Hipomania
| Hipomania | |
|---|---|
| Grafik perubahan suasana hati bipolar | |
| Spesialisasi | Psikiatri, psikologi |
Hipomania (Hypomania) adalah kondisi lebih ringan dari mania yang berlangsung lebih singkat, biasanya dalam kurun waktu beberapa hari walau kurun waktunya dapat bervariasi.[1]
Diagnostik
Menurut DSM-5, ada beberapa gejala yang diperlukan agar pasien dapat diklasifikasikan bahwa pasien tersebut melalui episode Hypomania. Minimal ada 3 dari beberapa gejala-gejala yang ada di daftar yang diperlukan, dalam kurun waktu 4 hari berturut-turut atau lebih. Berikut daftar gejalanya:
- Rasa kepercayaan diri yang meningkat drastis
- Kebutuhan tidur berkurang (merasa sudah cukup tidur walau hanya beberapa jam)
- Dorongan keras untuk lebih banyak berbicara daripada biasanya
- Memiliki banyak ide beterbangan dan pikiran yang berpacu (flight of ideas)
- Mudah terdistraksi
- Meningkatnya aktivitas yang diarahkan pada tujuan dan agitasi psikomotorik
- Keterlibatan pada aktivitas berlebihan yang berpotensi menyebabkan konsekuensi yang menyakitkan (Belanja berlebihan, investasi dengan kurangnya hati-hati, dll.)[2]
Etimologi
Kata Hipomania berasal dari kata "Hypo-" dalam bahasa Yunani yang berarti "kurang" dan "Mania" kata ini diusulkan oleh Neurologis Jerman bernama Emanuel Mendel pada tahun 1881.[3][4]
Referensi
- ^ "What are hypomania and mania? - Mind". www.mind.org.uk. Diakses tanggal 2025-06-21.
- ^ Jain, Ankit; Mitra, Paroma (2025). Bipolar Disorder. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 32644424.
- ^ "Definition of HYPOMANIA". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-22.
- ^ "Definition of HYPO-". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-22.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


