Insiden perundungan Universitas Udayana 2025

Insiden Perundungan di Universitas Udayana Tahun 2025
TanggalOktober 15, 2025; 5 bulan lalu (2025-10-15)
TempatUniversitas Udayana
LokasiDenpasar, Bali, Indonesia
PenyebabPelecehan daring
SasaranTimothy Anugerah Saputra (meninggal)
Peserta/Pihak terlibatLihat di bawah
HasilPenyelidikan yang sedang berlangsung
Tewas1
Tersangka11 (Per 18 Oktober 2025)

Insiden perundungan Universitas Udayana tahun 2025 berkaitan dengan meninggalnya mahasiswa bernama Timothy Anugerah Saputra serta pengungkapan ke publik sebuah grup percakapan pribadi yang berisi tindakan pelecehan.

Insiden tersebut terjadi pada pagi hari tanggal 15 Oktober 2025, ketika Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana, ditemukan dalam kondisi mengalami luka berat di dekat pintu masuk utama Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ia dilaporkan terjatuh dari lantai dua gedung tersebut dan segera dilarikan ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Saputra kemudian meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya akibat jatuh tersebut.[1]

Setelah kematiannya, sebuah grup percakapan pribadi yang melibatkan beberapa mahasiswa Universitas Udayana bocor dan tersebar luas di media sosial. Pesan-pesan dalam grup tersebut berisi konten di mana sejumlah mahasiswa terlihat mengejek dan meremehkan peristiwa tersebut, disertai dengan bentuk-bentuk pelecehan yang secara eksplisit ditujukan kepada Saputra.

Pengungkapan isi grup percakapan tersebut ke publik memicu reaksi negatif yang meluas dan kecaman keras dari masyarakat. Reaksi ini dipicu oleh spekulasi bahwa perundungan daring yang terdokumentasi tersebut kemungkinan menjadi faktor utama yang mendorong Saputra terjatuh, sehingga menimbulkan dugaan bahwa kematiannya merupakan tindakan melukai diri sendiri yang berkaitan dengan perundungan. Sejumlah selebritas lokal, politisi, dan masyarakat umum mengecam praktik perundungan tersebut serta mengkritik keras pihak universitas atas dugaan lambannya respons dan kurangnya kepedulian dalam menangani persoalan serius yang terungkap.[2]

Dampak dan Penyelidikan

Tanggapan

Pada 17 Oktober, Universitas Udayana mulai memberikan respons resmi terhadap insiden tersebut. Pelaksana Tugas Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi FISIP awalnya mengumumkan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam grup percakapan yang bocor tersebut akan dikenai sanksi akademik. Sanksi tersebut meliputi pengurangan nilai soft skill, kewajiban membuat surat pernyataan, serta merekam video permintaan maaf sebagai bentuk klarifikasi. Namun kemudian, Humas Universitas mengklarifikasi bahwa pesan-pesan dalam grup tersebut dikirim setelah Saputra meninggal dunia, bukan pada saat kejadian berlangsung.

Respons awal universitas tersebut mendapatkan tanggapan negatif dari publik, karena banyak pihak menilai bahwa sanksi akademik tersebut tidak sepadan, serta menuntut agar para pelaku diberikan konsekuensi yang lebih tegas dan pantas.[3]

Keesokan harinya, 18 Oktober, Gubernur Bali, Koster, turut memberikan pernyataan dengan menegaskan bahwa Universitas Udayana harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan penyebab kematian secara akurat.[4]

Pada 19 Oktober, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Yuliarto, menyatakan rasa terkejut dan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia kemudian menghubungi Rektor Universitas Udayana untuk meminta penjelasan serta memerintahkan pihak universitas untuk terus menjalin komunikasi dengan keluarga Saputra terkait tragedi ini. Selain itu, Menteri Yuliarto meminta agar pihak kampus menjamin lingkungan universitas yang aman dan nyaman, serta bebas sepenuhnya dari segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan.[5]

Referensi

  1. ^ detikBali, Tim. "Tragedi di Kampus Unud, Mahasiswa Tewas Lompat dari Lantai 2 Gedung FISIP". detikbali. Diakses tanggal 2025-12-28.
  2. ^ "Kronologi Mahasiswa Unud Diduga Tewas Bunuh Diri karena Perundungan". Tempo. 18 Oktober 2025 | 16.45 WIB. Diakses tanggal 2025-12-28.
  3. ^ Liputan6.com (2025-10-18). "Universitas Udayana Buka Suara Terkait Isu Bullying Penyebab Kematian Mahasiswa Sosiologi". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-12-28. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  4. ^ Admin (2025-10-18). "Koster Angkat Bicara Soal Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Unud: Harus Diidentifikasi!". wacanabali.com. Diakses tanggal 2025-12-28.
  5. ^ "Mendikti Respons Kasus Dugaan Bully hingga Mahasiswa Unud Bunuh Diri". nasional. Diakses tanggal 2025-12-28.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement