Ignatius Sumantri

Ignatius Sumantri
Bupati Belu ke-5
Masa jabatan
1988–1993
PresidenSoeharto
Gubernurdr. Hendrikus Fernandez
Informasi pribadi
Lahir(1940-12-20)20 Desember 1940
Belanda Yogyakarta, Hindia Belanda
Meninggal10 Mei 2018(2018-05-10) (umur 77)
Indonesia Bandung, Jawa Barat, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Suami/istriCaroline Farida
Hubungandr. Agustinus Taolin (menantu)
AnakFrida Indrawati Susanti
Freny Indriani Yanuarika
Vittorio Garta Erlangga
Orang tuaRaden Panewu Projosastro (ibu)
Raden Nganten Sadinah (ayah)
PekerjaanMiliter, Politikus
ProfesiMiliter
Karier militer
Dinas/cabangTNI Angkatan Darat
PangkatLetnan Kolonel (Letkol Art.)
SatuanArtileri
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Letkol (Art). Ignatius Sumantri (20 Desember 1940 – 10 Mei 2018) adalah Bupati Belu yang menjabat pada periode 1988 hingga 1993. Ia merupakan salah satu kepala daerah di Kabupaten Belu yang berasal dari kalangan militer (TNI Angkatan Darat).[1]

Masa Jabatan

Ignatius Sumantri menjabat sebagai Bupati Belu ke-5 sejak 20 Agustus 1988 hingga 20 Agustus 1993.[2] Sebelum menjabat sebagai bupati, ia memiliki karier militer dengan jabatan terakhir sebagai Komandan Distrik Militer 1603/Sikka, Maumere.

Masa pemerintahannya dikenang karena berbagai gebrakan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah perbatasan. Salah satu pencapaiannya yang paling dikenang adalah gagasannya membangun Monumen Seroja di Halilulik, yang kini dikenal sebagai Monumen Seroja Ignatius Sumantri.[3] Dalam sebuah diskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ia dikenal gigih memperjuangkan pembangunan jalan, jembatan, dan listrik di Belu dengan argumentasi bahwa daerah perbatasan tidak boleh terabaikan.[4]

Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi

Ignatius Sumantri lahir di Yogyakarta pada 20 Desember 1940 adalah putra dari pasangan Raden Panewu Projosastro (seorang pamong praja) dan Raden Nganten Sadinah. Ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Menikah dengan Caroline Farida dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu:

  • Frida Indrawati Susanti
  • Freny Indriani Yanuarika
  • Vittorio Garta Erlangga

Hubungan dengan dr. Agustinus Taolin

Ignatius Sumantri berkerabat dengan Agustinus Taolin, yang menjabat sebagai Bupati Belu periode 2021–2024. Ia merupakan ayah mertua dari Agustinus Taolin.

Kekerabatan tersebut terjalin melalui pernikahan putrinya, Freny Indriani Yanuarika (dikenal sebagai Freny Sumantri), dengan Agustinus Taolin, sehingga Agustinus Taolin menjadi menantu Ignatius Sumantri.[4][5]

Keduanya pernah menjabat sebagai Bupati Belu pada masa yang berbeda.

Penghargaan dan Warisan

Atas jasanya, nama Ignatius Sumantri diabadikan menjadi nama sebuah monumen dan rumah sakit:
1. Monumen Seroja Ignatius Sumantri: Berlokasi di Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat. Monumen ini sebelumnya bernama Monumen Seroja dan diresmikan kembali dengan nama baru pada 11 Agustus 2023 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Belu Nomor: 187/HK/2023.[3][5]
2. Rumah Sakit TK. IV Ignatius Sumantri: Berlokasi di Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu. Rumah Sakit Tentara ini sebelumnya bernama Rumah Sakit TK. IV 09.07.04 Atambua.[4]

Selain itu, ia dan istrinya dianugerahi gelar adat oleh masyarakat Belu, yaitu gelar Samara untuk dirinya dan Betelalenok untuk istrinya, sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian mereka.[4]

Kematian

Ignatius Sumantri meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat pada 10 Mei 2018 pada usia 77 tahun.

Referensi

  1. ^ "Monumen Seroja dan Bupati Belu Dari Militer". Kompasiana.com. 6 Oktober 2014. Diakses tanggal 14 November 2020.
  2. ^ "Daftar Bupati Belu". Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses tanggal 4 April 2026.
  3. ^ a b "Mengenang 33 Tahun Ignatius Sumantri Membangun Monumen Seroja". Realitas TTU. 16 Agustus 2023. Diakses tanggal 4 April 2026.
  4. ^ a b c d "Ignatius Sumantri Diabadikan Jadi Nama Rumah Sakit, "Orang Belu Masih Ingat Saya" (Bagian 1)". PROKOPIM Kabupaten Belu. 8 Februari 2024. Diakses tanggal 4 April 2026.
  5. ^ a b "Ignatius Sumantri Diabadikan Jadi Nama Rumah Sakit, Caroline Farida Mengaku Bangga dan Terharu". PROKOPIM Kabupaten Belu. 10 Februari 2024. Diakses tanggal 4 April 2026.

Bacaan

  • Tifa, D dan Itta H., 2007, Jejak Tapak Dari Masa ke Masa-Belu Pemimpin dan Sejarah, Kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu, Sesawi, Kupang.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Drs. Johanes Stefanus Letto
Bupati Belu
1988-1993
Diteruskan oleh:
dr. Servatius Muti Pareira, MPH

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement