Gowok (pekerjaan)

Seorang anak yang memijit wanita muda di Jawa pada era kolonial Belanda (ca 1890)

Gowok (aksara Jawa: ꦒꦺꦴꦮꦺꦴꦏ꧀) adalah sebutan untuk perempuan dalam kebudayaan Jawa yang disewa untuk mengajarkan perihal rumah tangga dan seksualitas kepada laki-laki berusia remaja atau sebelum menikah. Keluarga mempelai laki-laki menyewakan gowok untuk anak mereka sebelum menikah. Gowok akan mengajarkan salah satunya tentang memuaskan istri dan memperkenalkan tubuh perempuan. Calon mempelai laki-laki akan tinggal di rumah gowok selama beberapa hari untuk kemudian menerapkan ilmu yang sudah diperoleh kepada istrinya ketika sudah menikah. Setelah menyelesaikan pelatihan, gowok akan melaporkan kemampuan calon mempelai pria kepada orang tuanya.[1] Gowok biasanya adalah perempuan dewasa berumur 20 sampai 40-an tahun. Tradisi gowok pernah atau masih dapat ditemui di daerah Purworejo, Blora, dan Banyumas.[2] Tradisi ini umumnya dianggap telah ditinggalkan.[3]

Gowok berpedoman lewat kitab-kitab kuno warisan leluhur, seperti Centhini, Nitimani, dan Wulangreh untuk mengajarkan laki-laki cara agar perempuan bisa mendapatkan haknya untuk dicintai sepenuh hati, dihargai, serta dipuaskan. Setelah 1965, profesi gowok telah dihilangkan, karena dianggap sebagai praktik pelacuran terselubung dan kini keberadaannya tinggal legenda.[4][5]

Asal kata

Gowok dalam bausastra Jawa berarti lubang di pohon kayu tempat burung bersarang. Kata ini kemudian berarti simbolis untuk gowok yang memiliki 'lubang' pada tubuh.[6] Dalam salah satu teori, disebutkan bahwa nama Gowok berasal dari nama seorang wanita Tionghoa bernama Goo Wook Niang yang mengajarkan ilmu pendidikan seks kepada bangsawan Jawa.[7]

Budaya populer

Catatan kaki

  1. ^ a b Salmon, Claudine (2010-12-13). Sastra Indonesia Awal. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-9102-94-2. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-08. Diakses tanggal 2019-12-19.
  2. ^ a b c d Matanasi, Petrik. "Belajar Menghadapi Malam Pertama Bersama Gowok". tirto.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-06. Diakses tanggal 2019-12-19.
  3. ^ Netralnews.Com. "Netralnews.com - Dahulu Ada Tradisi Memperkenalkan Seks kepada Pria Remaja Jawa Usai Disunat". netralnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-19. Diakses tanggal 2019-12-19.
  4. ^ "Sinopsis Film Gowok-Javanese Kamasutra, Tayang di Rotterdam". IDN Times. 2024-12-18. Diakses tanggal 2025-12-08.
  5. ^ "Mengenal Tradisi Gowok dalam Film Gowok: Kamasutra Jawa". www.orami.co.id. 2025-06-17. Diakses tanggal 2025-12-08.
  6. ^ Basis. Kansisius. 1989. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-08. Diakses tanggal 2019-12-19.
  7. ^ "Review Film Gowok: Nilai Tabu Pendidikan Seks dan Gender dalam Budaya Jawa". Tempo. 5 Juni 2025 | 22.03 WIB. Diakses tanggal 2025-12-08.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement