Glasial Wisconsin

Glasiasi Wisconsin atau disebut juga periode glasial Wisconsin, merupakan zaman es terakhir dari kompleks lapisan es di Amerika Utara yang mencapai puncaknya lebih dari 20.000 tahun yang lalu. Pada masa ini, terdapat beberapa lapisan es besar yang saling terhubung, termasuk Lapisan Es Cordilleran, yang terbentuk di wilayah pegunungan Cordillera Amerika Utara bagian utara; Lapisan Es Innuitian, yang meluas melintasi Kepulauan Arktik Kanada; Lapisan Es Greenland; serta Lapisan Es Laurentide yang sangat besar,[1] menutupi sebagian besar wilayah berlatitude tinggi di Amerika Utara bagian tengah dan timur.
Pembentukan danau proglasial dan prasejarah

Setiap kali lapisan es mencair dari utara di moraine, air akan mulai menggenang di pemisah antara moraine dan permukaan es. Es akan bertindak sebagai bendungan karena air tidak dapat mengalir melalui lapisan es, yang pada periode Wisconsin menutupi sebagian besar lembah sungai proglasial. Banyak badan air kecil yang terisolasi terbentuk di antara moraine dan permukaan es. Saat lapisan es terus mencair dan surut ke utara, kolam-kolam ini bergabung menjadi danau proglasial. Di daerah tanpa outlet yang tersedia, permukaan air akan terus naik hingga mencapai satu atau lebih titik rendah di sepanjang tepi moraine, atau lapisan es akan mundur, membuka akses ke bagian bawah moraine.[2] Beberapa outlet juga dapat terbentuk melalui titik rendah hingga satu menjadi dominan setelah erosi menurunkan outlet dan permukaan danau.
Flora dan Fauna
Pada era Wisconsin, persebaran flora dan fauna di Amerika Utara berbeda secara signifikan akibat perubahan suhu, distribusi air permukaan, dan keberadaan gletser yang menutupi sebagian wilayah daratan. Berbagai penelitian ilmiah telah dilakukan untuk menelusuri pola distribusi spesies, khususnya pada akhir zaman Wisconsin serta awal hingga pertengahan Holosen. Salah satu temuan berasal dari analisis inti serbuk sari di wilayah California modern, tepatnya di Perbukitan Waterman. Penelitian menunjukkan bahwa Juniperus osteosperma dan Pinus monophylla mendominasi vegetasi pohon pada awal hingga pertengahan Holosen, sementara Monardella arizonica merupakan tumbuhan bawah yang tetap hadir sepanjang waktu. Adapun Celtis reticulata tercatat muncul setelah surutnya gletser Wisconsin pada awal Holosen, tetapi kini tidak lagi ditemukan di kawasan Pegunungan Waterman.[3]
Peran dalam migrasi manusia
Migrasi manusia prasejarah sangat mungkin dipengaruhi oleh zaman glasial terakhir ini. Selama sebagian besar periode Wisconsin, terbentuk jembatan darat yang dikenal sebagai Beringia di atas Selat Bering, yang diyakini memungkinkan manusia menempati wilayah tersebut dan membuka jalur migrasi antara Amerika Utara dan Siberia di Asia (lihat Pemukiman di Benua Amerika). Selain itu, pada masa interglasial di Eropa dan Asia, terbuka pula jalur migrasi lain yang memfasilitasi perpindahan manusia purba ke berbagai wilayah baru.[4]
Rujukan
Referensi
- ^ Harris, Ann G.; Tuttle, Esther; Tuttle, Sherwood D. (1997). Geology of National Parks (dalam bahasa Inggris). Kendall/Hunt Publishing Company. ISBN 978-0-7872-5275-5.
- ^ Sherzer, William Hittell (1913). Geological Report on Wayne County (dalam bahasa Inggris). Wynkoop Hallenbeck Crawford Company, state printers.
- ^ "Global Witcher US | Best and worst things that could happen when using the phone answering services in the US". www.globaltwitcher.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-12.
- ^ Blij, Harm de (2005-09). Why Geography Matters: Three Challenges Facing America: Climate Change, the Rise of China, and Global Terrorism (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press, USA. ISBN 978-0-19-518301-6.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


