Islam di Asia Tenggara

Islam di Asia Tenggara awalnya menyebar dari wilayah Indonesia, khususnya di daerah Perlak, Aceh sejak abad ke-7 Masehi. Setelah mengalami perkembangan, Islam menyebar ke wilayah Asia Tenggara lainnya khususnya ke Semenanjung Malaya. Islam di Asia Tenggara menyebar ke wilayah Indonesia, Singapura, Malaysia, Kerajaan Pattani di Thailand Selatan dan Brunei Darussalam. Sebelum kemunculan Islam di Asia Tenggara, penduduk di Asia Tenggara menganut animisme atau meyakini agama Hindu atau agama Buddha. Islamisasi di Asia Tenggara didukung oleh keberadaan para pedagang dan ulama yang berasal dari Jazirah Arab, Persia Raya dan Gujarat di wilayah Malaysia pada abad ke-9 Masehi. Penyebaran Islam di Asia Tenggara oleh para pedagang dan ulama berlangsung secara damai tanpa ada tindakan pemaksaaan, kekerasan, intimidasi maupun perang.[1]

Penyebaran dan islamisasi awal

Penyebaran Islam ke wilayah Asia Tenggara berlangsung secara damai melalui perdagangan.[2] Islam mulanya disebarkan ajarannya di Asia Tenggara karena adanya hubungan perdagangan antara para pedagang di Tiongkok Daratan hingga ke negara-negara di sekitar Laut Tengah. Hubungan perdagangan terbentuk melalui Jalur Sutra yang melintasi Asia. Para pedagang muslim terutama dari semenanjung Arab mengadakan perdagangan melalui Jalur Sutra sambil menyebarkan ajaran Islam. Dalam perjalanan menuju ke Tiongkok Daratan melalui Jalur Sutra, para pedagang muslim menyebarkan ajaran Islam hingga pengaruh penyebarannya sampai ke negara-negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara.[3]

Jumlah penganut

Penganut ajaran Islam dikenal sebagai muslim dan Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan dengan jumlah muslim terbanyak di dunia. Pada Oktober 2023, Departemen Riset di Statista melaporkan bahwa jumlah penduduk muslim di Asia Tenggara sekitar 229 juta jiwa. Jumlah tersebut mencakup persentase sebesar 25% dari jumlah penduduk muslim di dunia yaitu sekitar 1,9 miliar jiwa pada bulan Oktober 2023.[4] Negara di Asia Tenggara dengan jumlah muslim terbanyak adalah Indonesia.[5]

Pada Oktober 2023, penduduk muslim pada tiga dari sebelas negara di Asia Tenggara merupakan penduduk mayoritas. Ketiga negara tersebut yaitu Indonesia (87,2%) Brunei Darussalam (78,8%) dan Malaysia (61,3%). Sedangkan pada delapan negara lainnya di Asia Tenggara, penduduk muslim merupakan penduduk minoritas dengan persentase paling kecil di Laos (0,01%) dan yang terbesar di Singapura (14,7%).[4]

Islam menjadi agama minoritas di Filipina dan Timor Leste dengan agama mayoritas yang dianut adalah Kekristenan. Di Thailand, Islam menjadi agama minoritas dengan agama Buddha sebagai agama mayoritas. Islam juga menjadi agama minroitas di Singapura yang mengutamakan sekularisme dan modernisme. Sementara itu, Islam menjadi agama minoritas di Vietnam, Laos dan Kamboja yang mengutamakan keyakinan terhadap komunisme.[5]

Referensi

  1. ^ Nurbaiti (2019). Pendidikan Islam pada Awal Islamisasi di Asia Tenggara (PDF). Depok: Rajawali Pers. hlm. 1–2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Nasution 2022, hlm. 3.
  3. ^ Fakih 2024, hlm. 5-6.
  4. ^ a b Fakih 2024, hlm. 5.
  5. ^ a b Nasution 2022, hlm. 2.

Daftar pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement