Jalan Tol Akses Patimban
| Jalan Tol Patimban | |
| Informasi rute | |
| Dikelola oleh PT Jasamarga Akses Patimban | |
| Panjang | 37,05 km (23,02 mi) |
| Berdiri | Sejak Oktober 20, 2020 |
| Sejarah | Direncanakan sejak tahun 2020, ditargetkan selesai 2025 |
| Persimpangan besar | |
| Ujung Barat | |
| Ujung Timur | Pelabuhan Patimban |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Kota | Kabupaten Subang |
| Sistem jalan | |
Jalan Tol Akses Patimban adalah jalan tol yang menghubungkan Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) dengan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ruas ini mempunyai panjang sekitar 37,05 kilometer, dan dikembangkan dalam rangka mendukung kelancaran logistik nasional serta mendukung pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan laut utama baru di Indonesia.[1]
Sejarah dan Tujuan
Ruas tol ini resmi masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 109 Tahun 2020. Skema pembangunannya menggunakan model Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang melibatkan pemerintah pusat dan PT Jasamarga Akses Patimban (BUJT), serta didukung pembiayaan dari lembaga seperti BCA dan SMI.[2]
Pembangunan
Proyek ini dibagi menjadi 5 tahapan (seksi) konstruksi:
- Seksi 1 & 2: dibangun oleh BUJT (dengan total panjang 14,11 km)
- Seksi 3 – 5: dibangun oleh pemerintah (dengan total panjang 22,94 km)[3][4]
Pekerjaan konstruksi dilaporkan telah dimulai sejak awal 2023. Pekerjaan seksi 4 (segmen dekat Pelabuhan Patimban) disebut-sebut sudah memasuki tahap struktur dan pondasi akhir.[5]
Detail Teknis dari Tol ini adalah sebagai berikut :
- Total panjang : 37,05 km
- Jumlah segment (seksi) : 5
- Jalur : 2 arah × 2 lajur (lebar lajur: 3,6 m)
- Pembangunan sekat pemerintah: 22,94 km; sekat BUJT: 14,11 km[4]
Jalan Tol ini dikelolah oleh :
- BUJT : PT Jasamarga Akses Patimban (konsorsium BUMN & swasta)
- Peran pemerintah : melalui Kementerian PU, BPJT, serta dukungan Pendanaan dari BCA & SMI.[6]
Target Penyelesaian dan Manfaat
Tol ini ditargetkan dapat ber-operasi penuh pada akhir 2025 atau kuartal kedua 2026, meski terdapat perbedaan estimasi waktu antar sumber.[1][3] Setelah beroperasi, jalan tol ini diharapkan:
- Meningkatkan aksesibilitas Pelabuhan Patimban, termasuk rute ekspor-impor lewat Tol Cisumdawu dan jalur nasional Pantura.[7]
- Mendukung aktivitas logistik industri di kawasan Cikarang–Cibitung–Karawang serta pengembangan wilayah Subang.[4]
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama resmi | Jalan Tol Akses Patimban |
| Lokasi | Kabupaten Subang, Jawa Barat |
| Panjang total | 37,05 km |
| Status | Dalam konstruksi (per 2025) |
| Seksi | 1–5 (Seksi 1–2 oleh BUJT; 3–5 oleh pemerintah) |
| Pengelola | PT Jasamarga Akses Patimban (BUJT), Pemerintah (PUPR/BPJT) |
| Skema | KPBU (solicited), Proyek Strategis Nasional |
| Target operasi | Akhir 2025 / Q2 2026 |
| Tujuan utama | Akses langsung ke Pelabuhan Patimban & memfasilitasi aktivitas logistik industri |
Referensi
- ^ a b "Dalam Tahap Konstruksi, Inilah Progres Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban". Binamarga.PU. 24 Agus 2024. Diakses tanggal 12/06/2025. ;
- ^ "Patimban Access Toll Road Construction Begins Soon, the Road will be Connected to Subang Smartpolitan" (PDF). https://www.suryainternusa.com/: 1–3.
- ^ a b Ekonomi, Warta (18 Desember 2024). "Kantongi Rp3,96 Triliun dari BCA dan SMI, Jasa Marga Targetkan Tol Akses Patimban Beroperasi 2026". Warta Ekonomi. Diakses tanggal 12/06/2025.
- ^ a b c "PUPR starts to construct Patimban Access Toll Road Packages 1-3: Facilitating logistics flow". PWC. 13 November 2023. Diakses tanggal 12/06/2025.
- ^ SUBANG, LINTAS (4 Juni 2025). "Paket 4 Akses Tol Patimban Terkoneksi Langsung ke Pelabuhan Internasional, Hemat Waktu Tempuh". Majalah Lintas. Diakses tanggal 12/06/2025.
- ^ "PT SMI inisiasi pembiayaan Rp1,98 T untuk Patimban". www.ptsmi.co.id. Diakses tanggal 2025-06-12.
- ^ "Cikopo–Palimanan Toll Road". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2024-05-12.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


