Ijame
Ijame (atau Ijambe) adalah ritual adat kematian yang diselenggarakan oleh suku Dayak Maanyan, khususnya di wilayah Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, yang menganut kepercayaan Kaharingan. Ritual ini merupakan prosesi penghantaran roh orang yang telah meninggal menuju surga yang disebut Tumpuk Datu Tunyung, yang diyakini membutuhkan waktu sembilan hari hingga roh benar-benar dapat kembali ke alam tersebut. Dalam prosesi ini, tulang-belulang orang yang telah meninggal diperlakukan melalui upacara pembakaran atau pengkremasian. Proses kremasi ini menjadi suatu keunikan tersendiri karena di Kalimantan Tengah hanya ritual Ijame yang melakukan pembakaran tulang, serupa dengan tradisi Ngaben di Bali. Tempat pembakaran tulang itu disebut Papuyan, sedangkan Tamak adalah tempat penyimpanan abu (Mapui) setelah proses kremasi. Ijame merupakan ritual kematian yang bersifat insidental dan tidak dilaksanakan setiap tahun, karena terdapat berbagai persyaratan adat yang harus dipenuhi sebelum upacara ini dapat digelar.[1]
Referensi
- ^ "Ritual Ijame". budaya-indonesia.org. 15 November 2018. Diakses tanggal 23 November 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


