Jembatan Gantuang Ujuang Gading

Jembatan gantung Ujung Gading berada di Kenagarian Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat. Jembatan tersebut berdiri di atas sungai Batang Sikabau, yang menghubungkan dua desa, yaitu Kuamang dan Ujung Gading. Jembatan ini juga merupakan jalur menuju Pantai Barat Sumatera, khususnya ke lokasi Air Bangis, Kecamatan Sei Beremas.[1]

Jembatan ini adalah jembatan penting yang menghubungkan Ujung Gading dengan Parit serta Air Bangis. Jembatan ini adalah warisan dari Zaman Belanda yang dibangun antara tahun 1914-1917. Awalnya didirikan oleh Belanda untuk mempermudah transportasi Air Bangis ke Talu, karena pusat pemerintahan Belanda (Ondel Distric) ketika itu berada di Talu. Jembatan ini menggantikan jembatan lama yang terbuat dari rambin (kayu).[2]

Sejarah

Di masa awal peradaban, terutama pada zaman penjajahan kolonial Belanda, yang dengan tegas berupaya memonopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah Nusantara, termasuk Sumatera Barat, khususnya Pasaman Barat.

Jembatan ini dibangun di atas sungai Batang Sikabau yang mengalir menuju pantai Sikabau. Sungai ini bersumber dari air terjun Situak Lotok, Sipigago, serta air terjun tiga tingkat di Kejorongan Situak Ujung gading, sehingga aliran airnya terasa jernih dan segar. Pemandangan dari jembatan ini akan memanjakan mata dengan buih putih dari aliran air yang jernih dan pepohonan yang rimbun serta menghijau, sembari menikmati suara gemercik air yang mengalir.

Bahan jembatan dari baja yang diangkut oleh Belanda langsung dari Batavia. Dalam proses pelaksanaannya menggunakan tenaga dari etnis Jawa dengan sistem upah, upah yang rendah, tetapi tidak dalam bentuk kerja paksa atau rodi. Kondisi lokasi ini sangat mengkhawatirkan karena papan jembatan tersebut telah hancur sehingga tidak dapat dilalui. Walaupun Jembatan ini tidak berfungsi lagi sebagai penghubung lalu lintas di Ujung gading, Kecamatan Lembah Melintang, Pasaman Barat karena telah didirikan jembatan permanen di sebelahnya.[3]

Referensi

  1. ^ "Jembatan Gantung Buatan Belanda Tahun 1929". 2021-12-02. Diakses tanggal 2025-09-13.
  2. ^ wati, erni. "Wisata Sejarah Part-4 Tagur-18". Gurusiana. Diakses tanggal 2025-09-13.
  3. ^ Analisa, Tim. "Bernilai Sejarah, Kondisi Jembatan Gantung Ujung Gading Memprihatinkan". Diakses tanggal 2025-09-13.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement