Jembatan Angke V

Jembatan Angke V
Koordinat6°25′20″S 106°44′09″E / 6.422300°S 106.735778°E / -6.422300; 106.735778
Moda transportasi2 lajur (kendaraan bermotor)
MelintasiSungai Ciangke
LokalDurenmekar, Depok
PemilikPemerintahan Kota Depok
PengelolaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Karakteristik
Panjang total3 meter (10 ft)
Lebar3,9 meter (13 ft)
Bentang terpanjang3 meter (10 ft)
Jumlah bentangan1 (jembatan utama)
Sejarah
Dibangun olehCV. Tabu-Tabu[1]
Biaya konstruksiJembatan lama: tidak diketahui
Jembatan baru: Rp. 900 juta[2]
DibukaJembatan lama: tidak diketahui
Jembatan baru: 28 Desember 2024[3]
Lokasi
PetaKoordinat: 6°25′20.280″S 106°44′8.801″E / 6.42230000°S 106.73577806°E / -6.42230000; 106.73577806

Jembatan Angke V adalah jembatan yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Durenmekar, Kota Depok dan Desa Parung, Kabupaten Bogor di Jawa Barat. Jembatan ini terletak di Jalan Haji Maih bin Dimin yang menghubungkan RW 1 Durenmekar dengan Kampung Jati, Parung.[2][4]

Jembatan ini dibangun untuk memperlancar interaksi antara wilayah Bojongsari dan Parung berbatasan langsung, terutama dalam hal perekonomian. Selain itu, pembangunan jembatan ini juga bertujuan untuk menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar warga di wilayah Bojongsari dan Parung. Kedua wilayah ini diketahui memiliki karakteristik budaya Betawi yang sama, sehingga kehadiran jembatan ini akan mempererat hubungan sosial yang telah terjalin.[5]

Deskripsi

Jembatan ini milik pemerintah Kota Depok, dengan aliran Sungai Ciangke (Betawi: Kali Angke) di bawahnya. Jembatan lama memiliki lebar 2,9 meter, sedangkan jembatan baru diperlebar menjadi 3,9 meter dengan panjang 3 meter, dihitung dari lebar saluran air di bawahnya.[2] Kondisi jembatan lama tersebut sangat memprihatinkan, seperti kerusakan pada dinding penahan, serta ancaman banjir dan longsor.[6]

Jembatan Angke V baru dibangun oleh Pemerintah Kota Depok dan dikelola melalui Dinas PUPR Kota Depok. Jembatan ini diresmikan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada 28 Desember 2024.[7] Pembangunannya dimaksudkan untuk meningkatkan mobilitas warga, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Dengan adanya jembatan ini, akses menuju Pasar Parung dan distribusi hasil produksi menjadi lebih efisien.[8]

Referensi

  1. ^ "Jembatan Kali Angke Dibongkar, Warga Diminta Gunakan Akses Jalan Lain". planetdepok.com. Planet Depok. 5 September 2024. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  2. ^ a b c Rama, Aldy (3 September 2024). "Jembatan Penghubung Duren Mekar Depok dengan Desa Parung Bogor Dibongkar, Segini Anggarannya!". www.radardepok.com. Radar Depok. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  3. ^ "Wali Kota Depok Resmikan Jembatan Penghubung Depok-Bogor". berita.depok.go.id. Pemerintah Kota Depok. 28 Desember 2024. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  4. ^ Rama, Aldy (30 Desember 2024). "Peresmian Jembatan Penghubung RW1 Duren Mekar Depok, Dikemas dengan Jalan Sehat, 1.200 Warga Meriahkan Acara". www.radardepok.com. Radar Depok. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  5. ^ "Camat Bojongsari Sampaikan Terima Kasih Atas Diresmikannya Jembatan Angke V". berita.depok.go.id. Pemerintah Kota Depok. 28 Desember 2024. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  6. ^ Rama, Aldy (4 September 2024). "RW1 Duren Mekar Depok Minta Turap Jembatan Angke 5 Diperbaiki". www.radardepok.com. Radar Depok. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  7. ^ "Diresmikan Jembatan Perbatasan Depok-Bogor di Kelurahan Duren Mekar, Dukung Roda Perekonomian". ruzkaindonesia.id. Ruzka Indonesia. 29 Desember 2024. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  8. ^ "Diresmikan Jembatan Perbatasan Depok-Bogor di Kelurahan Duren Mekar, Dukung Roda Perekonomian". ruzka.republika.co.id. Republika. 29 Desember 2024. Diakses tanggal 31 Juli 2025.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement