Hidayah (film)
| Hidayah | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Monty Tiwa |
| Produser | Rajesh Punjabi |
| Skenario | Baskoro Adi Wuryanto |
Berdasarkan | Hidayah |
| Pemeran | |
| Penata musik | Andi Rianto |
| Sinematografer | Jimmy Fajar |
| Penyunting | Wawan I. Wibowo |
Perusahaan produksi |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 88 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
Hidayah adalah film horor religi Indonesia tahun 2023 yang disutradarai oleh Monty Tiwa dan ditulis oleh Baskoro Adi Wuryanto, berdasarkan serial berjudul sama.[1] Film ini dibintangi oleh Ajil Ditto, Givina, dan Alif Joerg, dengan alur cerita yang berfokus pada Bahri, seorang ustadz muda yang memutuskan untuk kembali ke desa tempat tinggalnya setelah banyaknya gangguan supranatural yang terjadi di sana. Hidayah tayang perdana di bioskop Indonesia pada 12 Januari 2023.[2]
Plot
Bahri, seorang ustadz muda yang pernah tersangkut masalah hukum mencoba memulai hidup baru dengan bekerja sebagai montir di Jakarta. Suatu hari, sahabatnya yang bernama Hasan datang dari desa asalnya, Mekarwangi, untuk meminta bantuan. Desa Mekarwangi, tiba-tiba mengalami serangkaian gangguan gaib yang mengusik ketentraman warga. Warga kampung percaya gangguan itu berasal dari Ratna, seorang teman lama Bahri yang kini sedang menderita penyakit aneh dan entah bagaimana tidak kunjung mati. Tubuh Ratna membusuk selagi ia masih hidup, dan ia selalu berteriak kesakitan setiap malam, yang diikuti oleh munculnya teror makhluk halus di desa tersebut.
Bahri awalnya enggan kembali karena memiliki masa lalu yang kelam di desa tersebut. Namun, setelah melihat penampakan Ratna, dia akhirnya pulang. Setibanya di sana, ia mendapati kondisi Ratna sangat memprihatinkan. Ratna menderita luar biasa namun tidak kunjung meninggal. Warga desa menyalahkan Ratna atas segala kemalangan yang menimpa desa. Bahri mencoba mengobati Ratna dengan cara rukiah, tetapi upayanya gagal dan Ratna akhirnya meninggal. Setelah kematian Ratna, gangguan gaib ternyata tidak berhenti, justru makin intens dan bahkan mulai merenggut nyawa penduduk desa. Ini ditandai dengan mayat Ratna yang muncul ke permukaan di kuburannya. Warga desa menyalahkan Bahri atas apa yang terjadi. Ia dikucilkan dan bahkan diusir oleh mereka yang sekarang memandangnya sebagai biang masalah. Saat hendak meninggalkan desa, dia bertemu dengan teman Ratna dari kota di bis, dan mengetahui bahwa saat masih hidup Ratna menggunakan susuk yang dipasang oleh salah satu warga desanya. Bahri membatalkan kepergiannya dari desanya dan berusaha membersihkan nama Ratna yang selama ini difitnah oleh warga desa. Dia sempat dihentikan oleh dua warga desa dan berkelahi dengan mereka. Setelah menaklukan mereka, Bahri mengetahui bahwa seorang warga bernama Danang adalah orang yang telah memasang susuk pada tubuh Ratna. Bahri segera menuju ke tempat kediaman Danang dan menemukan di dalamnya penuh dengan barang-barang ritual pemujaan ilmu hitam. Danang secara diam-diam memukulnya dari belakang, hingga sempat tak sadarkan diri. Dalam keadaan mulai setengah sadar, Bahri mengingat kata-kata salah satu pemuka agama desanya yang menyarankan Bahri untuk memperkuat kembali hidayah yang sempat hilang dalam dirinya. Saat Danang mengangkat pisau hendak membunuhnya, Bahri tersadar dan bangkit untuk melawannya. Bahri berhasil menaklukkan Danang dan meninggalkan rumah yang tengah terbakar.
Bahri memakamkan kembali Ratna secara layak dan membersihkan namanya di hadapan para penduduk desa. Tidak lama kemudian, dua orang polisi mengunjungi desa Mekarwangi untuk menginformasi mengenai kematian seorang warga desa yang bernama Hasan akibat kecelakaan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Bahri saat itu baru menyadari bahwa Hasan yang menemaninya saat dia tiba di desa adalah sosok hantu dari Hasan yang telah meninggal. Setelah itu Bahri kembali menjadi ustadz dan mengajar pondok pesantren yang ada di desanya.
Pemeran
- Ajil Ditto sebagai Bahri
- Givina sebagai Ratna
- Alif Joerg sebagai Hasan
- Unique Priscilla sebagai Hesti
- Khiva Iskak sebagai Burhan
- Dewi Yull sebagai Umi
- Joshua Pandelaki sebagai Kyai Fatah
- Fanny Ghassani sebagai Yanti
- Revaldo sebagai pemilik bengkel
- Nagra Kautsar sebagai Gilang
- Ridwan Kainan sebagai Asep
- Baby Niken sebagai istri Burhan
- Ami Asrizal Tankot sebagai Dadang
- Cley Nuary sebagai Lisa
- Kakang Arda sebagai Mamat
Produksi
Film ini diadaptasi dari sinetron berjudul sama yang pernah sangat populer di Indonesia pada tahun 2005-2007.[3][4] Dalam proses pembuatan film, sutradara Monty Tiwa dibantu oleh pemuka agama selama proses syuting untuk meneliti setiap adegan yang berkaitan dengan tema keagamaan agar tidak melenceng dari makna yang terkandung dari kata hidayah yang menjadi judul film.[4]
Proses pengambilan gambar utama dilakukan pada tanggal 3 Juni 2022 dan dilakukan di daerah Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.[3][5] Para pemeran mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah bertahan dalam kondisi cuaca dingin tanpa menunjukkan gemetar saat berakting, sambil tetap menjaga kualitas adegan dan dialog.[5]
Lagu tema
| Judul lagu | Penyanyi | Pencipta | Produksi |
|---|---|---|---|
| "Hidayah" | Avia Athalia | Chossy Pratama | MD Music |
Referensi
- ^ Budhi, Aiz (6 Januari 2023). "Film Hidayah, Versi Layar Lebar Serial Religi Populer di Tahun 2000-an". VIVA.co.id. Diakses tanggal 8 Januari 2023.
- ^ C. Rantung, Revi (6 Januari 2023). "Film Hidayah Tayang 12 Januari 2023 di Bioskop, Dibintangi Ajil Ditto hingga Givina". Kompas.com. Diakses tanggal 8 Januari 2023.
- ^ a b "Diadaptasi jadi film horor, sinetron "Hidayah" tayang minggu ini". TFR (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2023-01-10. Diakses tanggal 2026-02-10.
- ^ a b Suryowati, Estu. "Sutradara Monty Tiwa Emban Tanggung Jawab Besar Garap Film Hidayah - Jawa Pos". Sutradara Monty Tiwa Emban Tanggung Jawab Besar Garap Film Hidayah - Jawa Pos. Diakses tanggal 2026-02-10.
- ^ a b Putri, Lifia Mawaddah (2023-01-06). "Tantangan para pemain "Hidayah" saat jalani proses syuting". Antara News. Diakses tanggal 2026-02-10.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


