Herry Heryawan

Herry Heryawan
Kepala Kepolisian Daerah Riau
Mulai menjabat
12 Maret 2025
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir23 Februari 1972 (umur 54)
Ambon, Maluku
AlmamaterAkademi Kepolisian (1996)
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang Kepolisian Daerah Riau
Masa dinas1996—sekarang
Pangkat Inspektur Jenderal Polisi
NRP72020677
SatuanReserse
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Irjen. Pol. Herry Heryawan (lahir 23 Februari 1972) adalah seorang Perwira Tinggi Polri yang sejak 12 Maret 2025 menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Riau.[1]

Sebagai Kapolda Riau, Herry Heryawan mengusung konsep Green Policing yakni model Kepolisian yang peduli lingkungan dan budaya lokal. Di bawah moto “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” Polda Riau mendorong upaya pelestarian alam melalui penanaman pohon, penindakan terhadap pembakar hutan dan pelaku PETI, serta edukasi publik tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Tuah” dimaknai sebagai berkah alam dan budaya, sementara “Marwah” adalah kehormatan masyarakat yang wajib dijaga. Melalui pendekatan ini, Polda Riau membuktikan bahwa menjaga keamanan juga berarti merawat bumi dan menghargai warisan leluhur.[2]

Pendidikan

Irjen. Pol. Herry Heryawan menempuh pendidikan dasar di SD Urimessing A2 Ambon, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Ambon dan SMA Negeri 2 Ambon. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia diterima di Akademi Kepolisian pada tahun 1996 (Wira Satya) dan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2003. Selanjutnya, ia memperdalam bidang hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum pada tahun 2005.[3]

Dalam rangka pengembangan kepemimpinan, ia mengikuti pendidikan di Sespim Polri, Lembang, Angkatan L pada tahun 2010, serta Sespimti Polri, Lembang, Angkatan XXVII pada tahun 2018. Pada tahun 2023, ia mengikuti pendidikan Lemhanas RI PPSA Angkatan XXIV dan di tahun yang sama meraih gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Kepolisian dengan disertasi berjudul “Upaya Pemolisian Demokratis dalam Menghadapi Kompleksitas Persoalan di Papua: Penguatan Pelibatan Sosial dalam Pemerintahan, Pembangunan, dan Perdamaian.” Tidak berhenti di situ, pada tahun 2024 ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia.[4]

Pendidikan Kejuruan Khusus

Kemampuan Herry Heryawan dalam mengatasi berbagai permasalahan kamtibmas tidaklah diperoleh secara instan, melainkan melalui berbagai tempaan pengalaman di lapangan serta keikutsertaannya dalam sejumlah pendidikan kejuruan, baik di dalam maupun luar negeri. Sejak awal kariernya, ia telah mengikuti berbagai pendidikan seperti KIBI AKPOL (1996), Dan Pa Serse (1997), Lan Pa Serse (1999), dan KIBI PTIK (2001).

Pengalaman internasional juga memperkaya wawasan dan kompetensinya, antara lain melalui Interpol Genocide Crime di Lyon, Prancis (2004), pelatihan Child Pornography Based on Computer di Hongkong (2004), International Law Enforcement Agency di Bangkok (2005), hingga Computer Crime dan International Law Enforcement Agency di Rosswell, Amerika Serikat dalam program Post Management (2007).

Selain itu, ia juga terus mengasah kemampuan di dalam negeri dengan mengikuti pelatihan JCLEC di Semarang (2022), JCLEC di Jakarta (2023), serta memperoleh Sertifikat Penyidikan di Jakarta (2023). Semua perjalanan pendidikan ini menjadikannya sosok yang berpengalaman, profesional, dan mumpuni dalam bidang penegakan hukum dan keamanan.

Riwayat Jabatan

Dalam perjalanan kariernya, Herry Heryawan menempati berbagai jabatan strategis di lingkungan kepolisian yang memperlihatkan dedikasi, integritas, serta kapasitas kepemimpinannya. Ia mengawali penugasan sebagai PAMAPTA III Poltabes Semarang (1997), kemudian dipercaya menjadi Kanitresum Poltabes Semarang (1998) dan Kanit II Opsnal Poltabes Kepri Timur (1999). Kariernya terus menanjak dengan jabatan Wakasatreskrim Polres Kepri Timur (2000), Kepala KPPP Poltabes Barelang Polda Kepri (2000), hingga mengikuti pendidikan PTIK (2001–2003).

Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Kasat Reskrim Polresta Tanjung Pinang Polda Kepri (2003), Kanit I Sat I Ditreskrim Polda Kepri (2005), Kasat I Ditresnarkoba Polda Kepri (2006), serta Kasatreskrim Poltabes Barelang (2007). Kepercayaan terhadapnya semakin besar ketika ia menjabat Wakapolresta Tanjung Pinang (2009), Kadensus 88 Anti Teror Ditreskrim Polda Kepri (2009), hingga mengikuti pendidikan Sespimmen (2010).[5]

Setelah itu, Herry dipercaya menempati posisi penting di Polda Metro Jaya, di antaranya Kasubdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum (2011), Kasubdit Jatanras Ditreskrimum (2013), dan Wadirreskrimum (2016). Puncak karier di wilayah hukum Polda Metro Jaya ditandai dengan pengangkatannya sebagai Kapolresta Depok (2016), lalu Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Densus 88 AT (2017), Dirresnarkoba Polda Metro Jaya (2019), hingga Dirsidik Densus 88 AT Polri (2020). Tidak hanya di lingkungan Polri, Herry juga dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI Bidang Keamanan dan Hukum (2023–2025). Atas pengalaman, dedikasi, dan prestasinya, pada 12 Maret 2025 ia resmi diangkat sebagai Kapolda Riau, menandai pencapaian tertinggi dalam perjalanan panjang karier kepolisian yang ditempuhnya.

Tugas khusus Polri

Selain menempati berbagai jabatan struktural, Herry Heryawan juga aktif terlibat dalam berbagai penugasan khusus yang menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum dan keamanan nasional. Ia dipercaya sebagai anggota Satgas BOM Polri (2006), Satgas Narkoba BNN (2007), serta Satgas Dwelling Time (2015).

Dedikasinya berlanjut dengan keterlibatan dalam Satgas Nemangkawi Papua (2016) yang berfokus pada penanganan konflik dan pemeliharaan keamanan di Papua. Selanjutnya, ia juga menjadi bagian dari Satgas Migas Polri (2017) dan Satgas Narkoba Polri (2019). Keikutsertaan dalam berbagai satuan tugas strategis ini semakin memperkaya pengalaman serta meneguhkan perannya sebagai perwira Polri yang mumpuni, berintegritas, dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum di berbagai bidang.

Pembicara/Narasumber

Pengalaman menjadi pembicara/nara sumber dalam kegiatan diskusi, seminar atau pelatihan yang pernah diikuti, antara lain:

  • Pembicara pada Pelatihan untuk tenaga Field and Agency Collection yang diselenggarakan atas kerjasama Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Bank BNI yang diselenggarakan di Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Medan, Juni 2014.
  • Pembicara pada sarasehan/lokakarya “Menangkal Radikalisme dan Bahaya ISIS untuk Keselamatan Bangsa” yang diselenggarakan Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta, April 2015.

Buku

Keinginan Herry Heryawan untuk dapat membagi pengalamannya dalam mengatasi berbagai permasalahan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya diwujudkan dengan menyusun beberapa buku yang banyak mendapatkan apresiasi baik dikalangan internal maupun eksternal Polri, yaitu:

  • Himpunan Perundang-undangan tentang Free Trade Zone (2010). Buku ini secara khusus didedikasikan untuk masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang penerbitannya bersamaan dengan pencanangan Provinsi Kepulauan Riau sebagai wilayah Free Trade Zone oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
  • RESMOB “To Serve and To Protect People” (2012). Dalam buku ini Herry Heryawan mencoba menyajikan berbagai keberhasilan yang diraih jajaran Subdit Tahbang (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan jalanan (street crime).
  • Kiprah Subdit Umum (Jatanras) Polda Metro Jaya dalam Penegakan Hukum” (2014). Dalam buku ini pun Herry Heryawan berupaya memberikan informasi kepada masyarakat luas terkait kiprah jajaran Subditum (Jatanras) Polda Metro Jaya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya guna memelihara Kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
  • Merajut Indonesia Dari Tanah Papua: Tata Kelola Pendidikan Dan Kesehatan Di Papua (2024).

Penghargaan

Selama kariernya di Kepolisian Republik Indonesia, Herry Heryawan telah menerima berbagai tanda jasa dan penghargaan atas dedikasi serta prestasinya dalam penegakan hukum. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penghargaan Kapolda Riau Pengungkapan Kasus Perdagangan Wanita Dan Anak-Anak Di Wilayah Tanjung Pinang (2004)
  • Penghargaan Kapolda Riau Pengungkapan Kasus Curat Dan Curas Money Changer Pt Gemini Valasindo, Batu Aji, Batam (2008)
  • Penghargaan Kapolda Metro Jaya Pengungkapan Kasus Pengeroyokan Hercules (2014)
  • Penghargaan Kapolda Metro Jaya Pengungkapan Kasus Curas Pok Madura (2015)
  • Penghargaan Kapolda Metro Jaya Pengungkapan Kasus Tata Chubby (2015)
  • Penghargaan Kapolda Metro Jaya Pengungkapan Penipuan Wna Taiwan Dan Tiongkok (2015)
  • Penghargaan Kapolda Metro Jaya Pengungkapan Kasus Pembunuhan Mayat Dalam Kardus (2016)
  • Penghargaan Kapolri Pengungkapan Kasus Pembunuhan Di Pulomas, Jaktim (2017)
  • Penghargaan Kapolda Kepulauan Riau Pengungkapan Kasus Penculikan Wn Malaysia (Ling-Ling) (2017)
  • Penghargaan Pin Emas Kapolri Pengungkapan Kasus Narkoba (Sabu) 1 Ton, Banten (2017)
  • Penghargaan Polisi Nasional Taiwan Pengungkapan Kasus Wna Cina Di Medan (2017)
  • Penghargaan Polis Diraja Malaysia (Pdrm) Pengungkapan Lintas Negara Dalam Upaya Penangkapan Pelaku Kasus Pembunuhan (2013) Dan Kasus Penculikan (2017)
  • Penghargaan Pin Emas Kapolri Ungkap Narkoba 1,6 Ton Sabu (2018)
  • Penghargaan Pin Emas Kapolri Ungkap Kasus Narkoba 240 Kg Sabu Dan 30 Ribu Butir Extasi Di Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya Tangerang (2019)
  • Penghargaan Dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (2019)
  • Penghargaan Pin Emas Kapolri Ungkap Narkoba 288 Kg Sabu (2020)
  • Penghargaan Pin Emas Kapolri Ungkap Narkoba 1,2 Ton Sabu Anyer – Sukabumi (2020)
  • Penghargaan Dari Men Pan Rb Atas Prestasi Ungkap Sabu Sebanyak 288 Kg (2020)
  • Penghargaan Pin Emas Kapolri Ungkap Narkoba 201 Kg Sabu Di Aceh (2021)
  • Piagam Tanda Kehormatan Dari Presiden Republik Indonesia Satyalancana Ksatria Bhayangkara (2021)
  • Piagam Tanda Kehormatan Dari Presiden Republik Indonesia Bintang Bhayangkara Nararya (2021)
  • Piagam Tanda Kehormatan Dari Presiden Republik Indonesia Satyalancana Pengabdian Xxiv Tahun (2021)
  • Piagam Tanda Kehormatan Dari Presiden Republik Indonesia Satyalancana Dharma Nusa (2022)
  • Piagam Tanda Kehormatan Dari Presiden Republik Indonesia Satyalancana Bhakti Buana (2024)
  • Piagam Tanda Kehormatan Dari Presiden Republik Indonesia Bintang Bhayangkara Pratama (2025)

Tanda Jasa

  • Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun (2005)
  • Satyalancana Jana Utama (2014)
  • Satyalancana Karya Bhakti (2014)
  • Satyalancana Operasi Kepolisian (2014)
  • Satyalancana Ksatria Bhayangkara (2021)
  • Satyalancana Pengabdian 24 Tahun (2021)
  • Bintang Bhayangkara Nararya (2021)
  • Satyalancana Dharma Nusa (2022)
  • Satyalancana Bhakti Buana (2024)
  • Bintang Bhayangkara Pratama (2025)

Referensi

  1. ^ Ramdhani, Jabbar. "Wajah Baru Polda Riau: Strategi Green Policing, Radar, hingga Jalur". detiknews. Diakses tanggal 2025-07-23.
  2. ^ "Dukung Green Policing, Ditlantas Polda Riau Ajak Masyarakat". Tribrata News (dalam bahasa American English). 2025-07-21. Diakses tanggal 2025-07-23.
  3. ^ "Profil Irjen Pol Herry Heryawan, Pati Bintang Dua Polri yang Baru Dilantik Jadi Kapolda Riau". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-09-23.
  4. ^ "4.073 Personel Polda Metro Jaya Dapat Kenaikan Pangkat". detikcom. 2016-12-30. Diakses tanggal 2017-02-23.
  5. ^ "Mutasi Besar-besaran, 68 Pamen Polda Metro Dirotasi". detikcom. 2016-04-29.
  1. Penghargaan Law Enforcement Awards 2012
  2. Polisi Jakarta Beprestasi versi Kapolda Metro Jaya
  3. Kasus Pembunuhan Holly Angela
  4. Penangkapan Gembong Teroris Noordin M Top Diarsipkan 2016-03-12 di Wayback Machine.
  5. Kasus Pencurian dengan Kekerasan Toko Emas di Sunter Tahun 2011
  6. Pencurian dengan kekerasan lintas provinsi kelompok John Tamba Tahun 2011
  7. Pembobolan kartu kredit Rp.80.000.000.000 oleh Mantan Pegawai Bank Tahun 2011
  8. Pengungkapan kasus pembunuhan mayat dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat, Tahun 2016
  9. Pengungkapan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Jakarta Pusat, Tahun 2016
  10. Pengungkapan kasus suap Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok dan Kemenhub, Tahun 2016
  11. Pengungkapan kasus pengeroyokan Hercules, Tahun 2014
  12. Pengungkapan kasus curas POK Madura, Tahun 2015[pranala nonaktif permanen]
  13. Pengungkapan kasus pembunuhan Tata Chuby, Tahun 2015
  14. Pengungkapan kasus penipuan WN Tiongkok dan Taiwan, Tahun 2015
  15. Pengungkapan kasus perampokan dan pembunuhan Pulomas, Tahun 2017[pranala nonaktif permanen]
  16. Pengungkapan kasus penculikan WN Malaysia (Ling-Ling), Tahun 2017
  17. Pengungkapan kasus Sabu 1 Ton asal Tiongkok, Tahun 2017
  18. Pengungkapan kasus Penipuan WNA Tiongkok di Medan, Tahun 2017
  19. Ungkap 240 kg SABU dan 30 ribu butir Extasi di komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya Tanggerang tahun 2018
  20. Ungkap narkoba 1,6 TON tahun 2018
  21. Ungkap kasus narkoba 288 kg jaringan timur tengah tahun 2020
  22. Ungkap tindakan narkotika jenis sabu 1,2 TON tahun 2020

Pranala luar

Jabatan kepolisian
Didahului oleh:
Muhammad Iqbal
Kepala Kepolisian Daerah Riau
2025—sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Harry Kurniawan
Kapolresta Depok
2016–2017
Diteruskan oleh:
Didik Sugiarto
Didahului oleh:
Ferdy Sambo
Wadirreskrimum Polda Metro Jaya
2016
Diteruskan oleh:
Didik Sugiarto

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement