Gua Maria Sendang Klayu
Gua Maria | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 7°53′51.23576″S 111°0′23.74412″E / 7.8975654889°S 111.0065955889°E | |
| Negara berdaulat | Indonesia |
| Provinsi di Indonesia | Jawa Tengah |
| Kabupaten | Wonogiri |
| Kecamatan | Ngadirojo |
| Desa | Gemawang |
| Negara | Indonesia |
| Keuskupan | Keuskupan Agung Semarang |
Gua Maria Sendang Klayu merupakan tempat ziarah sekaligus rekreasi berupa Gua Maria, yang terletak di Dusun Jlegong, Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasinya berjarak sekitar 11 kilometer dari pusat Kecamatan Ngadirojo, dan dikenal memiliki suasana yang tenang, bersih, serta asri. Tempat ini dimanfaatkan oleh umat Katolik, khususnya dari Desa Gemawang dan sekitarnya, sebagai sarana doa, ibadah, meditasi, dan refleksi pribadi.
Kawasan Gua Maria Sendang Klayu dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan rohani, antara lain Kapel Santo Thomas Jlegong, Kapel Rosario, sumber air suci (sendang), Piazza Salib yang dikelilingi dua belas pilar, area ibadah terbuka, serta lahan parkir yang relatif luas.
Sejarah
Pembangunan Gua Maria Sendang Klayu dimulai pada tahun 1967. Sebelum dikembangkan sebagai tempat ziarah, kawasan ini dikenal oleh masyarakat setempat sebagai lahan yang dianggap angker, ditandai dengan keberadaan sumber air alami dan vegetasi yang tidak dimanfaatkan. Di area tersebut terdapat pohon besar yang menurut kepercayaan setempat dianggap memiliki penunggu, sehingga masyarakat enggan mendekatinya.
Perubahan terjadi setelah kedatangan seorang imam Katolik Yesuit bernama Romo Soetapanitra, S.J. Menurut tradisi lokal, setelah kawasan tersebut dinyatakan layak digunakan, bagian sendang kemudian dipergunakan sebagai tempat pembaptisan. Pembaptisan pertama di lokasi ini diikuti oleh delapan belas orang.
Perkembangan
Gua Maria Sendang Klayu dibangun secara bertahap dalam kurun waktu yang panjang. Pada dekade 1980-an, dibangun Piazza Salib yang dikelilingi oleh dua belas pilar. Setelah itu, proses pengembangan sempat terhenti sebelum kembali dilanjutkan pada awal tahun 2000-an.
Pada tahun 2015, dilakukan pembangunan gua utama berukuran besar yang di dalamnya ditempatkan patung Bunda Maria. Patung tersebut dibentuk dan dipasang langsung di lokasi, dengan struktur gua yang menyesuaikan keberadaan patung tersebut.
Pemanfaatan
Selain sebagai tempat ibadah umat Katolik, Gua Maria Sendang Klayu juga terbuka bagi masyarakat umum sebagai destinasi rekreasi rohani. Hingga tahun 2023, pengunjung lokasi ini sebagian besar berasal dari luar wilayah Kabupaten Wonogiri. Tidak dipungut biaya masuk bagi pengunjung, dan kawasan ini dibuka selama dua puluh empat jam, sehingga dapat dikunjungi kapan saja.
Peran tokoh
Romo Soetapanitra, S.J. dikenal sebagai tokoh yang berperan penting dalam perintisan Gua Maria Sendang Klayu. Selain memprakarsai pemanfaatan kawasan sendang sebagai tempat pembaptisan, ia juga dikenal karena kesederhanaannya dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat. Dalam setiap kunjungannya, ia meminta agar disediakan hidangan sederhana berupa ketela pohon, yang merupakan hasil bumi warga sekitar. Sikap tersebut meninggalkan kesan mendalam dan memperkuat penerimaan masyarakat terhadap kehadirannya.
Akses dan rute
Gua Maria Sendang Klayu dapat dicapai dari Kota Wonogiri melalui Jalan Raya Wonogiri–Ponorogo. Setelah tiba di Pasar Ngadirojo, perjalanan dilanjutkan dengan menuju Jalan Wonogiri–Pacitan, kemudian masuk ke arah Desa Gemawang. Kondisi jalan menuju lokasi relatif sempit, tetapi dapat dilalui kendaraan roda empat.
Referensi
Lihat pula
Pranala luar
- "Berziarah di Gua Maria Fatima Jlegong Wonogiri: Memohon Berkat dengan Perantaraan Bunda Maria". Katolikana.com. 30 Oktober 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



