Inasua
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: penulisan catatan kaki dan rujukan perlu mencantumkan nama penulisnya, bukan nama media berita. (Juni 2025) |

Inasua adalah produk ikan fermentasi tradisional suku Teon Nila Serua yang sebagian besar tinggal di Desa Seram, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Nama Inasua berasal dari dua kata: Ina, yang berarti ikan dan Sua yang berarti garam, sehingga dapat diartikan sebagai metode pengawetan ikan menggunakan media garam. Berbeda dengan metode pengawetan ikan pada umumnya yang melibatkan pengeringan, Inasua diproduksi melalui proses fermentasi spontan yang terjadi ketika ikan mentah direndam dalam larutan garam, bukan dikeringkan.[1] Metode ini secara tradisional digunakan oleh masyarakat Teon Nila Serua (TNS), dan sekarang juga dipraktikkan di Waipia, untuk menyimpan ikan dan menjamin ketersediaan selama kondisi cuaca buruk ketika tidak memungkinkan untuk melaut, karena tingginya permintaan ikan.[2] Inasua masuk sebagai salah satu Kebudayaan Takbenda dari Maluku dan teregistrasi secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan nomor register 186/M/2015.[3]
Awalnya Inasua dibuat menggunakan Ikan Babi (Ruvettus tydemani Weber) yang juga dikenal sebagai oilfish yang umumnya ditemukan di perairan Laut Banda dan dikenal memiliki efek laksatif. Namun, karena semakin sulitnya menemukan Ikan Babi, masyarakat Teon Nila Serua telah beradaptasi dan sekarang menggunakan berbagai jenis ikan karang lainnya sebagai bahan baku. Bahan-bahan yang digunakan saat ini meliputi jenis ikan seperti Ikan Bobara, Ikan kakatua, Ikan Kerong-Kerong, Ikan Ekor Kuning, dan Ikan Gurara.[2] Proses fermentasi Inasua umumnya berlangsung selama tiga bulan sebelum dikonsumsi. Selama proses ini, senyawa kompleks, terutama protein, diurai menjadi senyawa yang lebih sederhana, seperti asam amino dan peptida, yang selanjutnya terurai menjadi komponen lain yang berkontribusi pada rasa produk. Inasua umumnya dikonsumsi dengan makanan pokok seperti nasi, singkong, dan ubi jalar. Beberapa orang juga menikmatinya dengan sageru, yaitu minuman yang berasal dari fermentasi getah aren.[1] Selain itu, Inasua dapat dimasak dengan sayuran, dihaluskan dan dicampur dengan sambal, atau digunakan sebagai bumbu untuk menambah kedalaman rasa gurih (umami) pada berbagai masakan.[4]
Jenis-jenis Inasua
Metode pembuatan Inasua dapat bervariasi tergantung selera, terutama dibedakan oleh penambahan nira (getah aren atau kelapa). Hal ini menghasilkan dua jenis utama Inasua yaitu Inasua Nira yang menggunakan garam dan nira dan Inasua tanpa Nira yang hanya menggunakan garam. [4]
Inasua Nira
Inasua jenis ini memiliki tekstur yang lebih lembut dan memiliki memiliki aroma senyawa volatil yang khas, yang merupakan hasil metabolisme nira kelapa oleh mikroba. Untuk rasanya digambarkan lebih gurih (umami) karena memiliki kandungan asam glutamat yang lebih tinggi. Dalam penelitian Mahulette tahun 2021, Inasua Nira ditemukan memiliki kandungan asam glutamat 3,46%, dibandingkan dengan 2,04% pada Inasua Tanpa Nira. Asam amino dominan pada Inasua Nira adalah asam glutamat, glisin, dan asam aspartat. Kadar air Inasua Nira lebih tinggi (20,96%) dibandingkan Inasua Tanpa Nira (15,31%). Hal ini disebabkan fermentasi Inasua Nira terjadi dalam kondisi terendam nira kelapa. Inasua jenis ini memiliki masa simpan yang lebih panjang meskipun difermentasi dalam kondisi terendam. Kadar air Inasua Nira lebih tinggi (20,96%) dibandingkan Inasua Tanpa Nira (15,31%). Hal ini disebabkan fermentasi Inasua Nira terjadi dalam kondisi terendam nira kelapa. Kadar asam lemak Inasua Nira (87,48%) juga lebih tinggi dibandingkan Inasua Tanpa Nira yang hanya mencapai (72,59%).[1]
Inasua tanpa Nira
Inasua tanpa Nira memiliki tekstur yang lebih padat dan agak masir serta kurang beraroma. Untuk rasanya cenderung sangat asin dan kurang beraroma. Asam amino dominannya adalah asam glutamat, aspartat, dan lisin. Sayangnya, Inasua jenis ini memiliki masa simpan yang lebih pendek, kadar airnya sedikit sekitar 15,31% dan kadar lemaknya lebih rendah daripada Inasua Tanpa Nira yang yang hanya mencapai (72,59%).[1]
Catatan kaki
- ^ a b c d linisehat 2022.
- ^ a b Liputan6 2022.
- ^ referensi 2015.
- ^ a b Harian Lingga 2024.
Daftar pustaka
Sumber daring
- "Inasua". Budaya Kita Kemendikbud.
- Sabandar, Switzy (2022-12-09). "Inasua, Metode Tradisional Fermentasi Ikan ala Masyarakat Maluku". Liputan6. Diakses tanggal 2025-06-19.
- Pawestri, Setyaning (2022-07-18). "Inasua, Ikan Asin Warisan Budaya Tak Benda Khas Maluku". linisehat. Diakses tanggal 2025-06-19.
- "Warisan Kuliner Maluku: Inasua, Fermentasi Ikan dengan Sejuta Manfaat". Harian Lingga. 2024-07-12. Diakses tanggal 2025-06-19.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


