Jembatan Plunyon Kalikuning
Jembatan Plunyon Kalikuning (bahasa Jawa: ꦏꦽꦠꦼꦒ꧀ꦥ꧀ꦭꦸꦚꦺꦴꦤ꧀ꦏꦭꦶꦏꦸꦤꦶꦁ) terletak di Kedungsriti, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).[1] Jembatan ini terletak di tengah perbukitan yang dikelilingi oleh hutan pinus. Plunyon Kalikuning memiliki panorama berlatar belakang Gunung Merapi yang tampak paling jelas pada pagi hari.
Sejarah
Plunyon Kalikuning dibangun sekitar tahun 1982–1983 oleh masyarakat setempat untuk mengalirkan air ke sawah dan ternak di kawasan sekitarnya.[2] Berbeda dari anggapan banyak orang, jembatan ini bukanlah peninggalan Belanda.[2] Nama "Plunyon" berasal dari kata lunyu dalam bahasa Jawa, yang berarti licin, merujuk pada kondisi bebatuan di kawasan tersebut yang cenderung licin akibat aliran air.[2] Namun, letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 2010 membawa perubahan besar bagi Plunyon Kalikuning.[2] Erupsi tersebut tidak hanya mengubah lanskap wilayah ini, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian jembatan, termasuk pagar besinya yang rusak dan akhirnya diperbaiki pada tahun 2018.[2] Sejak tahun 2016, pengelolaan Plunyon Kalikuning berada di bawah wewenang Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).[2] Sejak saat itu, pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana sejuk kawasan ini dikenakan tiket masuk sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengelolaan tempat wisata.[2]
Rujukan
- ^ Media, Kompas Cyber (2022-05-23). "Harga Tiket Plunyon Kalikuning, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-02-22.
- ^ a b c d e f g Alisia, Arawinda Dea. "Sejarah Jembatan Plunyon Kalikuning, Jembatan Ikonik di Film KKN Desa Penari". detikTravel. Diakses tanggal 2025-06-21.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


