Hostel Vogels

Hostel Vogels (bahasa Jawa: ꦲꦺꦴꦱ꧀ꦠꦺꦭ꧀ꦮ꦳ꦺꦴꦒꦼꦭ꧀ꦱ꧀) berada di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.[1] Hostel Vogels berupa Bangunan Indische yang dibangun pada tahun 1920. Terdapat beberapa motif ragam hias flora dan fauna di beberapa bagian.
Cagar budaya
Bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya melalui keputusan Bupati Sleman dan tercatat dalam Sistem Informasi Cagar Budaya Jogja (JogjaCagar). Lokasinya berada di kawasan wisata Kaliurang, tepatnya di Kaliurang Barat, pada koordinat 7°35′45.1″ LS dan 110°25′29.3″ BT.
Sejarah
Hotel Vogels merupakan kompleks vila kolonial yang dibangun sekitar tahun 1926 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pemilik pertamanya adalah Patih Danurejo VII, menantu Sultan Hamengku Buwono VII. Setelah masa kemerdekaan, bangunan ini dibeli oleh dr. Soekiman Wirjosandjojo, Perdana Menteri Indonesia ke-6 yang menjabat pada 1951–1952. Pada masa kepemilikannya, vila ini dipinjamkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) sebagai tempat peristirahatan bagi para perwira hingga dekade 1980-an. Kemudian, vila tersebut dibeli oleh Hisa Tanaka Abdul Rosyid, seorang warga Jepang, yang mengubahnya menjadi hostel sekaligus restoran. Kini, bangunan ini dimiliki oleh keluarga Christian Awuy yang masih melanjutkan fungsi tersebut hingga sekarang.
Arsitektur
Secara arsitektural, Hotel Vogels memperlihatkan langgam Art Deco yang kuat, terutama pada bentuk fasad dan ragam hias geometrisnya. Bangunan utama terdiri dari satu lantai dengan fasad depan berbentuk segi lima, dihiasi pilaster batu sikat miring pada tiap sudut, serta dinding plester berwarna putih di bagian atas dan batu sikat di bagian bawah. Pintu dan jendelanya berupa panel kaca dengan bingkai kayu, sementara di atas jendela terdapat teritis kecil dengan atap metal datar dan konsol kayu polos. Bagian interiornya menampilkan pengaruh Art Nouveau, terlihat dari langit-langit logam bermotif flora di serambi belakang, yang menurut pemilik didatangkan khusus dari India. Tata ruangnya mengikuti pola rumah tinggal kolonial akhir (Indische Wohnhuis), dengan serambi depan (voor gallerij), lorong tengah (binnen gallerij), serta serambi belakang (achter gallerij), diapit deretan kamar tidur di kedua sisi lorong. Struktur atap mengombinasikan model perisai (limasan) dengan atap tunggal maupun majemuk, ditambah sebuah kubah kecil di bagian puncak.
Bagian lain dari bangunan juga memperlihatkan variasi fungsi ruang. Sisi selatan dilengkapi paviliun mandiri dengan kamar tidur utama, kamar mandi, serta teras depan. Serambi belakang bersifat asimetris, di mana bagian selatan digunakan untuk dapur, sedangkan bagian utara berupa teras besar yang dahulu berdinding panel kayu setengah terbuka dan kini ditutup kaca sehingga berfungsi sebagai ruang makan dan ruang pertemuan. Lantai bangunan dihiasi tegel beragam warna dan motif, mulai dari tegel hitam polos di ruang utama, tegel hijau bermotif di kamar mandi depan, tegel oranye bermotif flora di ruang makan, hingga tegel biru bermotif di kamar mandi belakang. Ventilasi bangunan terbuat dari kayu dan kaca dengan motif geometris, sementara plafonnya dari triplek putih dengan lis persegi empat.
Hotel Vogels memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting karena menjadi saksi perkembangan kawasan wisata Kaliurang sejak awal abad ke-20. Bangunan ini merepresentasikan jejak komunitas Eropa di Yogyakarta pada masa kolonial sekaligus mencerminkan gaya arsitektur Art Deco yang relatif langka di kawasan tersebut. Hingga kini, keberadaannya tidak hanya menjadi bagian dari warisan arsitektur kolonial, tetapi juga terus berfungsi sebagai penginapan dan restoran yang melayani wisatawan di Kaliurang.
Referensi
- ^ "JOGJACAGAR | Sistem Informasi Cagar Budaya". jogjacagar.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-08-18.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


