Hadangan Kalang
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|

Hadangan Kalang adalah sistem ternak kerbau di danau rawa yang banyak dikembangkan di Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Kata hadangan berasal dari bahasa banjar yang berarti kerbau dan kalang yang berarti tempat atau rumah (kandang) untuk memelihara hadangan.[1] Hadangan dilepaskan pada pagi hari di rawa lalu dinaikkan oleh gembala yang menggunakan perahu pada sore hari. Hadangan disini digunakan tidak digunakan untuk sawah melainkan menarik batang-batang kayu di hutan dan dagingnya dijual untuk bahan makanan.[2] Kegiatan ini dijadikan sebagai destinasi wisata dan merupakan warisan budaya tak benda di Kalimantan Selatan pada tahun 2022.[3]
Sistem
Hadangan kalang dilakukan di daerah rawa (baruh) di beberapa tempat di Kalimantan Selatan. Hadangan biasanya dimiliki oleh saudagar yang menyerahkan pengurusannya kepada gembala. Gembala tersebut bekerja selama kurang lebih 10 jam sehari dengan upah yang sesuai dengan aturan setempat. Gembala mendapatkan fasilitas tempat tinggal sederhana di area ternak.
Hadangan berenang sepanjang hari. Saat matahari terbit mereka digiring oleh gembala ke lokasi tertentu mencari makan. Gembala menggiring menggunakan perahunya ke tempat yang memiliki banyak rumput atau tumbuhan lain dan meninggalkan hadangan seharian untuk makan. Hadangan atau kerbau rawa (Bubalus bubalis carabauesis) ini paham makanan yang beracun seperti eceng gondok, atau dalam bahasa banjar disebut ilung.[4] Menjelang matahari terbenam, pengembala kembali ke tempat tersebut dan menggiring hadangan masuk kalang. Kegiatan ini dilakukan setiap hari.
Daerah hadangan kalangan

Sungai Nagara atau Rawa Daha yang melintasi daerah Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan dan Daha Barat atau yang lebih dikenal dengan Nagara memiliki populasi hadangan ratusan hingga ribuan ekor. Wisatawan biasanya mendatangi hadangan kalang yang berada di Desa Pandak Daun, Daha Utara karena mudah dijangkau. Lokasi bisa didatangi wisatawan menggunakan klotok atau kapal yang disediakan oleh warga setempat dan pengusaha wisata.
Waktu melihat hadangan kalangan
Waktu terbaik untuk melihat langsung hadangan adalah saat pagi hari sekitar pukul 06.30 - 07.30 ketika mereka baru keluar kalang atau saat hadangan ingin kembali ke kalang di sore hari sekitar pukul 17.00 - 18.30.
Referensi
- ^ Mugeni, Muhammad; Hadijah, Siti; Triatno, Agus (1996). Tata Pameran Museum Negeri Propinsi Kalimantan Selatan Lambung Mangkurat (PDF). Banjarbaru: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 50–51. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ R, Syarifuddin; Kasuma, B.A, Attabranie; Hermantedo, Sabrie (1993). Makanan: Wujud, Variasi dan Fungsinya Serta Cara Penyajiannya Daerah Kalimantan Selatan (PDF). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 16. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Kemendikbudristek, Pusdatin (2022). "Warisan Budaya". Budaya Kita. Diakses tanggal 2025-06-14.
- ^ Arcana, Putu Fajar (2017-12-16). "Sihir Senja Kala". kompas.id. Diakses tanggal 2025-06-14.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


