Gunung Dulang-dulang

Gunung Dulang-dulang, yang sering dijuluki oleh para pendaki gunung Filipina sebagai "D2" dan juga dikenal dengan sebutan lainnya Gunung Katanglad, adalah puncak dengan elevasi tertinggi dari antara puncak-punck lainnya di Pegunungan Kitanglad. Posisinya secara geografis terletak di bagian utara-tengah provinsi Bukidnon di pulau Mindanao, Filipina. Ketinggian Gunung Dulang-dulang ini menjadikannya gunung tertinggi kedua di seluruh Filipina, dengan ketinggian mencapai 2.941 meter (9.649 kaki) di atas permukaan laut. Ketinggian ini hanya sedikit kalah dari Gunung Apo di Davao dengan ketinggian 2.956 m (9.698 kaki), dan sedikit lebih tinggi dari Gunung Pulag di pulau Luzon, yang merupakan gunung yang menempati urutan tertinggi ketiga dengan ketinggian mencapai 2.928 m (9.606 kaki).[1]

Gunung ini secara spiritual dan budaya dianggap sebagai tempat suci oleh suku Talaandig yang mendiami wilayah Lantapan. Pegunungan ini secara lebih luas diakui sebagai wilayah adat leluhur yang dijaga secara turun temurun oleh tiga kelompok masyarakat adat utama di sana, yaitu Bukidnon, Higaonon, dan Talaandig.[2]

Geografi dan keanekaragaman hayati

Pemandangan dari pucak Gunung Dulang-dulang

Gunung Dulang-dulang, sebagaimana keadaan pada puncak-puncak lainnya yang terletak dalam jajaran Pegunungan Kitanglad, diselimuti oleh hutan tinggi yang luas dan lebat, yang berfungsi sebagai habitat vital bagi beragam spesies fauna dan flora di sana. Hutan-hutan gunung ini tercatat menjadi habitat bagi 58 spesies mamalia, yang mencakup berbagai jenis kelelawar, tupai, monyet, babi hutan, kubung, celurut, dan rusa.[1]

Elang filipina yang ikonik dan terancam punah juga kerap terlihat di sekitaran gunung ini.[3] Dari sisi vegetasi, setidaknya 58 famili dan 85 spesies pohon serta jenis vegetasi berkayu lainnya telah berhasi diidentifikasi dan ditemukan tumbuh berkembang biak di dalam batas-batas Taman Alam Pegunungan Kitanglad.[4]

Fitur hidrologis

Gunung Dulang-dulang, termasuk Pegunungan Kitanglad, adalah daerah tangkap air hulu dari beberapa sistem sungai utama, termasuk Sungai Maagnao dan Sungai Alanib, yang merupakan anak sungai dari Sungai Pulangi. Sungai Pulangi mengalir ke Rio Grande de Mindanao di Kota Cotabato. Secara lokal, Sungai Sawaga adalah sumber air utama yang esensial, digunakan oleh masyarakat Bukidnon untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga sehari-hari sekaligus untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.[2]

Referensi

  1. ^ a b "Mount Dulang-dulang". Pinoy Mountaineer. Diarsipkan dari asli tanggal January 14, 2014. Diakses tanggal December 19, 2010.
  2. ^ a b Balane, Walter I. (May 18, 2012). "Lumads decry Mt. Kitanglad bombing, demand ritual to appease spirits". MindaNews (dalam bahasa American English). Diakses tanggal July 3, 2020.
  3. ^ Lasco, Gideon. "Beyond Apo: Seven great hiking destinations in Mindanao". ABS-CBN News. Diakses tanggal July 3, 2020.
  4. ^ Canoy, Ma. Easterluna Luz S.; Suminguit, Vellorimo J. (2001). "The Indigenous Peoples of Mt. Kitanglad Range Natural Park" (PDF). Social Watch. Diakses tanggal July 3, 2020.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement