Jamaica Cafe

Jamaica Café adalah sebuah grup vokal akapela di Indonesia yang dibentuk pada 1991. Grup ini telah malang melintang tampil di berbagai kafe, stasiun televisi dan acara-acara khusus di berbagai kota di Indonesia.[1]
Grup vokal ini beranggotakan enam orang, yaitu Prihartono "Anton" Mirzaputra (Bariton 1, Falsetto, Perkusi), Michael "Biyik" da Lopez (Bariton 2), Hekko Wicaksono (Tenor 1, Beat Box, Trompet, Perkusi), Enriko "Iko" Simangunsong (Tenor 2), Pambudi "Bayu" Bayuseno (Bass), Jimmy (Bariton 3, Falsetto, Trompet).[2]
Sejarah
Kiprah Jamaica Café berawal dari kantin SMA Kolese Gonzaga, sebuah kantin yang sangat berarti buat grup vokal ini. Selain menjadi tempat berkumpul pada saat tidak ada kegiatan di kelas, kantin itu juga merupakan tempat menumpahkan kreativitas iseng.[3]
Tren musik pada 1991 menyisipkan reggae sebagai salah satu genre musik yang sangat digandrungi anak muda saat itu, dan terdengarlah musik reggae dari senandung anak-anak nongkrong di kantin itu, yang kemudian mereka sebut sebagai "Café".
Acara tahunan di SMA Lab School merupakan awal dari penampilan Jamaica Café di panggung hiburan. Sebagai pengisi acara, mereka harus memiliki merk, hingga dipilihlah nama "Jamaica", yang me-representasikan 'tongkrongan' meski musik yang mereka bawakan tidak semuanya bernuansa reggae. Ditambah dengan istilah tempat anak-anak kantin yang diubah menjadi "Café", jadilah sebuah merk atau nama grup "Jamaica Café".
Pada 1996, mereka memutuskan untuk menjadikan Jamaica Café sebagai grup akapela profesional. Bermodalkan kreativitas dalam meng-aransemen lagu, Jamaica Café hadir memberikan kesegaran di panggung-panggung pertunjukan. Keinginan untuk mempelajari dan mengeksplorasi sesuatu yang baru membuat mereka tetap eksis sampai sekarang.
Karier
Dalam perjalanannya, Jamaica Café sempat bergonta-ganti personel, dan sempat pula menjadi sebuah grup musik lengkap dengan alat musiknya. Dari konsep yang sering gonta-ganti personel tersebut, pada 1996 hingga sekarang Jamaica Café bertahan dengan enam personel. Jamaica Café memulai kiprahnya di dunia panggung dengan membawakan berbagai jenis musik, seperti reggae, rock, disko, etnik, bahkan dangdut, dengan melakukan eksplorasi suara atau bunyi-bunyian dalam berbagai jenis musik.[3]
Jamaica Café juga terlibat dalam album kompilasi Erwin Gutawa – Salute to Koes Bersaudara Plus, 2003, ketika mereka bernyanyi ”Nusantara II” dengan masukan bunyian alat musik tradisional.
Pada 2011, grup ini mengalami perombakan formasi. Jimmy mundur dari grup, dan kemudian posisinya digantikan oleh Dito. Lalu Hekko juga hengkang dari grup.
Pada Desember 2012, Jamaica Café merilis album kedua mereka yang bertajuk "Twenty One", yang didistribusikan di bawah Demajors Independent Music Industry. Tepat pada tanggal 12-12-12, Jamaica Café juga merilis singel terbaru mereka yang bertajuk ‘Permaisuriku’, hasil kerja sama dengan Asosiasi Music Director Indonesia (AMDI). Lagu ini diputar serentak di radio-radio di 12 kota besar pada pukul 12:12. Di hari yang sama, juga dirilis video klip mereka melalui Youtube, yang disutradarai oleh Lukman Prasetyo dan Davina Veronica sebagai model video klipnya.[4]
Dalam perhelatan Asian Para Games 2018, Jamaica Café mendapat kesempatan tampil di acara pembukaan dan membawakan Gemu Fa Mi Re dan YourSelf oleh Justin Bieber.[5]
Sejak pandemi 2020, Jamaica Café secara rutin tampil dalam Opera Komedi Samadi yang digelar oleh Pusat Pastoral Samadi, Jakarta, dan yang ditayangkan di kanal YouTube selama 4 jam tiap Kamis sore, untuk menghibur umat dan menggalang dana bagi gereja-gereja yang membutuhkan.[6]
Pertunjukan di luar negri
Jamaica Café tampil serta di Esplanade Concert Hall Singapura pada Februari dan Desember 2005. Mereka kembali ke Singapura untuk A Cappella Festival pada 2007 dan melanjutkan untuk menjadi tutor klinik teknik akapela di beberapa sekolah Singapura.[7]
Pada 2011, mereka mendapat kesempatan lagi untuk tampil di Esplanade Concert Hall Singapura membawakan lagu-lagu keroncong akapela pada acara "Keroncong Gala", bersama beberapa artis Indonesia dan Malaysia.
Pada pertengahan Maret 2016, Jamaica Café diundang oleh Min On untuk mengadakan konser di lima kota di Jepang, yaitu Tokyo, Chiba, Nagano, Aichi dan Mie. Jamaica Café menampilkan "Hana wa Saku" (Flowers will Bloom), sebuah lagu peringatan bencana gempa bumi pada tahun 2004, dan "Ue o Muite Aruko" (I Look Up as I Walk), yang dikenal secara internasional sebagai lagu Sukiyaki.[7]
Kolaborasi
Jamaica Café juga telah melakukan kolaborasi dengan beberapa musisi Indonesia dan mancanegara seperti Glenn Fredly, Andre Hehanussa, Erwin Gutawa, Neri Per Caso (Italia), INSPI (Jepang),[8] Nash (Malaysia), pianis konser Korea Lee Hee-ah dan O-Kai Singers.[9]
Konser
- Esplanade Concert Hall Singapura, Februari 2005 [10]
- Esplanade Concert Hall Singapura, Desember 2005
- Bentara Budaya Jakarta, 6 November 2008 [11][12]

Diskografi
Album
- Musik Mulut, Desember 2004
- Twenty One, Desember 2012
Singel
- Permaisuriku (2012)[4]
Penghargaan
Jamaica Café mendapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai grup musik mulut pertama yang mengemas album seluruhnya dengan mulut, bersamaan dengan peluncuran album perdana bertajuk Musik Mulut.
Jamaica Café juga mendapatkan penghargaan "Supporter of Honor" dari World Wildlife Fund.[13]
Referensi
- ^ "Konser 24 Tahun 'Musik Mulut', Jamaica Cafe Pertahankan Kejenakaan". Tribunnews.com. 2026-01-21. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ Jamaica Cafe... Ruaaar.. Biasa!, Kompas 7 November 2008
- ^ a b "Jamaica Cafe Pentas di Bentara Budaya Jakarta". Kompas.com. 2009-08-12. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ a b Wulandari, Niken (2012-12-13). "Rilis di 12-12-12, Jamaica Cafe Berharap Semakin Dikenal". REPUBLIKA.CO.ID. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ Majid, Abdul (2018-10-06). "Penampilan Jamaica Cafe Awali Pembukaan Asian Para Games 2018". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ Radius, Dwi (2025-10-15). "Anton Jamaica Cafe, Empat Dekade". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ a b Simanjuntak, Tertiani (2016-04-17). "Jamaica Cafe Longing for a stage at home". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ "Jamaica Cafe: Hadiah yang Berkesan". Kompas.com. 2016-06-13. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ redaksi (2014-11-26). "Hari Ini, Jamaica Cafe dan O-Kai Singers Gelar Konser". Aktual.com. Diakses tanggal 2026-01-21.
- ^ Jamaica Cafe Ikut Serta Konser di Singapura
- ^ Jamaica Cafe Konser Tunggal Pertama di Negeri Sendiri[pranala nonaktif permanen], Kompas
- ^ Akapela Jenaka Jamaica Diarsipkan 2009-07-30 di Wayback Machine., Tempointeraktif.com
- ^ Vaqor (2026-01-21). "Jamaica Cafe, Acapella Peduli Lingkungan". Greeners.Co. Diakses tanggal 2026-01-21.
Pranala luar
- (Indonesia) Jamaica Cafe’s Unofficial Blog Diarsipkan 2013-11-08 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Galeri foto di Kompas Images[pranala nonaktif permanen]
- (Indonesia) Jamaica Cafe Identik dengan Kultur Indonesia[pranala nonaktif permanen], Sinar Harapan
- (Indonesia) Anton "Jamaica Cafe": Sebuah Pembuktian Diarsipkan 2007-12-21 di Wayback Machine., Kompas 26 Januari 2002
Video klip
- "Hari Yang Indah", Youtube
- "Terajana", Youtube
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


