Gua Maria Sendang Sriningsih

Gua Maria Sendang Sriningsih adalah sebuah gua Maria yang terletak di Klaten, Jawa Tengah, Indonesia, yang berawal dari sebuah danau bawah tanah bernama Sendang Sriningsih (sebelumnya bernama Sendang Duren) yang dikunjungi oleh seorang rama Yesuit bernama Hardjosuwando pada 1934. Beliau terpesona dengan suasana magis dan mistis dari kawasan itu, dan membangun gua Maria disana, serta menamai ulang sendang (sumur) menjadi Sriningsih (Perantara Rahmat Tuhan).[1]

Patung dan Goa Maria Sendang Sriningsih

Aura spiritual amat terasa disini, dengan goa setinggi 4 meter yang 'menempel' pada lereng curam yang penuh tanaman hijau, ditambah pelataran yang cukup luas dan 2 pohon beringin yang berdampingan membentuk lengkungan megah. Pelataran yang dikelilingi lereng curam dan pepohonan ini membuat berada di dalam pelataran terasa lebih dekat dengan Sang Bunda.

Misa disini diadakan tiap minggu pertama dan terdapat misa spesial 9 kali setahun pada setiap. malam jumat kliwon, menjadikan akulturasi Katolik dengan Jawa yang terlihat jelas. Di mana, malam jumat kliwon merupakan hari yang dianggap magis dalam budaya Jawa. Misa ini sering kali menarik banyak pengunjung dan dihadiri ribuan orang

Galleri

Tampak bawah salah satu pohon di Gua Maria Sendang Sriningsih
Suasana Gua Maria Sendang Sriningsih di sore hari
Tampak salib milenium di puncak bukit Golgota gua Maria Sendang Sriningsih
Tampak gua Maria Sendang Sriningsih di balik pohon beringin yang berdampingan membentuk sebuah 'pointed arch'

Lihat Pula

- Daftar gua Maria di Indonesia

- Danau Bawah Tanah

- Gua Maria

Referensi

  1. ^ "Sendang Sriningsih: Perantara Rahmat Tuhan". Yogyes. Diakses tanggal 2025-04-04.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement