Jalur trem Japanan–Bangil

Jalur trem Japanan–Bangil
Garis merah tebal menunjukkan jalur trem milik KSM (di wilayah Kediri dan Jombang) dan MSM (di wilayah Malang), sementara jalur berwarna Hijau merupakan jalur tream MSM (di wilayah Mojokerto-Pandaan). Sedangkan hitam merupakan jalur kereta api milik SS (kecuali garis hitam atas; Bojonegoro–Babat–Lamongan–Surabaya dan Sumari–Gresik adalah milik NIS.)
Ikhtisar
JenisLintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
Jalur trem uap
StatusTidak beroperasi
TerminusStasiun Japanan
Stasiun Bangil
Stasiun15
Operasi
Dibangun olehModjokerto Stoomtram Maatschappij
Legalitas pembangunanGouvernements besluit 31 Desember 1895 No. 1
Dibuka1898-1899
PemilikPT Kereta Api Indonesia (pemilik aset jalur dan stasiun)
Karakteristik lintasLintas datar
DepoJapanan
Bangil
Data teknis
Panjang rel25,6 km
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi40 km/jam
Peta rute
Keterangan: Stasiun Bangil MSM terletak di belakang
bekas dipo lokomotif
Stasiun Bangil SS
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

MR–JPN–PR
JPN
Japanan
MLE
Mlaten (Pasuruan)
MKP
Mojokopek
NGE
Ngerong
KGA
Kepulungan
TGU
Tugu (Pasuruan)
PDA
Pandaan
SET
Suket
TUL
Tanggul (Pasuruann)
BAJ
Baujeng
JAM
Jambe (Pasuruan)
OK
Orokwali
SDW
Sidowayah
BGL
Bangil MSM
eks Dipo lokomotif Bangil SS


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur trem Japanan–Bangil merupakan salah satu dari jalur trem nonaktif di Jawa Timur dengan panjang jalur 25,6 km, termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya. Jalur ini dibangun oleh perusahaan Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM) dan dibuka pada 1 November 1898 untuk ruas Stasiun Japanan–Stasiun Pandaan (11,3 kilometer), serta 18 September 1899 untuk ruas Stasiun Pandaan–Stasiun Bangil (14,3 kilometer).[1]

Sejarah

Pada 1895, Modjokerto Stoomtram Maatschappij mengambil alih konsesi selama 99 tahun untuk jalur trem Kalianyar–Mojokerto, Melikan (Japanan)–Porong, dan Pandaan–Sengon dari J.F. Colinet. Hal ini tertuang dalam Besluit Nomor 1 pada 31 Desember 1895. Pada 1 November 1898, jalur trem Japanan–Pandaan sepanjang 37,7 kilometer selesai dibangun, disusul dengan segmen Pandaan–Bangil pada 18 September 1899.[2]: 123 

Perpanjangan jalur dari Bangil hingga Kalianyar sepanjang 4,5 kilometer sempat dibangun. Namun, pembangunan terhenti 1,6 kilometer sebelum Kalianyar dan hanya mencapai Pabrik Gula Sumberejo. Perpanjangan jalur yang telah terbangun ini diambil alih oleh Staatsspoorwegen pada 1917 sebagai penghubung antara jalur utama dan pabrik gula.[2]: 67  Pada 31 Mei 1920, dikeluarkan Gouvernements Besluit Nomor 54 yang menghapus kata "Kalianyar" dalam konsesi MSM sehingga ujung jalur menjadi hanya sampai Bangil.[2]: 113 

Pabrik Gula Japanan dan Pandaan dilayani oleh jalur ini. Selain itu, MSM juga mendirikan Stasiun Bangil-nya sendiri. Letaknya di belakang depo lokomotif Bangil milik SS.

Sebagian jalur kereta api MSM ditutup karena telah dibongkar untuk keperluan perang, menyisakan lintas Mojokerto–Japanan dan Bangil–Pandaan. Pada masa Perang Kemerdekaan, trem-trem di jalur Bangil–Pandaan ternyata tidak bisa dijalankan. Sebagai akibatnya para pejuang terpaksa harus berjalan kaki. Perlu diketahui bahwa kereta juga tidak bisa berjalan dari Malang ke arah utara karena di daerah Surabaya dan Sidoarjo sedang terjadi peperangan.[3]

Bahkan, setelah perang, Dinas Bangunan DKA sejak 1949-1950 juga terpaksa harus merenovasi jalur-jalurnya agar trem di jalur-jalur MSM ini dapat beroperasi kembali. Dalam sejarah kelam bangsa Indonesia, orang-orang yang tertuduh PKI pernah disiksa di jalur Bangil–Pandaan, di atas gerbong penolong NR 9 yang saat ini disimpan di Depo Lokomotif Bangil.[4] Jalur ini tak lama kemudian ditutup karena dianggap tidak cocok dengan rencana tata ruang Mojokerto.

Jalur terhubung

Lintas aktif

Lintas nonaktif

Daftar stasiun

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Mojokerto–Japanan–Porong/Bangil
Segmen Japanan–Pandaan
Diresmikan pada tanggal 1 November 1898
oleh Modjokerto Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4822 Japanan JPN Nasional 23 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gempol–Malang, Kejapanan, Gempol, Pasuruan km 1+680 lintas PorongJapanan–PandaanBangil Tidak beroperasi
4831 Mlaten MLE Nasional 23 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gempol–Malang, Perbatasan Karangrejo, Gempol dengan Ngerong, Gempol, Pasuruan km 3+107 Tidak beroperasi
4832 Mojokopek MKP Nasional 23 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gempol–Malang, Ngerong, Gempol, Pasuruan km 4+810 Tidak beroperasi
4833 Ngerong NGE Nasional 23 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gempol–Malang, Kepulungan, Gempol, Pasuruan km 6+535 Tidak beroperasi
4834 Kepulungan KGA Nasional 23 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gempol–Malang, Perbatasan Kepulungan, Gempol dengan Sumberejo, Pandaan, Pasuruan km 8+000 Tidak beroperasi
4835 Tugu (Pasuruan) TGU Nasional 23 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gempol–Malang, Sumberejo, Pandaan, Pasuruan km 8+895 Tidak beroperasi
4836 Wunut WNT Nasional 23 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Gempol–Malang, Tawangrejo, Pandaan, Pasuruan km 11+248 Tidak beroperasi
5201 Pandaan PDA Sekitar Jalan Niaga Pandaan, Pandaan, Pasuruan km 13+248 Tidak beroperasi
Segmen Pandaan–Bangil
Diresmikan pada tanggal 18 September 1899
5202 Suket SET Jalan Raya Pandaan–Bangil, Nogosari, Pandaan, Pasuruan km 16+160 Tidak beroperasi
5203 Tanggul (Pasuruan) TUL Jalan Raya Pandaan–Bangil, Dusun Nyangkiring, Baujeng, Beji, Pasuruan km 17+525 Tidak beroperasi
5204 Baujeng BAJ Jalan Raya Pandaan–Bangil, Dusun Pojkecik, Baujeng, Beji, Pasuruan km 18+410 Tidak beroperasi
5205 Jambe (Pasuruan) JAM Jalan Raya Pandaan–Bangil, Dusun Jambe, Baujeng, Beji, Pasuruan km 19+166 Tidak beroperasi
5206 Orokwali OK Jalan Raya Pandaan–Bangil, Dusun Kolursari, Sidowayah, Beji, Pasuruan km 22+095 Tidak beroperasi
5207 Sidowayah SDW Sidowayah, Beji, Pasuruan km 24+515 Tidak beroperasi
5208 Bangil MSM
(belakang Depo Lokomotif Bangil SS)
BGL Pogar, Bangil, Pasuruan km 26+445 Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [5][6]
  • Pengidentifikasi stasiun: [7]
  • Tanggal pembukaan jalur: [8]: 106–124 


Galeri

Referensi

  1. ^ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
  2. ^ a b c Reitsma, Steven Anne (1928). Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen (dalam bahasa Belanda). Weltevreden: G. KOLFF & Co. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Oetari (2015). Kereta terakhir : memoar gadis djoang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9786020317526. OCLC 913506206.
  4. ^ Say (2016-09-28). "Lokomotif dan Gerbong Kereta Api Paling Horor di Indonesia". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-05-02.
  5. ^ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  6. ^ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  7. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  8. ^ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement