Hari Lebaran (lagu)
| "Hari Lebaran" | |
|---|---|
| Lagu oleh Didi Suyoso Karsono | |
| Sisi-B | "Bertamasja" |
| Format | Piringan hitam |
| Direkam | 1954 |
| Durasi | 2:51 |
| Label | Irama L. 246-37 |
| Pencipta | Ismail Marzuki |
Hari Lebaran adalah sebuah lagu ciptaan Ismail Marzuki yang pertama direkam pada 1954. Dinyanyikan oleh Didi Suyoso Karsono dengan iringan kuartet di bawah pimpinan Mascan, lagu ini kemudian identik dengan perayaan Idulfitri dan menghasilkan beberapa versi daur ulang.[1]
Kepada majalah Tempo, Didi Suyoso Karsono, yang juga pendiri perusahaan rekaman Irama, menyatakan bahwa lagu ini ditulis atas permintaannya sendiri yang saat itu bimbang karena ketiadaan lagu penyemarak hari Lebaran.[1]
Meski dinyanyikan secara jenaka khas Betawi, lagu ini tidak hanya memotret kemeriahan suasana Idulfitri di ibu kota, namun juga melontarkan sindiran terhadap permasalahan sosial seperti korupsi kalangan pejabat, juga kebiasaan mabuk dan judi masyarakat perkotaan.[1]
Lirik
Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridulfitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran
Minal aidin wal faidin, maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin
Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali naik terem listrik pere
Milir mudik jalan kaki pincang sampai sore
Akibatnya tengteng selop sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe
Maafkan lahir dan batin, lain tahun hidup prihatin
Cari wang jangan bingungin, 'lan Syawal kita ngawinin
Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brendi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangseng si istri
Maafkan lahir dan batin, lain tahun hidup prihatin
Kondangan boleh kurangin, korupsi jangan kerjain
Versi bahasa Melayu
Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah ugama
Kini kita beraidilfitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah
di hari Lebaran
Minal aidil wal faizi, maafkan zahir dan batin
Selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin
Dari segala penjuru mengalir ke kota
Ramai orang berpakaian baru serba indah
Setahun sekali marilah bersuka-suka
Agar hilang segala rasa sedih dan duka
Berbelanja jangan boros ikut suka hati
Nanti tuan puan yang akan susah sendiri
Minal aidil wal faizi, maafkan zahir dan batin
Selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin
Hari raya ini hatiku riang sekali
Ada ketupat eh eh! kuih-kuih bermacam lagi
Kuih koci kuih yang sangat aku gemari
Diluarnya pulut di dalam berisi inti
Mari puan mari tuan menjamu selera
Ketupat dan kuih hidangan di hari raya
Minal aidil wal faizi, maafkan zahir dan batin
Selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin
Versi Musica
Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridulfitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran
Minal aidin wal faizin, maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin
Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali ke kota naik bus pere
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore
Akibatnya tengteng selop sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe
Minal aidin wal faizin, maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin
Daur ulang
Sejak diterbitkan pertama kali dengan judul Hari Lebaran, lagu ini sudah menghasilkan sejumlah daur ulang yang tidak hanya beragam secara musik dan lirik, namun juga judul yang dipilih oleh masing-masing penyanyi:
| Judul | Tahun | Penyanyi | Lirik |
|---|---|---|---|
| Hari Lebaran | 1954 | Didi Suyoso Karsono | Asli |
| 1977 | M. Ramlee | Versi bahasa Melayu | |
| 1978 | Santi Sardi | Adaptasi | |
| 2015 | Deredia | Asli | |
| Klutz ft. M. Ramlee | Versi bahasa Melayu | ||
| Selamat Hari Lebaran | 1991 | Betharia Sonatha, Denny Malik, Puput Novel, dan Yani Libels | Versi Musica |
| Dhidot | |||
| 2022 | Project Pop | Adaptasi | |
| Minal Aidil Wal Faizin | 1999 | Sharifah Aini | Versi bahasa Melayu |
| Idul Fitri | 2001 | Tasya Kamila | Versi Musica |
| 2010 | Gita Gutawa | ||
| Minal Aidin Wal Faizin | 2002 | Ikke Nurjanah |
Detil:
- Pada 1964, Didi Suyoso Karsono memproduksi kembali lagu ini dalam bentuk rekaman EP dengan iringan musik karya Mus Mualim. Selang 12 tahun, pada 1976, Didi merekam kembali lagu ini dalam kaset. Di versi ini, frasa terem listrik dalam lirik diganti menjadi kereta listrik karena trem Jakarta sudah tidak lagi beroperasi.[1]
- Pada 1977, lagu ini diboyong ke negeri jiran. Dalam album kompilasi LP bertajuk Senandung Hari Raya terbitan Senada, Singapura, lagu ini disuarakan oleh M. Ramlee.[2] Liriknya sudah disesuaikan dengan perkataan bahasa Melayu dan juga memasukkan adat kebiasaan menyambut hari raya di sana.
Gubahan bahasa Melayu ini kemudian juga dilagukan oleh Sharifah Aini, biduanita Malaysia, pada 1999 untuk album khusus lebaran, Dari Jauh Ku Pohon Maaf.
Dan pada 2015, lagu ini sekali lagi dibawakan ulang oleh Klutz, grup musik rok alternatif Singapura, berduet dengan M. Ramlee.[3] - Pada 1978, penyanyi cilik Santi Sardi menyanyikan daur ulang lagu ini dalam album Ketupat Lebaran dengan lirik yang sudah diubah hampir seluruhnya, disesuaikan usia sang penyanyi.
- Pada 1991, lagu ini muncul dalam dua album keluaran Musica Studio's. Lirik aslinya dipertahankan, namun bait terakhirnya dipotong. Kalimat Setahun sekali naik terem listrik pere juga diganti menjadi Setahun sekali ke kota naik bus pere. Lirik versi inilah yang kemudian populer dan dibawakan oleh banyak penyanyi.
Dalam album kompilasi Paket Lebaran Artis-Artis Musica, lagu ini dinyanyikan oleh Betharia Sonatha, Denny Malik, Puput Novel, dan Yani Libels. Aransemennya sendiri kental sentuhan disko hasil remix Gustafa Hardjakoesoema. Selain itu, penyanyi cilik Dhidot juga membawakan lagu ini dalam album eponimnya.
Versi Musica Studio's ini kemudian juga didendangkan pada 2001 oleh penyanyi cilik Tasya Kamila dengan gaya centilnya dalam album Ketupat Lebaran. Tasya melafalkan frasa bus pere jadi bus keren.
Versi dangdutnya juga muncul pada 2002 lewat Ikke Nurjanah yang menyertakannya dalam album Lebaran Bersama. Dalam lantunan Ikke ini, hanya bait pertama yang dinyanyikan. Frase hilang dendam diganti jadi hilang gundah.
Pada 2010, giliran Gita Gutawa yang menyanyikannya dalam album Balada Shalawat dengan sentuhan orkestra karya Erwin Gutawa, sang ayah.[4][5] Gita melafalkan frasa bus pere jadi bus kerek. - Deredia, kelompok musik bergaya 1950-an asal Jakarta, menghidupkan kembali versi asal lagu ini untuk merayakan Lebaran tahun 2015. Rekaman yang pertama diunggah ke Youtube ini kemudian menjadi viral.[6]
Nyanyian Deredia ini pada 2026 dipilih menjadi salah satu lagu tema film Tunggu Aku Sukses Nanti.[7] - Grup musik Project Pop juga sempat membawakan lagu ini untuk menyambut Idulfitri tahun 2022. Oleh Yosi Mokalu, sebagian liriknya diubah untuk menggambarkan keadaan masa kini yang tersurat lewat kalimat Sekarang berlebaran gayanya sudah beda.[8]
Referensi
- ^ a b c d "Yang Belum Tergantikan". Tempo (majalah). 25 Agustus 1979.
- ^ "Senada Edarkan Rekod Khas utk Aidil Fitri". Berita Harian (Singapura) (dalam bahasa Melayu). 28 Agustus 1977.
- ^ "Klutz tambah kesegaran lagu 'Hari Lebaran' M. Ramlee". Berita Harian (Singapura) (dalam bahasa Melayu). 21 Juli 2015.
- ^ "Gita Gutawa Syuting Video Klip "Idul Fitri"". Liputan6.com. 16 Agustus 2010.
- ^ "Gita Gutawa Bersedekah Lewat 'BALADA SHALAWAT'". Kapanlagi.com. 1$4 Agustus 2010.
- ^ "Deredia Siap Mencuri Perhatian Penikmat Musik Indonesia Melalui Youtube". Pamityang2an. 27 Juli 2016.
- ^ "Daftar Soundtrack Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ada RAN & Hindia". Popmama.com. 13 Maret 2026.
- ^ "Project Pop Rilis 'Selamat Hari Lebaran', Hasil Recycle Lagu Ismail Marzuki". Urbanasia. 26 April 2022.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


