Irbadh bin Sariyah
Irbadh bin Sariyah as-Sulami adalah sahabat Nabi Muhammad yang tergolong ahlu suffah (miskin tinggal di masjid). Panggilannya Abu Najih. Ia meriwayatkan beberapa hadis.[1] Ia masuk Islam bersama 7 orang dari Bani Sulaim sebagai orang tertua bersama Utbah bin Abd. Saat pertempuran Tabuk dimana ia tidak memiliki kendaraan sehingga ia mendapat ijin untuk tidak ikut serta dengan turunnya Quran Surat Taubah ayat 93. Ia menegur Miqdad yang mendapatkan hadiah rampasan perang dari Muawiyah karena menganggapnya tidak berhak. Saat ia berdoa di masjid Damaskus, ia ditegur sosok yang ia yakini sebagai malaikat yang mengajarkannya doa,"Ya Allah perbaikilah amalku dan sampaikanlah ajalku." Lalu sosok itu menghilang.[2]
Irbadh wafat tahun 75 H / 695 M di Homs (Suriah) pada masa Abdul Malik bin Marwan. Beberapa kali ia berdoa agar dicabut nyawa oleh Tuhannya di usia tua.[1]
Referensi
- ^ a b Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala Jilid 8. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
- ^ Humam, Abdul Wadud Kasyful (2016-02-16). 40 Sahabat Nabi yang Memiliki Karamah (dalam bahasa Inggris). Elex Media Komputindo. hlm. 87. ISBN 978-602-02-7913-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


