicaudus Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement